FF Chanyeol Jiyeon (Park Couple) I Like You The Best (Part 6 – Ending)

image

          I LIKE YOU THE BEST
                     (part 6 – End)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Oh Sehun (EXO)
Luna (Fx)
Kim Hyuna (4minute)
Bang Yongguk (B.A.P)
Kim Heechul (Super Junior)
Oh Hyerin (After School)
Amber (Fx)
Park Shinhye

Songfict :
Beast Oasis

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : Akhirnya part END hadir.
Di WP respond nya parah. Viewers 1000 lebih yang coment 1, 2 orang. Mungkin ga bakal posting di WP lagi. Author bakal lanjut posting di FB. Yang masih setia nunggu kelanjutan HongJi sabar ne 😀 pasti di lanjut kok. Ngurusin WP baru soalnya, eh ternyata di WP siders nya bejibun. Jadi serem. Pantesan author di WP banyak yg hiatus.
Oke lanjut nih FF.
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING

***

Terlihat seorang namja muda
bertubuh tinggi, berbadan kurus,
mengenakan T-shirt dengan Skinny jeans, berkaca mata hitam dan juga sebuah ransel yang ia letakkan diatas punggungnya, ia terlihat
begitu terkejut saat melihat sebuah rumah yang ada dihadapannya tengah melangsungkan sebuah acara
pernikahan.

“Apa ini alamat yang benar?”
Gumamnya. Ia pun mulai melepas kaca mata hitam yang dikenakannya. Ia memandang sekeliling. Begitu banyak para tamu yang datang. Ia kemudian menghampiri dua namja tinggi bertubuh besar yang mengenakan sebuah seragam
bertag security.

“Annyeonghasaeyo!” Sapanya pada kedua security yang menjaga didepan pintu gerbang rumah seraya membungkuk sopan.
Kedua security itu kemudian
menoleh kearahnya.

“Chogi, apa benar ini alamat yang sama?” Tanyanya pada kedua security itu seraya memperlihatkan android putih yang tertera sebuah alamat disana.

“Pyeongchang-dong Beverly Hills.” Eja salah seorang security.

“Ne. Maja. Apa anda salah seorang tamu yang diundang dalan acara pernikahan anak tuan Heechul?”

“Ne?” Namja tinggi itu terlihat
begitu terkejut.
Pernikahan anak tuan Heechul?
Bukankah anak dari Kim Heechul hanya Hyuna dan juga Jiyeon?
Geundae, Hyuna sudah
menikah 8 bulan lalu.

“Mianhae! Geundae, naega oppa
Park Jiyeon. Ani. Naega namjachingu Park Jiyeon. Naega Park Chanyeol imnida!” Ucapnya memperkenalkan diri.

“Namjachingu Jiyeon agasshi?” Tanya salah seorang security itu.

“Eum!” Jawab namja yang ternyata adalah Park Chanyeol itu seraya menganggukkan
kepalanya mantap.

“Apa anda bercanda?” Tanya salah seorang security seraya tertawa. Kedua security itu malah menertawakannya. Mungkin karena Chanyeol yang datang dengan tiba-tiba kemudian mengatakan bahwa ia
namjachingu dari anak majikannya.

Apa-apa an ini?
Kenapa mereka malah tertawa?
Apa benar firasatnya bahwa
Park Jiyeonlah anak dari Heechul
yang menikah? Batin Chanyeol was-was.

“Dimana Park Jiyeon?” Tanya
Chanyeol kesal. Perasaannya campur aduk saat ini.
Benarkah Jiyeon yang menikah?
Apakah yeoja itu
mengkhianatinya?
Selama 5 tahun Chanyeol di Jepang, mereka berdua memang selalu berkomunikasi. Namun 2 bulan terakhir ini, Jiyeon jarang menghubunginya. Bahkan kerap kali yeoja itu mengatakan ia sedang sibuk.
Apakah yang ia maksud
adalah sibuk mempersiapkan
pernikahannya? Chanyeol kembali membatin.

“KYA! DIMANA PARK JIYEON?” Teriak Chanyeol yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi membuat kedua security itu kemudian menghentikan aksi tawa mereka.

“Ada apa dengan namja ini?” Gumam salah seorang security bingung melihat reaksi Chanyeol yang tiba-tiba saja begitu menyeramkan.

“Tentu saja sedang menghadiri
pernikahan!” Jawab seorang lagi yang nampaknya kesal karena di teriaki oleh namja yang tak ia kenal.

Tentu saja?
Pernikahan?
Jawaban security itu semakin membuat panas hati Chanyeol. Ia kemudian berusaha
menembus kedua security itu
bermaksud masuk kedalam halaman rumah, namun kedua security itu berhasil menghalanginya.

“KYA! LEPASKAN! AKU HARUS
MENEMUI PARK JIYEON!” Teriak
Chanyeol saat kedua security itu
menahan tubuhnya membuat semua tamu yang ada didalam
halaman rumah langsung menoleh kearahnya saat mendengar keributan yang di sebabkan olehnya.

“Jiyeon agasshi tidak ada disini? Dia sedang ada di Cathedral.
Pengucapan ikrar dilangsungkan
disana!” Jawab salah seorang dari
security itu.

Chanyeol langsung menoleh kearah security itu. Tatapannya begitu mematikan saat ini.

“Eodi?” Tanyanya mengeraskan
rahangnya membuat sang security terlihat begitu takut
melihat wajah Chanyeol. Ia
hanya mengerjapkan matanya seraya bersusah payah menelan salivanya sendiri.
“EODIGA?” Teriak Chanyeol bergetar hebat.

***

Setelah mendapatkan informasi
mengenai Cathedral tempat
dilangsungkannya acara pengucapan ikrar, Chanyeol langsung bergegas pergi dari tempat itu, menaiki taksi dan
menuju alamat yang diberitahukan sang security padanya. Namja itu langsung membayar dan berlari saat menuruni taksi yang ia tumpangi.
Tepat didepannya saat ini adalah
sebuah Cathedral yang ada di
Myeong-dong.

“Park Jiyeon, habislah kau!”
Geramnya.

“Apa benar pengantin yeojanya
sudah hamil?” Tanya seorang yeoja paruh baya yang melewati Chanyeol.

“Eum! Kudengar seperti itu! Mereka bahkan masih sangat muda!” Jawab seorang yeoja disampingnya. Kedua yeoja paruh baya itu pun memasuki Cathedral.

Chanyeol, hatinya semakin sakit. Apa yang baru saja ia dengar? Pengantin yeojanya sudah hamil?
Apa Jiyeon hamil sebelum menikah? Batinnya berkecambuk.
Chanyeol langsung herhambur
memasuki Cathedral.
Ia dapat melihat seorang yeoja yang tengah mengenakan gaun pengantin berwarna putih tulang tengah berjalan diatas karpet merah. Yeoja itu hendak menghampiri seorang namja
yang ada didepannya. Disampingnya terlihat seorang pendeta yang akan menjadi pemimpin dalam acara
pengucapan ikrar tersebut.
Mata Chanyeol melebar saat
menyadari siapa sosok namja yang tengah tersenyum manis menanti kedatangan yeoja yang tengah melangkah hendak menghampirinya itu.

“Oh Sehun?” Gumamnya.
Matanya memanas.
Oh Sehun?
Diakah sosok namja yang akan
menikah dengan Jiyeon?
Diakah namja yang sudah menghamili Jiyeon?
Kini penyesalan mulai tumbuh
dibenaknya. Menyesal karena telah meninggalkan Jiyeon bersama dengan Sehun. Meski Sehun saudara tiri Jiyeon, namun kekhawatirannya selama ini benarkah menjadi
kenyataan?
Oh Sehun telah merebut
Jiyeon darinya?
Apakah ini nyata?

“HENTIKAN!” Teriak Chanyeol yang langsung membuat seluruh tamu didalam Cathedral menoleh kearahnya begitu pula dengan sosok yeoja yang mengenakan gaun pengantin tersebut.

“L….Luna-ssi?” Gumamnya saat
melihat ternyata sosok yeoja yang mengenakan gaun pengantin yang membelakanginya itu adalah sosok Luna dan bukanlah Jiyeon. Matanya mengerjap berusaha meyakinkan penglihatannya.
Benarkah sosok yeoja yang mengenakan gaun pengantin yang menoleh kearahnya
itu bukanlah Jiyeon melainkan Luna?
Benarkah bukan Jiyeon yang akan menikah dengan Sehun?

“Oppa, apa yang kau lakukan
disana?” Bisik seorang yeoja
berambut pirang panjang lurus
mengenakan gaun putih diatas lutut pada Chanyeol.

“Ji….Jiyeon-ah?” Ucapnya saat
melihat ternyata sosok yeoja yang berbisik padanya adalah Jiyeon. Ia tesenyum lega melihat ternyata bukanlah Jiyeon yang menikah.

Sementara itu, semua tamu didalam Cathedral mulai berbisik. Mulai bertanya-tanya tentang siapa sosok namja tinggi yang tiba-tiba datang
mengganggu acara pengucapan
ikrar.

“Apa yang kau lakukan, eoh?” Tanya Jiyeon saat tiba dihadapan
Chanyeol.

Chanyeol malah tertawa senang.
Tentu saja ia senang karena Jiyeon tidak mengkhianatinya. Karena Jiyeon tidak meninggalkannya.
Karena Jiyeon tidak menikah dengan Oh Sehun. Tentu saja.

“Oppa?”

Chanyeol langsung berhambur
memeluk erat tubuh Jiyeon. Jiyeon terlihat bingung. Meski ia sangat merindukan sosok yang tengah memeluknya saat ini, namun apa maksud Chanyeol berteriak seperti itu? Pikirnya.

Sementara itu, Sehun terlihat
mengurut keningnya.
Apa-apa an ini?
Ini acara pernikahannya, kenapa
malah kedua makhluk itu yang
menjadi pemeran utama disini?

“Oppa?” Bisik Luna pada Sehun. Ia meminta penjelasan.
Ada apa ini?
Bagaimana dengannya yang tiba-tiba terhenti langkahnya karena teriakan Chanyeol?
Bagaimana dengan
pernikahannya?

“Ada apa denganmu, oppa?” Tanya Jiyeon saat Chanyeol melepaskan pelukannya.

“Kupikir kau yang menikah dengan namja brengsek itu!” Jawab Chanyeol seraya mengelus lembut rambut
Jiyeon.

Sedangkan Sehun, ia  berusaha menahan emosinya.
Berani sekali namja tinggi
itu mengatainya brengsek!

“Mwo?”

“Kupikir yeoja yang hamil diluar
nikah itu kau!”

“Mwo?”

Luna, ia terlihat begitu malu.
Bagaimanapun juga ia tau siapa
yang dimaksud Chanyeol.
Semua yang hadir masih
memperhatikan Chanyeol dan juga Jiyeon. Sedangkan Sehun, sepertinya kesabarannya sudah habis.
Cukup!
Ini acara pernikahannya! Dan namja tinggi itu datang setelah 5 tahun hanya untuk menghancurkan acaranya?
Ini sudah cukup!

“KYA! KELUAR KALIAN BERDUA!”
Teriak Sehun dengan wajah memerah karena marah.

Chanyeol dan Jiyeon baru menyadari ternyata bukan hanya mereka berdualah sosok yang ada didalam sana.
Keduanya langsung menoleh kearah Sehun yang berteriak.

“KYA! KELUAR!” Teriaknya lagi dan benar-benar membuat Jiyeon dan juga Chanyeol baru menyadari kesalahan keduanya.
Mereka langsung berlari keluar dari dalam cathedral.

***

Chanyeol, ia terlihat begitu senang. Sedari tadi ia terus tertawa. Sedangkan Jiyeon hanya
memandangnya aneh. Keduanya saat ini tengah berada di Namsan Park tak jauh dari Myeong-dong Cathedral.

“Oppa, geumanhae!” Pinta Jiyeon
yang mulai risih dengan tawa
Chanyeol yang begitu berlebihan.
Para pengunjung yang tak sengaja lewatpun memandang aneh kearah Chanyeol.

“Jiyeon-ah, jadi si brengsek itu
menikah dengan Luna? Hahaha….” Chanyeol kembali tertawa. Ia
menahan perutnya yang terasa sakit karena terlalu lama tertawa. Sedangkan Jiyeon, ia terus saja berdecak kesal.
Memangnya apa yang salah dengan Sehun dan juga
Luna?
Mereka juga kan manusia
normal, wajar saja jika mereka
berdua menikah.

“Dan Luna sudah hamil sebelum
menikah? Hahaha…… Mereka
berdua benar-benar pantas menjadi seorang pelawak!” Lagi-Lagi Chanyeol tertawa.

“Sebenarnya apa yang kau
tertawakan, oppa? Aku sama sekali tidak mengerti!” Protes Jiyeon.

“Kya! Jiyeon-ah! Kau tau bagaimana Luna, bukan? Sejak SMP dia selalu berusaha mengejarku dan memohon
bantuan padamu, bagaimana bisa
dia memilih Sehun sebagai
pendampingnya? Harusnya dia
memilih namja yang lebih hebat
dariku! Hahaha……” Chanyeol kembali tertawa saat mengingat bagaimana Luna dulu selalu mengejarnya dan sekarang malah bersama Sehun yang MENURUTNYA tak lebih baik darinya.
Oh, kau terlalu percaya diri Park Chanyeol. Lihatlah bagaimana kini wajah yeoja yang ada di sampingmu. Jiyeon mulai kesal.
Apa-apa an namja yang ada dihadapannya saat ini?
Mengatakan bahwa ia lebih
hebat dari Sehun?
Bahkan ia telah meninggalkannya selama 5 tahun, bagian mana yang bisa dibilang hebat?
Ternyata bukan hanya tubuhnha yang tinggi, namun namja tinggi itu juga terlalu meninggikan dirinya sendiri.

“Kya! Neo eodiga?” Tanya Chanyeol saat melihat Jiyeon pergi meninggalkannya.

Jiyeon tak menghiraukannya. Ia
terus berjalan menjauh dari namja tinggi itu.
Merasa tidak mendapat respond,
Chanyeol pun langsung mengejar Jiyeon.

“Kya! Neo eodigayo? Apa kau tidak merindukanku, eoh?” Tanya Chanyeol saat berhasil menarik tangan Jiyeon dan membuat yeoja itu kembali
berbalik kearahnya.

Jiyeon lagi-lagi tak menghiraukannya. Yeoja itu hanya terdiam.

“KYA! APA JANGAN-JANGAN KAU
SELINGKUH DIBELAKANGKU, EOH?” Teriak Chanyeol yang mulai kembali berfikir negatif.

Jiyeon dengan kasar menghempaskan tangan Chanyeol. Ia memandang
kesal namja tinggi itu.
Apa yang dia katakan?
Selingkuh dibelakangnya?
Ini sudah 5 tahun, kenapa namja itu malah membuatnya kesal saat kembali bertemu?

“Ne. Aku selingkuh! Kau dengar?”

“MWO?”

“Aku selingkuh. SELINGKUH DENGAN ANDROID. SELINGKUH DENGAN LAPTOP. SELINGKUH DENGAN KOMPUTER. KAU TAU? BEGITU NIKMATNYA SETIAP HARI BERPACARAN DENGAN 3 BENDA ITU. SAAT PASANGAN LAIN BERKENCAN, AKU HANYA DUDUK MEMANDANG LAYAR KOMPUTER. AKU HANYA
BERBARING MENATAP ANDROID. AKU HANYA TERMANGU DIDEPAN LAPTOP. KAU PUAS? AKU BAHKAN LEBIH BAHAGIA DIBANDING PASANGAN
LAIN YANG MENGHABISKAN
KEBERSAMAAN MEREKA BERDUA
DISEBUAH CAFE ATAU TAMAN.
NAEGA, NEOMU-NEOMU
HAENGBOKHAE. JEONGMAL HAENGBOKHAEYO!” Teriak
Jiyeon kesal. Akhirnya yeoja itu mengeluarakan semua perasaan yang ia tahan selama 5 tahun itu.
Akhirnya ia mengatakan semuanya.

Sedangkan Chanyeol, mulutnya
melebar mendengar ucapan Jiyeon.

“Huft…” Jiyeon menghembuskan nafasnya, seolah beban yang ia pikul selama 5 tahun terakhir ini berkurang dengan mengatakan itu semua. Betapa tersiksanya ia selama 5 tahun ini tanpa sosok namja tinggi itu.

“Geurae, aku akan hidup normal
mulai hari ini. Aku akan mencari
sosok namja yang benar-benar bisa kukencani!” Tambahnya kembali pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol melebarkan matanya.
Ia mulai terlihat panik.
Jiyeon akan mencari namja lain? ANDWAE!
Chanyeol langsung mengejar Jiyeon dan kembali menarik tangan yeoja itu dan berhasil membuat tubuhnya berbalik kearah Chanyeol.

~CUP~

Jiyeon melebarkan matanya saat
Chanyeol mendaratkan bibirnya
tepat dibibir Jiyeon.
Hangat.
Itu yang ia rasakan.
Sepertinya 5 tahun tak mengubah kehangatan bibir Chanyeol.

Chanyeol langsung mendekap
pinggang Jiyeon dan memperdalam ciumannya. Melumat lembut bibir itu serta bermain dengan lidahnya.
Jiyeonpun mulai memejamkan kedua matanya, mulai menikmati permainan bibir Chanyeol pada bibirnya. Iapun mulai membalas setiap aksi yang Chanyeol berikan padanya.

***

Sehun, ia memandang horor sosok Chanyeol. Saat ini mereka tengah berada dikediaman Oh Family. Chanyeol hanya menelan salivanya saat ditatap seperti itu oleh Sehun.
Ternyata tatapan Sehun mampu
membuat ia takut juga.

“Chanyeol-ssi, kenapa tidak
memberitahukan terlebih dahulu pada kami kalau kau akan kembali ke Korea?” Tanya Oh Hyerin eomma Sehun mencoba mencairkan suasana.
Setelah resepsi pernikahan yang
dilangsungkan dikediaman Oh Family usai, Chanyeol diundang untuk makan malam bersama.

“Eoh? Itu karena Jiyeon sangat
sibuk. Aku mendadak kembali karena mengkhawatirkannya!” Jawab Chanyeol jujur.

“Jiyeon sibuk membantu pernikahan Sehun dan juga Luna. Hyuna dan nampyeonnya tidak dapat hadir pada hari dilaksanakannya pernikahan karena tengah berlibur ke Hongkong. Mianhae karena telah
membuatmu khawatir, Chanyeol-ssi!” Tambah Heechul merasa tak enak hati pada kekasih putri nya itu.

“Ne, gwaenchananyo abeonim!”
Jawab Chanyeol.

Luna yang tengah makan langsung tersendak saat mendengar Chanyeol memanggil Heechul dengan sebutan abeonim.
Jiyeon langsung memberikan Luna segelas air putih.
Sedangkan Sehun, ia tersenyum
miring seraya masih memandang horor ke arah Chanyeol.

“Untuk kejadian di Cathedral, saya benar-benar minta maaf. Kupikir Jiyeonlah yang akan menikah dengan NYA!” Tambah Chanyeol mengangkat
dagunya kearah Sehun saat
mengucapkan kata NYA.
Sehun yang sudah mengangkat
tangannya bermaksud memukul
Chanyeol hendak berdiri,

“Kya!” Hyerin langsung mencegahnya. Sehunpun kembali duduk.

“Neo! Sama sekali tidak berubah!
Kau masih seperti bocah!” Ucap
Sehun kesal.

“MWO? M….MWORAGO?”

“Bocah! Kau dengar? Mana ada orang dewasa yang berfikiran kalau saudara tiri akan menikah!”

“MWO?”

“Kau hanya mengganggu acaraku!
Kau menghancurkan pernikahanku!” Tambah Sehun.

“Huft…” Chanyeol menghembuskan nafasnya
kesal. Ia tersenyum sinis pada
Sehun.
Bocah?
Lagi-lagi namja brengsek itu
mengatainya bocah?

“Jiyeon-ah?” Bisik Luna pada Jiyeon.

“Eum?”

“Apa kita akan baik-baik saja saat
menjadi satu keluarga?” Tanya Luna.

“Nan molla!” Jawab Jiyeon seraya
mengangkat kedua bahunya.

“Apa kau juga bukan bocah, eoh?
Orang dewasa mana yang
menghamili seorang yeoja sebelum menikahinya?” Timpal Chanyeol tak mau kalah.

Semua yang ada disana melebarkan mata saat Chanyeol mengatakan hal itu.
Sepertinya ucapan Chanyeol
membuat peperangan kembali terjadi.

“MWO?” Teriak Sehun kesal seraya bangkit dari kursinya.

Heechul terlihat mengerjapkan
matanya. Kedua namja muda ini
benar-benar membuat kepalanya sakit saja.

“Wae? Bukankah itu benar?”

“KYA!”

Hyerin dan juga Luna langsung
menghalangi Sehun yang hendak
menghambur menghajar Chanyeol. Sedangkan Heechul, ia hanya mengurut kepalanya yang terasa pening karena tingkah kedua namja itu.

“Kajja!” Ajak Jiyeon berusaha
menjauhkan Chanyeol dari Sehun yang sudah mengamuk.

“Dasar bocah!” Ledek Chanyeol pada Sehun.

“KYA!” Teriak Sehun tak terima.

***

“Kenapa kalian pindah rumah?”
Tanya Chanyeol pada Jiyeon.
Keduanya kini tengah berjalan kaki tak jauh dari kediaman Oh Family.

“Saat Hyuna eonnie menikah, appa dan juga eomma memutuskan untuk.membeli sebuah rumah di
Pyeongchang-dong. Dan kamipun
tinggal disini!” Jawab Jiyeon.

“Bagaimana dengan rumah di
Daegu?”

“Aku masih sering berkunjung kesana. Bahkan tinggal disana selama beberapa hari. Aku berharap eomma akan datang. Namun hingga detik ini, ia tak kunjung datang!” Jawab Jiyeon tertunduk sedih.

“A…..h, kenapa dingin sekali!” Ucap Chanyeol langsung merangkul pundak Jiyeon membuat Jiyeon langsung menoleh kearahnya.

“Wae?”

Jiyeon tak menjawab.

“Jangan berfikir yang tidak-tidak!
Kau lihat? Aku hanya mengenakan T-shirt ini. Jadi wajar saja kalau aku begitu kedinginan!” Tambah Chanyeol.

Jiyeon masih memandangnya.
Chanyeol terlihat salah tingkah. Ia menjadi gugup dan langsung
melepaskan tangannya dari pundak Jiyeon.

“Berhenti menatapku seperti itu!
Apa aku terlihat seperti namja
mesum, eoh?”

Jiyeon hanya mengerjapkan matanya secara perlahan dan masih memandang sosok Chanyeol.

“Kya! Geumanhae!” Rengek
Chanyeol.

“Oppa?”

“Wae?” Tanya Chanyeol masih
merengek.

“Berapa hari kau tidak mandi, eoh?”

“Ne?” Tanya Chanyeol terkejut.

“Tubuhmu bau sekali!”
#Gubrak

“MWO?”

Jiyeon langsung berjalan
mendahului Chanyeol.

“KYA!” Teriak Chanyeol kesal.

“PALLI! AKAN KUCARIKAN SEBUAH HOTEL UNTUKMU! KAU HARUS SEGERA MEMBERSIHKAN TUBUHMU ITU!”

“Apa benar-benar bau?” Gumam
Chanyeol seraya mengendus
tubuhnya.

“KYA! TUNGGU!” Teriak Chanyeol saat melihat Jiyeon yang sudah berjalan jauh didepannya.

***

Jiyeon terlihat tengah asyik
memandangi foto-foto yang ada
dilayar android milik Chanyeol.
Ternyata namja itu memiliki banyak foto tentang dirinya.

“Apa yang kau lihat?” Tanya
Chanyeol saat keluar dari dalam
kamar mandi. Keduanya saat ini tengah berada di The Grand Hotel Myeongdong.

“Eoh? Aniya!” Jawab Jiyeon seraya meletakkan kembali android milik Chanyeol.
Chanyeol yang hanya mengenakan handuk dipinggangnya langsung
mendekat kearah Jiyeon yang tengah duduk di atas ranjang hotel membuat Jiyeon mengerjapkan matanya saat
tubuh Chanyeol semakin mendesak tubuhnya hingga tubuhnya tepat mengenai kasur ranjang.

“A…..Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Jiyeon gugup saat Chanyeol tepat berada diatas tubuhnya yang sudah terbaring diatas ranjang.

Chanyeol tak menjawab dan semakin mendekatkan wajahnya. Jiyeon mulai menutup rapat mulut dan juga kedua matanya. Terlihat kedua alisnya ikut menaut.

“Apa kau berharap aku melakukan hal yang sama seperti yang namja brengsek itu lakukan pada Luna, eoh?” Ucap Chanyeol seraya mengambil ransel yang tepat berada
disamping Jiyeon dan langsung
kembali bangkit.

Jiyeon kembali membuka kedua
matanya dan kembali bangkit.
Ia melihat Chanyeol yang tengah
membuka ransel miliknya dan
mengambil sebuah T-shirt berwarna hitam serta celana pendek selutut dari dalam ransel itu.

“Jangan berfikir aku akan melakukan hal bodoh itu padamu sebelum kita menikah!” Tambah Chanyeol kembali
masuk kedalam kamar mandi
bermaksud hendak mengenakan
pakaian yang ia ambil dari dalam
ransel yang ia bawa.

“KYA! SIAPA YANG MENGHARAPKAN HAL ITU?” Teriak Jiyeon kesal. Wajahnya
terlihat bersemu merah karena
malu.

***

Chanyeol, dengan T-shirt hitam
pekat dipadu dengan jaket hitam
bermotif putih terlihat tengah
menanti kedatangan Jiyeon di
Namsan Park tak jauh dari The
Grand Hotel Myeongdong.

“OPPA!”

Chanyeol langsung menoleh kearah Jiyeon saat yeoja itu berteriak padanya.
Semalam, setelah Jiyeon
mencarikannya hotel, yeoja itu
kembali pulang kekediamannya di Pyeongchang-dong.

Chanyeol langsung bangkit dari kursi taman yang ia duduki. Ia melempar senyum pada yeoja itu.

“Annyeonghasaeyo, Chanyeol-ssi!” Sapa Hyuna yang ternyata ikut mengekor dibelakang Jiyeon.

“Nuna! An……. KYA! NEO?” Tunjuk Chanyeol pada sosok namja tinggi yang ada disamping Hyuna.

“Kya! Jaga bicaramu, oppa!” Protes Jiyeon dan langsung menurunkan telunjuk Chanyeol menggunakan tangannya.

“Annyeonghasaeyo, Chanyeol-ssi!” Sapa namja tinggi itu pada
Chanyeol.

“Eoh, apa kalian sudah saling
mengenal sebelumnya?” Tanya
Hyuna.

“Eum. Chanyeol-ssi ini oppa Jiyeon sebelum menjadi namjachingunya. Kami pernah bertemu saat B.A.P konser di Daegu!”

“Ne, eonnie. Yongguk oppa benar. Mereka pernah bertemu
sebelumnya. Kau tau bukan? Aku ini fans B.A.P terutama Yongguk oppa. Itu sebabnya aku merasa senang mempunyai kakak ipar seperti dia!” Tambah Jiyeon ikut membenarkan
pernyataan namja tinggi yang
ternyata Bang Yongguk sang leader dari grup B.A.P itu.

“MWO? KAKAK IPAR?” Teriak
Chanyeol terkejut.

“Eum! Yongguk oppa adalah
nampyeon Hyuna eonnie!” Jawab
Jiyeon.

“Huft…” Chanyeol terlihat menghembuskan nafasnya.
Kenyataan apa lagi ini?
Setelah Sehun dan juga Luna,
sekarang Bang Yongguk.
Kenapa orang-orang itu tak pernah jauh dari kehidupannya dan juga Jiyeon? Batinnya meringis.

“Wae?” Tanya Hyuna.

“Ani. Gwaenchana. Nuna, kuharap kau bisa menjaga nampyeonmu ini dengan baik! Aku akan membawa Jiyeon ke Daegu untuk beberapa hari. Titipkan salamku untuk
abeonim dan juga eommanim!
Annyeong!” Jawab Chanyeol yang langsung menarik tangan Jiyeon dan menjauh dari Hyuna dan juga Yongguk.

“Oppa?” Tanya Jiyeon yang terlihat bingung melihat tingkah Chanyeol.

Chanyeol tak menanggapinya. Ia
terus berjalan menjauhi dua
makhluk yang ada dibelakangnya.
Lebih tepatnya menjauhkan sosok Jiyeon dari Yongguk.

“Wae?” Tanya Hyuna yang juga
terlihat bingung dengan sikap
Chanyeol.

“Anak itu sama sekali tidak
berubah!” Ucap Yongguk.

“Mwo?”

“Dia akan cemburu jika Jiyeon
berdekatan dengan namja lain.
Beruntung sekali mereka berdua
bukanlah saudara kandung!” Jawab Yongguk.

“Jadi Chanyeol-ssi cemburu padamu, oppa? Hahaha…..”

“Wae? Kenapa tertawa?”

“Dia juga sering bersikap seperti itu saat Jiyeon dekat dengan Sehun!”

“Jeongmal?”

“Eum!”

“Hahaha….” Keduanya tertawa bersama.

Jiyeon, ia selalu mengajak Hyuna
untuk menemaninya menonton
konser B.A.P. Hingga akhirnya baik Hyuna maupun Yongguk memiliki ketertarikan satu sama lain. 2 tahun menjalin hubungan dan akhirnya mereka berduapun memutuskan untuk menikah. 8 bulan sudah usia pernikahan mereka dan dokterpun
memberitahukan bahwa Hyuna
tengah mengandung dan usia
kandungannya sudah menginjak 2 bulan. Yongguk pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari B.A.P
dan lebih memilih untuk fokus
menjaga dan merawat Hyuna dan juga bayi yang ada didalam perut yeoja itu. Namun Yongguk masih tetap aktif menjadi seorang komposer bagi grup yang sudah membesarkan namanya itu. Ia dan Hyuna pun memutuskan untuk tinggal disebuah apartement
dikawasan Gangnam.
Sepertinya setelah kembali berlibur dari Hongkong, Hyuna dan juga Yongguk memutuskan untuk mengantar Jiyeon menemui Chanyeol karena mereka pun sudah lama tidak
bertemu dengan namja tinggi itu.

***

“Berhenti tertawa, oppa!” Perintah Jiyeon kesal karena Chanyeol terus saja tertawa saat melihat Amber yang mengenakan seragam kepolisian begitu terlihat aneh baginya.
Keduanya saat ini tengah berada di kantor kepolisian Daegu Seobu tempat Amber bekerja.

“Apa aku terlihat sangat aneh, eoh?” Bisik Amber pada Jiyeon.

“Ani.” Jawab Jiyeon.

“KYA!” Teriak Jiyeon dan berhasil
membuat Chanyeol terdiam.

“Apa selama kau tinggal di Jepang, kau tidak tau bagaimana caranya bersikap baik saat bertemu dengan teman lama eoh?” Tanya Jiyeon kesal
karena tingkah Chanyeol yang tidak sopan menertawakan aparat kepolisian yang tidak lain adalah Amber itu.

***

“Apa dia tidak salah memberikan
alamat?” Tanya Chanyeol pada
Jiyeon. Keduanya saat ini tengah berada diatas gunung Pulgong yang memiliki ketinggian 1,192 meter diatas permukaan laut.
Tepat dihadapan mereka saat ini
berdiri kokoh sebuah kuil dan
terdapat banyak patung budha dan juga pagoda disana.

“Benar. Ini tempatnya. Amber
mengatakan bahwa pamannya
pernah melihat eomma disini
beberapa waktu lalu.” Jawab Jiyeon. Ternyata maksud mereka menemui Amber adalah untuk mencari informasi mengenai keberadaan Shinhye.

“Eomma!” Panggil Jiyeon saat
melihat sosok Shinhye yang tengah membersihkan salah satu Pagoda yang ada disana.

“Ji….Jiyeon-ah! Chanyeol-ah!”
Gumam Shinhye saat menydari
kehadiran 2 orang yang pernah
menjadi anaknya itu.

***

“Eomma!” Rengek Jiyeon.
Ketiganya saat ini tengah berada
disalah satu pondok dibelakang kuil. Shinhye memberikan mereka berdua secangkir teh.

“Kajja kita pulang!” Tambah Jiyeon membuat Shinhye hanya dapat menunduk malu.
Malu karena telah membohongi
kedua putra-putri yang ada
dihadapannya saat ini.
Malu karena telah berusaha memisahkan mereka.

Jiyeon kemudian menggenggam erat kedua tangan Shinhye. Air matanya tak dapat terbendung lagi. Ia begitu merindukan sosok eommanya itu.

“Eomma! Hiks…”

Shinhyepun ikut meneteskan air
mata. Sudah 5 tahun sejak
menghilangnya ia. Jiyeon dan juga Chanyeol kini sudah tumbuh dewasa.

“Pulanglah bersama kami. Aku akan menikah dengan Jiyeon dan eomma yang harus menjadi walinya.” Ucapan Chanyeol sukses membuat Shinhye dan juga Jiyeon menoleh kearahnya.

“Oppa?”

“Kita bertiga akan tinggal di Daegu seperti dulu. Tidak ada Jepang, Seoul ataupun Pulgong. Kita hanya akan tinggal di Daegu. Kita akan membangun sebuah restorant disana. Restorant Park Family. Kita bertiga. Ya, hanya kita bertiga. Kita akan membangun kembali Park
Family yang terpisah selama 5
tahun. Kita bertiga akan sama-sama membangun sebuah keluarga bahagia seperti dulu.”

“Hiks…” Ketiganya menangis mendengar ucapan Chanyeol. Mereka bertiga pun saling berpelukan melepas rindu yang selama 5 tahun ini mereka tahan.

***

” KYA! KELUAR KAU CHANJI!” Teriak Chanyeol pada bocah namja berusia 2 tahun itu.

” Kya! Jangan berteriak pada
anakku!” Timpal Jiyeon.

“Jiyeon-ah, aku sudah lama
menahannya. Kita harus memberikan Chanji dongsaeng!” Rengek Chanyeol.

Chanyeol dan Jiyeon, usia
pernikahan mereka sudah 3 tahun lamanya dan mereka baru memiliki seorang putra.
Saat ini ketiganya tengah berada
didalam kamar mereka di Home Park Family di Daegu.

“KYA! KENAPA KAU MALAH
MEMELUKNYA?” Teriak Chanyeol saat Jiyeon coba menidurkan Chanji.

“Kau ini berisik sekali!” Jawab Jiyeon seraya menggendong Chanji dan bangkit dari atas ranjang.

“KYA! NEO EODIGA?”

“Aku akan tidur dikamar Chanji.”

“KYA! BAGAIMANA DENGANKU?” Protes Chanyeol tak terima Jiyeon meninggalkannya di atas ranjang kamar mereka sendirian demi Chanji anaknya.

“Kau tidur disini saja! Kau
mengganggu Chanji dengan suaramu itu!” Jawab Jiyeon keluar dari dalam kamarnya.

“EOMMA….” Rengek Chanyeol kesal pada eommanya yang membiarkan Chanji kabur dari dalam kamarnya dan masuk kedalam kamar mereka berdua.

“Kenapa Chanji harus terlahir
dengan cepat? Aku bahkan belum puas bersama dengan Jiyeon! Huaaaaa…..” Rengeknya lagi. Chanyeol langsung bangkit dari atas ranjang.

“Andwae! Aku tidak akan tinggal
diam. Setelah Chanji tidur, aku akan menyerangmu. Habislah kau, Park Jiyeon!” Gumamnya tersenyum iblis.

***

Sampai jumpa lagi di FF selanjutnya!
Mungkin kapan-kapan author posting FF lagi di WP, nunggu para readers nya berhenti jadi siders 😀
Author tunggu kritik dan sarannya!
Coment jusaeyo! 😉

FF Chanyeol Jiyeon (Park Couple) I Like You The Best (Part 5)

image

         I LIKE YOU THE BEST
                              (part 5)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Oh Sehun (EXO)
Kim Hyuna (4minute)
Kim Heechul (Super Junior)
Oh Hyerin (After School)

Songfict :
T-ara N4 ft Double Kick Can We Love

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : Part 5 datang. Pernah authot posting di tanggal 27 Mei 2014 silam.
HAPPY READING!
DON’T PLAGIARISM!

***

Terlihat tiga namja dan satu yeoja yang tengah menunggu dengan cemas didepan ruang UGD yang ada di Cheil
General Hospital. Mereka tengah
menunggu dua yeoja yang tengah melakukan operasi transplantasi ginjal.

Jiyeon, setelah ia mengetahui
kebenaran mengenai kelahirannya, ia langsung datang ke rumah sakit di Seoul dan melihat keadaan eonnie
kandungnya, yakni Kim Hyuna.

” geogjeonghaji maseyo! Yeoja itu akan baik-baik saja!” Ucap Sehun pada Chanyeol yang kemudian berhasil membuat
Chanyeol menoleh kearah
Sehun. Ia masih kesal karena Sehun telah berani memeluk yeoja yang ia cintai itu.

“Ck, Tentu aku tau dengan
SANGAT JELAS bagaimana Jiyeon. Dan perlu kau ingat! Yeoja itu memiliki nama. Dan dia adalah Park Jiyeon. ” Balas Chanyeol dingin.

“Huft….” Sehun hanya dapat menghembuskan nafasnya karena tingkah Chanyeol yang menurutnya terlalu berlebihan itu.

“Kau ini kekanak-kanakan sekali. Apa kau masih marah karena aku
memeluknya, eoh? Bukankah kau sudah mengetahui semua
kebenarannya!”

“Mwo? Kau bilang aku kekanak-
kanakan? Kya! Berapa usiamu, eoh? Aku bahkan lebih tua darimu!” Timpal Chanyeol kesal.

“Eotteon. Terlihat jelas dari kerutan yang ada diwajahmu itu!” Balas Sehun seraya menunjuk beberapa titik di wajah Chanyeol.

“MWO?” Teriak Chanyeol.

“Kya! Bisakah kalian diam! Ini rumah sakit!” Ucap Oh Hyerin eomma, Oh Sehun.

“Dan kau Sehun, jangan
mengganggunya!” Tambah sang
eomma.

“Siapa yang mengganggunya,
eomma? Namja ini yang terlalu
berfikir kekanak-kanakan!” Balas
Sehun membela diri.

“MWO?” Chanyeol kembali berteriak.

“Diamlah! Tak bisakah kalian
tenang? Bisakah kalian diam dan
berdo’a untuk keselamatan mereka yang ada didalam sana!” Ucap Heechul yang sepertinya mulai merasa kesal.

Chanyeol dan Sehunpun terdiam.
Oh Hyerin langsung memeluk lengan Heechul.

“Gwaenchana. Kedua putri kita
sangat kuat! Mereka berdua pasti
bisa melewati ini semua!” Ucap
Hyerin menenangkan.

Heechul, ia sungguh beruntung bisa memiliki anae sebaik Hyerin. Meski Hyuna bukanlah puteri kandungnya, namun yeoja itu dengan baik hati
mau merawat dan menyayangi Hyuna dengan sepenuh hatinya. Bahkan iapun juga mau menerima kehadiran Jiyeon dihidupnya.

Bagaimana dengan Shinhye? Sejak terbongkarnya kelahiran Jiyeon, ia pergi entah kemana. Hingga detik ini, tak ada kabar darinya. Mungkin ini memang balasan untuknya karena telah meninggalkan kedua orangtuanya demi menikah dengan Yunho. Mulai dari anak dalam kandungannya yang meninggal dunka, Suaminya meninggal, Hingga Chanyeol dan juga Jiyeon yang sudah ia
anggap seperti anak kandungnya sendiripun meninggalkannya. Sepertinya tuhan benar-benar ingin membuatnya hidup sendirian dalam menjalani hari-
harinya.

***

“Neomu appo?” Tanya Chanyeol pada Jiyeon yang saat ini tengah
terbaring diatas ranjang rumah sakit. Pasca operasi transplantasi ginjal yang di lakukannya, Jiyeon langsung dipindahkan ke
ruang rawat.

“Eum!” Jawab Jiyeon seraya
menganggukkan kepalanya.

“Oppa, neo appa eotteokhae?” Tanya Jiyeon menanyakan kabar appa Chanyeol.

“Eoh, ada banyak keluarga disana. Ada banyak orang yang merawatnya.” Jawab Chanyeol.

“Apa oppa akan kembali ke Jepang?” Tanya Jiyeon sedikit sedih.

“Wae? Apa kau ingin oppa tetap
tinggal disini, eoh?”

“UNTUK APA KAU DATANG JIKA PADA AKHIRNYA KAU AKAN PERGI LAGI!” Teriak Jiyeon kesal.

“KYA! INI SEMUA ADALAH SALAHMU! KENAPA KAU TIDAK PERNAH MEMBALAS SURATKU, EOH? KAU TAU? AKU SANGAT KHAWATIR KARENA HAL ITU!” Teriak Chanyeol tak mau kalah.

“MWO? KYA! SURAT APA? KAU
BAHKAN TIDAK MEMBALAS EMAILKU!” Balas Jiyeon membela diri.

“Kya! Kya! Kya! Kalian berdua ini
berisik sekali!” Sembur Sehun yang baru memasuki ruang rawat Jiyeon bersama dengan Hyuna yang duduk diatas kursi roda. Kontan saja itu membuat Jiyeon dan juga Chanyeol menghentikan perdebatan
mereka dan langsung menoleh
kearah Sehun dan juga Hyuna.

Hyuna, yeoja itu tersenyum manis pada Jiyeon begitu pula dengan Jiyeon. Sedangkan Chanyeol, ia seolah enggan bertemu dengan Sehun.

“Bagaimana keadaanmu? Apa masih terasa sakit?” Tanya Hyuna lembut.

“Anio. Gwaenchana. Aku baik-baik saja!” Jawab Jiyeon berbohong.

Sehun merasa ada atmosfer
kecanggungan antara Jiyeon dan
juga Hyuna.

“KYA! APA YANG KAU LAKUKAN?” Teriak Chanyeol saat Sehun menyeretnya keluat dari dalam ruang rawat Jiyeon.

“Huft…” Sehun terlihat menghembuskan nafasnya saat keduanya sudah berada diluar ruang rawat Jiyeon.
Dengan kesal, Chanyeol langsung
menghempaskan tangan Sehun.

“APA KAU SUDAH GILA, EOH? BERANI SEKALI KAU MENYENTUHKU!” Teriak Chanyeol.

“Kau ini berisik sekali! Apa kau tidak bisa membaca situasi, eoh? Kedua kakak beradik itu baru bertemu setelah 17
tahun. Mereka butuh waktu untuk berdua.”

Chanyeol terdiam. Ia baru menyadari hal itu.

“Kya! Berapa usiamu?” Tanyanya
pada Sehun.

“Wae? Kenapa kau menanyakannya?” Tanya Sehun curiga.

“Aissh, kau hanya perlu
menjawabnya saja! Apa itu sulit?”

“17 tahun. Wae?”

Chanyeol tertawa sinis mendengar jawaban Sehun.

“Kya! Kau harus memanggilku Hyung! Usiaku lebih tua 2 tahun darimu!” Balas Chanyeol bangga.

“Apa itu penting?” Ucap Sehun
seraya melangkah meninggalkan
Chanyeol.

“KYA!” Teriak Chanyeol kesal.

Sementara itu Jiyeon dan Hyuna,
Keduanya masih terdiam. Hyuna
mendorong kursi rodanya membuat jarak antara ia dan juga Jiyeon berkurang.

“Eonnie!” Ucap Jiyeon saat melihat Hyuna mulai mendekat.

Hyuna, Ia merasa sangat senang karena Jiyeon memanggilnya eonnie.

“Jiyeon, itukah namamu?” Tanya
Hyuna yang tak pernah memudarkan sedikitpun senyum dibibirnya untuk
Jiyeon.

“Eum!” Jawab Jiyeon menunduk
seraya menganggukkan kepalanya.
Jiyeon, ia menyembunyikan air
matanya dengan menunduk.
Hyuna menyadari hal itu. Ia langsung mengelus lembut tangan Jiyeon dan berhasil membuat Jiyeon terisak.

“Hiks…”

“Uri dongsaeng!” Ucap Hyuna.
Ia langsung memeluk tubuh Jiyeon.

“Hiks….” Jiyeon, ia menangis didalam pelukan Hyuna begitu pula dengan Hyuna yang tidak bisa menahan harunya.

“Eonnie! Hiks…” Ringis Jiyeon.

“Gwaenchana, eonnie ada disini!”
Jawab Hyuna.

Keduanyapun menangis bersama. 17 tahun sepertinya waktu yang sudah cukup untuk membuat mereka berdua
terpisah.

Sementara itu, Chanyeol mulai
mengkhawatirkan keadaan Shinhye. Bagaimanapun juga Shinhye adalah orang yang telah dengan tulus menyayangi dan juga merawat dirinya bersama Jiyeon.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya
Sehun. Keduanya saa ini tengah berada dikantin rumah sakit.

“Itu bukan urusanmu!” Jawab
Chanyeol dengan ketusnya.

“Dasar bocah!” Gumam Sehun dan terdengar jelas oleh Chanyeol.

“Kya! Mworago? Apa yang baru saja kau katakan, eoh? Bocah? Kau yang masih bocah! Kau dengar itu?” Timpal Chanyeol kesal.

“Bagaimana sikapmu ini tidak
disebut bocah, kau marah padaku dengan alasan yang tidak jelas!” Balas Sehun.

“Tidak jelas? Kau bilang tidak jelas? Apa kau memeluk Jiyeon seenaknya itu bukanlah hal yang jelas, eoh?” Chanyeol tak mau kalah.

“Aigoo, kau masih mempermasalahkan hal itu? Aku ini saudara tirinya dan aku sama sekali tidak tertarik
dengan yeoja cerewet seperti dia!”

“M….Mwo? Mworago? Cerewet?
Berani sekali kau mengatainya
cerewet!”

“Aissh, kalian berdua ternyata sama-sama cerewet. Dasar Two Park! Duo Couple Cerewet!” Tambah Sehun yang langsung beranjak dari kursinya dan
pergi meninggalkan Chanyeol.

“KYA!” Teriak Chanyeol kesal karena Sehun lagi-lagi meninggalkannya.

“Aku bisa gila kalau punya adik ipar seperti dia!” Gumam Chanyeol.

“Adik ipar?” Chanyeol tersenyum
malu saat mengucapkan kata itu.

“Aigoo, Jiyeon-ah! Kau harus segera menikah denganku!” Gumamnya tersipu malu namun terlihat begitu aneh bagi siapapun yang melihatnya.

***

@Seoul National Cementery

“Ini adalah makam eommamu,
Jiyeon-ah!” Ucap Heechul pada
Jiyeon. Heechul, Oh hyerin, Oh Sehun, Kim Hyuna, Chanyeol, dan juga Jiyeon saat ini tengah berada tepat didepan makam Kim Tae Hee, eomma kandung Jiyeon. Jiyeon mulai berjongkok.

“Eomma…!” Lirihnya. Ia tak dapat membendung lagi kesedihannya. Air matanya tumpah diatas makam sang
eomma. Sejak ia lahir hingga
tumbuh besar seperti sekarang, ia belum pernah bertemu sekalipun dengan eomma kandungnya itu.

Hyuna langsung ikut berjongkok dan menepuk pelan pundak Jiyeon, memberikan suatu kenyamanan pada dongsaengnya itu.

“Gwaenchana!” Bisiknya.
Heechulpun ikut berjongkok.

“Ini putrimu, Tae Hee-ah! Dia
datang! Mianhae karena selama 17 tahun ini aku telah memisahkan kalian berdua. Mianhae!” Tangis Heechulpun pecah. Ia benar-benar
merasa bersalah atas kematian Tae Hee.

Tae Hee, yeoja itu menjadi depresi setelah diberitahukan Heechul bahwa anaknya meninggal dunia. Meski saat itu sudah ada Hyuna, namun itu tak
dapat mengobati rasa sedihnya. Ia merasa bersalah karena tidak dapat melahirkan anaknya dengan baik. Ia mengutuk dirinya sendiri akan kematian anaknya.
Kenapa bukan anaknya saja yang hidup?
Kenapa mesti anaknya yang meninggal?
Ia juga merasa bersalah pada Hyuna karena gagal memberikan dongsaeng
untuknya. Begitu pula pada
Heechul. Ia merasa telah gagal
menjadi seorang istri karena tidak bisa menyelamatkan anak kedua mereka. Tae Hee pun mulai sakit-sakitan hingga akhirnya ia meninggal dunia. Heechulpun tak pernah
berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu semua.

Hyuna, ia berusaha menenangkan dongsaeng dan juga appanya. Ia memeluk keduanya. Meski ia tidak
bisa memperbaiki kejadian dimasa lalu, namun ia bisa mengubah kejadian dimasa yang akan datang.

“Kenapa ini begitu mengharukan?” Gumam Chanyeol membuat Sehun langsung menoleh kearahnya.

“Kau ini cengeng sekali!” Ejek
Sehun saat melihat Chanyeol yang tengah menghapus air mata yang terjatuh dipipinya.

“Mwo?”

“Eomma, aku akan berkunjung
kemakam appa terlebih dahulu!”
Ucap Sehun pada Oh Hyerin dan
langsung meninggalkan semuanya.

Oh Hyerin hanya mengangguk pelan. Sedangkan Chanyeol, namja itu benar-benar merasa kesal karena Sehun lagi-lagi
mengabaikannya.

“Apa appanya sudah meninggal?”
Gumam Chanyeol saat melihat
kepergian Sehun.

“Untuk apa kau memikirkannya? Itu sama sekali bukanlah urusanmu, Park Chanyeol!” Monolognya.

Hyerin langsung menoleh kearahnya dengan tatapan aneh.

“Wae?” Tanya Chanyeol heran.

“Apa kau putera Park Shin Hye?”

“Ani. Aku bukanlah puteranya.
Namun dia sudah menganggapku
seperti puteranya begitu pula
sebaliknya.”

Hyerin hanya menganggukkan
kepalanya.

“Apa kau dulu tinggal bersama
Jiyeon?”

“Eum. Sebelum kami mengetahui tentang riwayat kelahiran kami, kami adalah sepasang kakak beradik. Kami
sangat populer disekolah.”

Hyerin lagi-lagi hanya
menganggukkan kepalanya.
Chanyeol merasa bingung atas
semua pertanyaan eomma Oh Sehun itu. Namun, sepertinya eomma Oh Sehun lebih menarik dibandingkan anaknya.

***

“Jiyeon-ah! Mulai besok tinggallah di Seoul! Appa akan mengurus semua kepindahanmu!” Ucapan Heechul sukses membuat
Jiyeon dan juga Chanyeol menghentikan aksi makan mereka. Semuanya saat
ini tengah berada dikediaman
keluarga Oh.

“Ne, eomma setuju. Akan lebih
menyenangkan jika eomma memiliki dua putri sekaligus. Usiamu juga sepertinya sama dengan Sehun. Kau bisa menjadi saudara yang baik baginya.” Tambah Hyerin begitu
berantusias.

Chanyeol langsung memandang
horor Sehun yang ada disampingnya dan tentu saja itu membuat Sehun merasa tidak nyaman.

“Berhenti memandangku seperti itu! Kau dengar? Saudara! Apa kau tidak
mengerti arti dari kata Saudara?”
Ucap Sehun yang sepertinya
mengerti dengan apa yang dipikirkan Chanyeol tentangnya.

“Memangnya apa yang kukatakan?” Timpal  Chanyeol membela diri.

Hyuna terkekeh melihat kelakuan dua namja yang ada dihadapannya saat ini.
Sedangkan Jiyeon, yeoja itu hanya terdiam.

“Apa kau namja chinguya Jiyeon,
Chanyeol-ssi?” Tanya Hyuna membuat Chanyeol langsung gugup mendapat pertanyaan dari eonnie yeoja yang ia
cintai itu. Sejujurnya ia pun belum pernah menyatakan perasaannya pada Jiyeon. Mereka berdua juga tidak ada status layaknya seperti sepasang
kekasih.

Chanyeol hanya menggaruk
tengkuknya yang tidak gatal. Ia
benar-benar bingung harus
menjawab apa.

“Pabo!” Gumam Sehun yang melihat tingkah aneh Chanyeol.

“Mwo?”

“Appa, mianhae! Aku tidak bisa
melakukannya! Aku masih ingin
melanjutkan sekolahku di Daegu
hingga aku lulus nanti. Lagipula,
aku juga belum mendapatkan kabar apapun tentang Shinhye eomma. Entah dimana keberadaannya saat ini. Apakah ia baik-baik saja atau tidak!” Jawab Jiyeon seraya menundukkan kepalanya sedih.

Chanyeol mengerti benar dengan perasaan Jiyeon. Betapapun buruknya Shinhye,
namun selama mereka tinggal
bersama dengan yeoja itu, mereka selalu mendapatkan perlindungan layaknya dari eomma kandung sendiri. Hanya
saja yang berbeda adalah karena mereka berdua tidak terlahir dari rahim Shinhye.

“Kau masih menganggapnya eomma? Dia yang menyebabkan kau terpisah dengan keluarga kandungmu sendiri, Jiyeon-ah!” Tambah Hyerin.

“Gwaenchana! Apapun keputusanmu, appa akan selalu mendukungmu! Katakan pada appa apapun yang kau
inginkan dan kau butuhkan. Ara?”

“Ne. Nan ara! Gomawo appa!”

“Jangan sungkan untuk
menghubungi eonnie, ne?” Ucap
Hyuna.

“Eum!” Jawab Jiyeon menganggukkan kepalanya semangat.

“Eomma do. Kau adalah putriku
juga. Jadi jangan sungkan padaku!
Dan mulai hari ini, kau wajib
memanggilku eomma. Ara?”

“Eum. Arayo, eomma!”

Semuanya pun ikut tersenyum
bahagia.

“Apa kau juga ingin mengatakan
sesuatu, Sehun-ssi?” Tanya Chanyeol dengan sinis.
Sehun tidak menanggapinya.

“Kya!” Ucap Chanyeol kesal.

“Chanyeol-ssi, gomawo karena
selama ini sudah menjadi oppa yang baik bagi Jiyeon!” Ucap Heechul berterimakasih.

“Ne, abeonim!”

“Mwo? Abeonim?” Tanya Sehun
terkejut mendengar Chanyeol
memanggil Heechul dengan kata
abeonim.

“W…Wae? Memangnya ada yang
salah dengan panggilan itu, eoh?”
Chanyeol membela diri.

“Huft…” Sehun hanya menghembuskan nafasnya. Ia malas selalu berdebat dengan namja tinggi itu. Sikapnya
sama persis dengan Jiyeon.

Semuanya tertawa melihat tingkah konyol Sehun dan juga Chanyeol yang selalu berseteru karena hal sepele bahkan sama sekali tidak penting.

***

“Oppa, apa eomma belum
menghubungimu juga?” Tanya Jiyeon pada Chanyeol.
Setelah Sehun mengantarkan mereka kembali ke Daegu, mereka langsung pulang kerumah. Saat ini keduanya
tengah berada dikediaman keluarga Park.
Sepi. Disana terlihat sangat sepi karena tak ada seorangpun didalam sana. Shinhyepun entah menghilang kemana.

“Bagaimana kalau kita coba mencari tau didalam kamarnya? Mungkin saja kita dapat menemukan petunjuk mengenai keberadaannya!” Usul Chanyeol.

Jiyeon hanya mengengguk
menyetujui ide Chanyeol.

Chanyeol kemudian membuka knop pintu kamar Shinhye yang tak terkunci. Terlihat begitu rapih meskipun tanpa penghuni didalamnya. Jiyeonpun mulai masuk lebih dalam lagi.

Chanyeol dan juga Jiyeon, mereka berdua mencoba memeriksa benda yang mungkin dapat dijadikan petunjuk.
Jiyeon tersenyum memandang
sebuah foto berbingkai besar
terpasang didinding kamar Shinhye. Fotonya bersama dengan Shinhye, Yunho dan juga Chanyeol. Ia ingat betul foto itu diambil saat Yunho masih hidup. Saat itu usianya baru menginjak 9 tahun.

“Jiyeon-ah!” Panggil Chanyeol membuat Jiyeon menoleh dan melangkah kearah Chanyeol. Matanya melebar saat menemukan banyaknya surat
didalam laci meja Shinhye yang
ternyata surat itu adalah dari
Chanyeol untuknya.
Chanyeol langsung mengambil
android putih yang ternyata adalah miliknya itu tepat berada disamping surat-surat yang ada.

“Bukankah itu handphonemu, oppa?” Tanya Jiyeon.

Terlihat raut kekecewaan diwajah
Chanyeol. Jadi Shinhye yang
melakukan semuanya. Ia yang
membuat Chanyeol dan juga Jiyeon tidak dapat berkomunikasi selama Chanyeol di Jepang. Sedangkan Jiyeon, ia mulai membaca salah satu
surat yang ada. Kini ia mengerti
kenapa Chanyeol menghilang.
Ternyata Chanyeol selalu
mengiriminya surat selama ini,
namun disembunyikan oleh Shinhye.
Chanyeol dan Jiyeon mulai beradu pandang.

“Apa mungkin eomma
mengetahuinya?” Tanya Chanyeol.

Jiyeon tak menjawab. Setidaknya ia tau pikirannya dan Chanyeol benar- benar sama saat ini.
Jadi Shinhye sudah mengetahui
perasaan Jiyeon dan juga Chanyeol, itu sebabnya Shinhye melakukan ini semua.
Namun sepertinya takdir berpihak pada mereka berdua. Kini perasaan keduanya dapat bersatu karena kenyataan telah memberitahukan bahwa mereka tidak ada ikatan saudara kandung maupun saudara
sepupu sama sekali.

***

“Eoh, kau sudah bangun Jiyeon-ah?” Ucap Chanyeol saat melihat Jiyeon yang turun dari lantai dua rumah mereka dengan mengenakan seragam sekolah.
Sudah satu minggu lamanya Jiyeon tidak bersekolah karena ia berada di Seoul.

“Apa yang kau masak, oppa?” Tanya Jiyeon saat melihat Chanyeol yang tengah menyiapkan makanan yang
dimasaknya diatas meja.
Namja itu terlihat begitu tampan
dengan apron yang menggantung
dilehernya.

“Makanlah! Meskipun masakan oppa tidak seenak masakan eomma, geundae ini masakan yang oppa buat dengan sepenuh hati untukmu Jiyeon-ah!”

Jiyeon terkekeh mendengarnya. Ia mulia duduk dan perlahan
menyantap makanan yang ada
dihadapannya.

“Eotteo?” Tanya Chanyeol penasaran.

“Mashita!” Jawab Jiyeon dan berhasil membuat Chanyeol tersenyum bahagia.

“Geurae, kau harus segera
menghabiskannya! Setelah itu, oppa akan mengantarkanmu ke Sekolah!” Tambah Chanyeol yang kemudian ikut duduk dihadapan Jiyeon.

Tak lama, terdengarlah suara ketukan pintu.

~Tok Tok Tok~

“Siapa itu yang pagi-pagi bertamu?” Gumam Chanyeol bangkit kembali dari kursinya.

“Eoh! Mungkin itu eomma, oppa!” Pikir Jiyeon.

Chanyeol langsung membukakan
pintu dan Jiyeonpun ikut berharap bahwa sang eommalah yang datang.

“Membuka pintu saja kau lelet
sekali!” Sembur Sehun saat Chanyeol membukakan pintu untuknya. Dibelakangnya
terlihat sosok Hyuna yang ikut
bersamanya.

Chanyeol sangat kesal karena Sehun begitu saja melewatinya dan langsung duduk tepat dihadapan Jiyeon. Tepat dikursi yang baru saja ia duduki.
Sedangkan Hyuna, dengan ramah
eonnie kandung Jiyeon itu
tersenyum padanya.

“Annyeong, Chanyeol-ssi!” Sapanya.

“Eoh, annyeong nuna!”

Hyunapun langsung masuk dan
duduk disamping Jiyeon.

“Eonnie, kau datang?”

“Eum. Eomma dan appa
mengkhawatirkanmu yang hanya
tinggal berdua saja bersama
Chanyeol. Bagaimanapun juga kalian bukanlah saudara kandung!” Jawab Hyuna.

Chanyeol ikut duduk disamping
Sehun yang tengah asik memakan masakan yang ia buat.

“Bagaimana, Oh Sehun? Apa kau
suka dengan makanan yang kubuat, eoh?” Sindir Chanyeol.

Sehun hanya menelan salivanya. Tak bisa ia pungkiri bahwa makanan yang dibuat oleh Chanyeol benar-benar sangatlah enak. Namun ia enggan untuk
mengakuinya.

Chanyeol hanya tersenyum sinis
padanya.

“Apa Shinhye ahjumma sudah
kembali?” Tanya Hyuna.

Jiyeon hanya menggelengkan
kepalanya sedih.
Hyuna mengerti bagaimana perasaan Jiyeon saat ini. Ia pasti sangat mengkhawatirkan keadaan Shinhye. Bagaimanapun juga, Shinhyelah yang
membesarkannya selama 17 tahun.

“Eoh, Chanyeol-ssi! Ku dengar kau melanjutkan study di Jepang. Kapan kau akan kembali kesana?”
Pertanyaan Hyuna lagi-lagi sukses membuat Chanyeol dan juga Jiyeon terdiam.
Atmosfer dalam ruangan itu kembali berubah menjadi terasa aneh.

Sehun kemudian dengan sembarang membunyikan suaranya cukup keras, berusaha untuk mencairkan kembali
suasana yang ada disana.

“Kya! Park Jiyeon! Kalau kau sudah selesai, kajja kita berangkat sekolah!” Ajak Sehun.

Mendengar ajakan Sehun pada
Jiyeon, Chanyeol langsung menoleh kearahnya.

“Mworago? Kesekolah bersama?”

“Wae? Aku satu sekolah dengannya!” Jawab Sehun seraya membuka pengait cardigan yang ia kenakan dan menunjukkan pada Chanyeol bahwa seragam yang ia kenakan sama dengan yang dikenakan Jiyeon saat ini. Itu berarti menunjukkan bahwa ia juga salah satu hagsaeg
di Joil Technical High School, sama seperti Jiyeon.

“Sebelumnya Sehun bersekolah di Daegu hanya untuk mencari nae dongsaeng. Meski kami sudah menemukannya, namun sangat disayangkan jika Sehun harus keluar dan pindah sekolah lagi ke Seoul. Jadi eomma dan juga appa sepakat untuk membiarkan Sehun tetap
bersekolah di Daegu hingga ia lulus. Lagipula, kami juga sudah terlanjur membeli sebuah rumah di Daegu. Jadi sangat disayangkan apabila tidak ditempati.” Ucap Hyuna mencoba menjelaskan pada Chanyeol dan juga Jiyeon.

“Kajja! Kita bisa terlambat, Park
Jiyeon!” Ajak Sehun seraya bangkit dari kursinya.

“Chanyeol-ssi, bisakah kita bicara? Biarkan Jiyeon berangkat kesekolah bersama Sehun. Jangan khawatir!” Tambah Hyuna saat melihat Chanyeol yang hendak bangkit dari
kursinya.

Chanyeol kemudian menatap ke arah Jiyeon begitu pula dengan Jiyeon.

“Gwaenchana, oppa! Kau tidak perlu terlalu waspada pada Sehun!” Ucap Jiyeon menggoda.

“Geurae, kalau begitu aku berangkat sekolah dulu! Annyeong, eonnie! Annyeong, oppa!” Pamit Jiyeon yang
kemudian melangkah mengekor
dibelakang Sehun.

Chanyeol, ia nampak terlihat enggan membiarkan Jiyeon bersama dengan Sehun. Meskipun keduanya hanya
saudara tiri, namun ia benar-benar takut nanti Sehun akan merebut Jiyeon darinya.

“Gwaenchana! Sehun tidak akan
merebut Jiyeon darimu!” Ucap
Hyuna yang sepertinya mengerti
dengan apa yang dirasakan Chanyeol saat ini.

“Apa yang ingin kau bicarakan
denganku, nuna?” Tanya Chanyeol pada akhirnya.

“Eoh, ne. Hampir saja aku
melupakannya!” Jawab Hyuna.

Chanyeol masih menanti perkataan yang hendak keluar dari mulut Hyuna.

“Kembalilah ke Jepang!” Akhirnya kata-kata yang ditunggu Chanyeol keluar juga dari mulut Hyuna.

“Mwo?” Tanya Chanyeol terkejut.

“Kembalilah kesana! Jiyeon, ia akan kami urus. Jadi, kembalilah ke Jepang!”

Chanyeol tersenyum sinis.
Apa yang baru saja Hyuna katakan?
Menyuruhnya kembali ke Jepang?
Apa eonnie kandung Jiyeon juga
berencana memisahkannya dengan Jiyeon? Batinnya.

“Jangan berburuk sangka, Chanyeol-ssi! Ini semua demi kebaikan kalian berdua. Kau juga punya appa kandung yang harus kau jaga sebelum tuhan mengambilnya. Lalu, kau juga harus melanjutkan studymu
yang tertunda karena kau datang
kembali ke Korea. Kau harus
menyelesaikan semuanya. Tentang Jiyeon, kami akan menjaganya. kau tidak perlu khawatir! Kalian berdua
juga masih bisa saling
berkomunikasi melalui telepon atau video call juga email. Banyak media yang bisa kalian gunakan untuk saling berkomunikasi. Kembalilah ke
Jepang dan datanglah kembali ke
Korea untuk Jiyeon.” Jawaban Hyuna benar-benar menenangkan perasaan Chanyeol yang sebelumnya sempat berfikiran buruk
mengenai permintaan Hyuna agar ia kembali ke Jepang.

Namun, apakah ia harus kembali ke Jepang dan kembali meninggalkan Jiyeon?
Bagaimana dengan Shinhye yang
hingga detik ini belum ia ketahui
bagaimana keadaan dan
keberadaannya?
Batinnya berkecambuk.
Memilih untuk tetap tinggal di Korea atau kembali ke Jepang menemani appa kandungnya yang tengah sakit dan juga melanjutkan study nya disana.

“Kau tidak perlu takut! Jika kau
sulit untuk meninggalkan Jiyeon, kau bisa mempercayakannya padaku! Aku bisa kau andalkan!” Tambah Hyuna mencoba meyakinkan Chanyeol.

Lalu, bagaimana dengan Jiyeon? Apa yeoja itu setuju jika Chanyeol kembali ke Jepang dan
meninggalkannya lagi?

“Jiyeon, ia akan baik-baik saja!
Percayalah! Kalian berdua masih
punya masa depan yang harus kalian raih!” Tambah Hyuna.

“Baiklah! Aku akan kembali ke
Jepang! Dan akan segera kembali ke Korea untuk Jiyeon! Aku janji!” Jawab Chanyeol mantap dan Hyunapun
tersenyum bahagia mendengarnya.

***

Apakah Hyuna benar-benar tulus
mengatakannya?
Apakah kali inipun perjalanan cinta Park couple ini akan dihalangi oleh keluarga kandung Jiyeon?
Apakah mereka berdua akan bersatu pada akhirnya?
Nantikan part selanjutnya!
Jangan lupa kritik sarannya!
Coment jusaeyo!

FF Chanyeol Jiyeon (Park couple) I Like You The Best (part 4)

image

         I LIKE YOU THE BEST
                               (part 4)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Oh Sehun (EXO)
Kim Jae Joong ( JYJ )
Park Shinhye
Luna ( Fx )
Amber ( Fx )
Kim Heechul (Super Junior)
Oh Hyerin (After School)

Songfict :
Speed Don’t Tease Me

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : Part 4 hadir.  Pernah author post di tanggal 23 Mei 2014 silam. Mari kita
lanjutkan story ini.
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING!

***

“Kya! Ireona!” Perintah Jiyeon seraya menendang pelan kaki namja yang tengah terbaring memejamkan matanya diatas rumput hijau dibelakang Joil Techinal High School.

“Kya!” Perintahnya lagi. Namun namja berkulit putih itu seolah enggan untuk membukakan
kedua matanya.

“KYA!” Teriak Jiyeon dan berhasil
membuat namja itu membukakan matanya. Ia langsung menatap horor
Jiyeon.
Merasa ditatap aneh, Jiyeon hanya mengerjapkan matanya sedikit ketakutan.
Sang namja langsung bangkit dan
meninggalkan Jiyeon.

“Aissh! Dia benar-benar
menyebalkan!” Gerutu Jiyeon.

“KYA! OH SEHUN! NEO EODIGA? KAU TIDAK BOLEH MEMBOLOS LAGI!” Teriaknya.

Namja yang ternyata adalah Oh Sehun itu tak menghiraukannya dan tetap berjalan meninggalkan Jiyeon.

“Yeoja Cerewet!” Gumam Sehun.

Jiyeon, ia diperintahkan oleh Kang Songsaemnim untuk mencari Oh Sehun, hagsaeg baru yang satu kelas dengannya.

Dua bulan sudah Sehun bersekolah di Joil Technical High School, namun namja itu sering sekali membolos. Jiyeon yang menjabat sebagai seorang ketua kelas tentu saja amat merasa kesal.

Oh Sehun, dia adalah sosok namja yang dingin. Bahkan setelah dua bulan ia bersekolah disana, Sehun tak mempunyai seorang temanpun. Sehun selalu saja menghindar apabila ada hagsaeg yang coba mendekatinya.

~BRAk~

“Kya! Wae?” Tanya Amber yang saat ini tengah berada dikantin sekolah.

“Si namja aneh itu benar-benar
menyebalkan. Awas saja kalau
sampai dia berani membolos lagi. Aku benar-benar akan melakukan hal yang buruk padanya.” Jawab Jiyeon
dengan kesalnya. Ia lalu meminum buble tea milik Amber. Sepertinya yeoja itu benar-benar kehausan. Ia
langsung menghabiskan minuman itu begitu saja.
Amber hanya menelan salivanya saat melihat Jiyeon.

“Aigoo, hungry Dino!” Gumamnya dan sukses mendapatkan tatapan horor
dari Jiyeon. Amber langsung mengalihkan pandangannya.

“Luna-ah!” Panggil Amber yang
melihat kedatangan Luna.

“Ada apa dengan matamu, eoh?”
Tanya Jiyeon saat Luna tepat duduk dihadapannya.

“Ini semua gara-gara namja
brengsek itu!” Jawab Luna. Ia
terlihat seperti kurang tidur.

“Nugu?” Tanya Amber nampak terlihat penasaran.

“Tetangga baruku. Dia seperti orang gila. Setiap malam dia bermain basket didalam kamarnya. Terkadang ia menyalakan musik dengan cukup
keras dan menari tidak jelas. Hampir setiap malam dalam 2 bulan terakhir ini aku sama sekali tidak tidur. Jarak
kamarnya dengan kamarku terlalu dekat. Dia selalu membuat bunyi-bunyi yang sangat mengganggu!” Jawab Luna Prustasi.

“Namja? Neo joahe?” Tanya Jiyeon menggoda.

“KYA! NEO MICHEOSSEO? AKU LEBIH MEMILIH MENYUKAI CHANYEOL OPPA DARI PADA MENYUKAI NAMJA BRENGSEK YANG SETIAP MALAM TIDAK PERNAH TIDUR ITU!” Teriak
Luna kesal membuat Jiyeon terdiam.
Park Chanyeol?
Mendengar nama itu membuatnya sangat sedih.
Sudah hampir 2 bulan namja itu
meninggalkannya. Namun hingga
detik ini ia tak mendapat kabar
apapun mengenainya. Chanyeol tak pernah sekalipun menelepon atau mengiriminya surat. Bahkan email yang dikirim Jiyeonpun hingga detik
ini belum mendapat balasan dari
namja itu.

Menyadari perubahan pada wajah Jiyeon, Luna dan Amber pun ikut terdiam.

“Kalau namja itu tampan, kau boleh mengencaninya Luna-ssi!” Ucap Amber mencoba menyairkan suasana.

Luna hanya tertawa aneh
mendengarnya.

***

Sudah hampir jam 10 malam dan
Jiyeon masih berkutat didepan
komputer didalam kamarnya.
Park Chanyeol, ia  sangat berharap namja itu muncul dan membalas emailnya, Hingga ia mendengar suara perutnya yang berbunyi.

“Aigoo, aku lupa kalau cacing-cacing ini belum diberi makan!” Ucap Jiyeon seraya memegangi perutnya yang terasa lapar.
Ia langsung keluar kamar dan
berjalan menuruni tangga. Ia tak
mendapatkan apapun setelah tiba didepan lemari pendingin yang ada didapur rumahnya. Bahkan hanya sebuah mie instan pun tak ia temukan disana. Sepertinya sang eomma belum berbelanja. Ia memandang jam dinding yang menunjukkan hampir pukul 10 malam. Ia urungkan niat untuk
membangunkan sang eomma. Ia kemudian melangkah kearah pintu dan keluar rumah.
Semilir angin malam sukses
membuatnya memeluk tubuhnya sendiri.

“Dingin!” Gumamnya, Namun ia terlalu malas untuk kembali masuk kedalam rumah dan
kembali kekamarnya hanya untuk mengambil mantel hangatnya.

Yeoja itu kemudian melangkah menuju minimarket yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Dinginnya malam sukses membuat yeoja itu menggigil kedinginan. Ia yang hanya mengenakan baju tidur
langsung melangkah cepat, bahkan ia berlari menuju minimarket, berharap itu dapat mengurangi rasa dingin pada tubuhnya.

Bak mendapatkan sebuah
penghargaan, Jiyeon tertawa senang saat sudah berada didalam minimarket dengan terengah karena ia berlari.
Sang kasir dan pengunjung yang ada disana langsung memandang aneh kearahnya.
Menyadari hal itu, Jiyeon langsung menghentikan tawanya.
Ia kemudian melangkah mencari
makanan yang setidaknya dapat ia gunakan untuk mengisi perutnya itu. Ia mengambil beberapa makanan serta minuman dan kemudian langsung bergegas menuju kasir.
Setelah selesai membayar, ia
langsung melangkah pulang. Kali ini ia melangkah secara perlahan dan tidak berlari. Meski ia merasa kedinginan,
namun ia merasa lebih baik setelah memakan makanan yang baru saja ia beli.
Hingga tepat ia melewati sebuah
taman, memory nya kembali pada saat ia sedang bersama Chanyeol ditaman tersebut.

~FlashBack On~

“OPPA!” Teriak yeoja berseragam Joil Technical High School itu pada namja yang tengah duduk dibangku
taman seraya memeluk gitar
merahnya.

“Jiyeon-ah? Apa yang kau lakukan
disini?” Tanya namja tinggi itu pada yeoja berambut ikal yang ternyata adalah Jiyeon.

“Kau tanya ada apa?” Ucapnya
langsung duduk disamping namja
berkulit putih itu.

“KYA! KAU TAU INI JAM BERAPA?
DAN KAU MASIH BERADA DISINI! APA KAU BERMAKSUD MENJADI SEORANG VAMPIRE YANG MENUNGGU MANGSANYA DIMALAM HARI, EOH!” Teriak Jiyeon seraya memukul lengan namja itu.

“Kya! Appo!” Ringis sang namja.

“Kajja! Kita harus pulang!” Ajak
Jiyeon seraya menarik tangan sang namjan yang berhasil ditahannya.

“Wae? Eomma akan memarahi kita, oppa! Ini sudah terlalu malam! Kajja kita pulang!” Ajak Jiyeon kembali.

“Kau ingin mendengarkan lagu
oppa?” Tanyanya.

“Mwo?” Jiyeon sedikit terkejut
dengan pertanyaan sang namja. Ia lalu berdehem.

“Baiklah Chanyeol-ssi, aku akan
menjadi pendengarmu yang baik!” Jawab Jiyeon pada namja yang ternyata adalah Park Chanyeol itu. Ia kembali duduk dan mulai memperhatikan Chanyeol yang memulai kembali memainkan gitar merahnya.

~Cheoneun oneun ireon ohue
neoege jeonhwareul geol su man
ittdamyeon gippeultende
Beolsseo ilnyeoni jananeunde
nan ajig milyeon gadeukhaeseo
sseulsseurhae eoneusae honjamal
1nyeon jeoneuro gal su ittdamyeon
Jigeum urin dallajyeosselkka
Yeah babo gateun soriji,
geuraedo manyag~

~FlashBack Off~

Jiyeon, air matanya sukses meluncur. Ia ingat betul sang oppa menyanyikan lagu itu ditempat ini. Ia benar-benar sangat merindukannya.

~Neoreul mannamyeon
nunmul cha olla
babo gateun nan amu mal
mothae
Malhaejwo meri
meri keuriseumaseu, annyeong
jal jinaeneungeoji”

Jiyeon terisak saat menyanyikannya. Lagu milik EXO berjudul First Snow.
Ia seolah merasakan kembali tengah bernyanyi bersama Chanyeol seperti waktu itu.

“Oppa, nan bhogosippo! Hiks…” Isaknya.

***

@Joil Technical High School

“MWO?” Sehun langsung menutup sambungan teleponnya dan berlari. Ia tak menyadari adanya Jiyeon disana.

~Bruk~

“KYA!” Teriak Jiyeon saat ia terjatuh.

Sehun hanya menoleh dan kembali berlari.

“KYA! OH SEHUN!” Teriak Jiyeon
kesal. Bagaimana bisa namja itu
tidak meminta maaf padanya.

“Awas kau Oh Sehun!” Gumamnya seraya menggigit rahangnya menahan amarah.

“Sedang apa kau? Hahaha….” Tanya Luna tertawa saat melihat Jiyeon duduk diatas lantai.

Jiyeon langsung memandangnya
horor.

“W….Wae?” Tanya Luna ketakutan.

“KYA! CEPAT BANTU AKU BERDIRI!” Teriak Jiyeon.

Lunapun hanya dapat menelan salivanya dan langsung
membantu Jiyeon kembali berdiri.

“Waegeurae? Bagaimana kau bisa
ada dibawah sana?” Tanya Luna kembali.

“Semua ini karena Oh Sehun!” Jawab Jiyeon kesal.

“Eoh? Nugu? Oh Sehun?”

“Wae? Kau mengenalnya?”

“Omo omo omo…. Bagaimana bisa kau mengenal namja brengsek tetangga baruku itu, eoh?”

“Mwo? Jadi tetangga barumu itu
adalah Oh Sehun?”

“Eum!”

“Aissh, pantas saja! Ternyata
dimanapun dia berada, dia selalu
membuat masalah. Dasar anak setan!” Umpat Jiyeon kesal.

“Kya! Kya! Kya! Bagaimana kau bisa mengenalnya, eoh? Apa
mungkin……”

“Ne. Dia hagsaeng baru yang ada
dikelasku!” Jawab Jiyeon mantap.

“Omo… Jadi dia satu sekolah dengan kita?”

“Kya! Bukankah kau ini tetangganya. Bagaimana bisa kau tidak mengetahuinya?”

“Eommaaaaaa….” Rengek Luna.

“Ige Eotteokhae?” Ringis Luna.

“Wae?” Tanya Jiyeon bingung melihat ekspresi Luna.

“Aku akan semakin gila. Aku sudah cukup gila karena menjadi
tetangganya dan sekarang kenyataan apa ini? Ternyata dia satu sekolah denganku! Eommaaaaa….” Rengeknya kembali.

“Kau ini seperti anak kecil saja!”

“Geundae, diakan tidak satu kelas denganku. Jadi aku aman.
Hahahah…..” Tambah Luna seraya tertawa senang.

“Aissh, ne. Dan aku yang akan
dibuat pusing olehnya!”

“Park Jiyeon, fighting!” Ucap Luna menepuk pundak Jiyeon.

“Aissh, kya! Neo eodiga?” Tanya
Jiyeon saat Luna berjalan
mendahuluinya.

“Shin saem memberikanku tugas
tempo hari, dan aku belum sempat mengerjakannya. Aku harus segera menyalin jawabannya!” Jawabnya
berlalu dari pandangan Jiyeon.

“Dia masih sama seperti dulu! Kali ini, siapa yang akan duduk
disampingnya? Pasti hagsaeg itu
akan sangat menderita!” Gumam
Jiyeon.

***

@Cheil General Hospital

Sehun langsung berlari menyusuri koridor rumah sakit yang ada di Mukjeong-dong, Jung-gu setibanya ia di Seoul.

“Nuna eotteokhae, eomma?” Tanya Sehun pada yeoja paruh baya bernama Oh Hyerin yang ternyata adalah eommanya.

“Dokter mengatakan, kita harus
secepatnya menemukan pendonor untuk transplantasi ginjal Hyuna.” Jawabnya.

Hyuna, ia adalah putri dari
pasangan Kim Heechul dan Kim Tae Hee.

Oh Sehun, ia kemudian memandang sosok namja paruh baya bertubuh kurus tinggi didepan sana.
Kim Heechul, itulah sosok yang saat ini tengah mengkhawatirkan keadaan Hyuna, putrinya.
Heechul adalah appa tiri Sehun.
Namun, meski mereka hanya sebatas appa dan anak tiri, keduanya sangatlah dekat.

“Gwaenchanayo. Nuna pasti akan
baik-baik saja!” Ucapnya saat tiba
disamping Heechul, berusaha
menenangkan sosok namja paruh baya itu.

“Hunnie-ah, bagaimana dengan
dongsaeng Hyuna? Apakah kau
sudah berhasil menemukannya?”
Tanya Heechul.

Sehun hanya menggelengkan
kepalanya. Sebenarnya alasan ia pindah ke Daegu adalah untuk mencari dongsaeng Hyuna yang terpisah. Hanya dialah yang bisa
menyelamatkan Hyuna yang tengah mengalami sakit gagal ginjal.

***

@Home Park Family

“Eomma!”

“Eum!”

“Apa Oppa menghubungi eomma?” Tanya Jiyeon saat berada didapur bersama
dengan Park Shinhye, sang eomma.

“Ani. Wae? Apa oppamu tidak
menghubungimu, eoh?”

Jiyeon hanya menggelengkan
kepalanya sedih. Sudah 2 bulan
lebih dan Chanyeol benar-benar
menghilang. Tak memberikan
sedikitpun kabar padanya.

“Kajja! Kita makan!” Ajak Shinhye
setelah selesai menghidangkan
makanan diatas meja makan.

Dengan senang hati Jiyeon langsung menyantapnya.

“Apa eomma tidak bekerja hari ini?” Tanyanya pada sang eomma.

“Ani. Eomma sudah tidak bekerja di Suseonggyo Restaurant lagi!” Jawab Shinhye seraya menuangkan air diatas gelas milik Jiyeon.

“Jeongmal? Eonjebuteo?” Tanya
Jiyeon terkejut.

“Dua bulan terakhir ini!” Jawab sang eomma yang langsung duduk disamping Jiyeon.

“MWO?” Teriak Jiyeon.

“Kya! Jangan berteriak seperti itu! Kau ini yeoja!” Ucap Shinhye
menepuk pelan lengan Jiyeon.

“Eomma, kenapa tidak
memberitahukannya padaku? Lalu, kemana eomma pergi selama dua bulan ini kalau tidak bekerja?”

“Appa kandung Chanyeol
memberikan sedikit uang pada
eomma sebagai bentuk
terimakasihnya karena eomma sudah merawat Chanyeol selama ini. Eomma sedang mencari lahan baru. Eomma ingin membuka sebuah kedai
kecil sendiri.” Jawabnya.

Jiyeon terdiam. Lagi-lagi nama
namja itu mampu membuatnya
menutup rapat mulutnya. Hatinya terasa perih hanya dengan mendengar nama itu. Kenapa hingga detik ini Chanyeol tidak memberinya
kabar?
Apa ia tidak akan pernah kembali
lagi ke Korea?

“Jiyeon-ah!”

“Eum!”

“Waeyo? Apa yang kau pikirkan?”

“Ani. Nan gwaenchana. Eomma tidak makan, eoh? Ini benar-benar sangat lezat!” Bohongnya.

Shinhye terus memperhatikan
Jiyeon. Ia tentu mengerti betul apa yang dirasakan putrinya saat ini. 17 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk bisa ia mengerti bagaimana perasaan yang dialami putrinya saat ini. Ialah yang tau dengan jelas bagaimana keadaan Jiyeon.

~FlashBack On~

“Ige!” Ucap Jaejoong menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat pada Shinhye. Saat ini keduanya
tengah berada di Seseonggyo
Restaurant tempat Shinhye bekerja.

“Ige mwoya?” Tanya Shinhye kemudian membuka amplop cokelat itu. Shinhye langsung melebarkan matanya saat melihat isi amplop tersebut.
Uang. Dan itu tidaklah sedikit.
Ia langsung memandang Jaejoong, meminta penjelasan pada namja dihadapannya itu.

“Jangan berfikiran buruk. Itu sebagai permintaan maaf dan terimakasihku karena kau sudah merawat Chanyeol selama ini. Meskipun itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kau berikan pada Chanyeol hingga
detik ini.”

“Geundae…..”

“Kumohon terimalah! Kau boleh
mengatakan apapun yang kau
butuhkan. Aku akan bersedia
membantumu.”

“Geurae, aku akan menerimanya. Geundae, bisakah aku meminta
bantuan padamu?”

“Mwo? Tentu saja! Katakanlah!”

“Bisakah kau memberikan
handphone milik Chanyeol padaku?”

“Mwo?”

“Bukankah kau bisa memberikannya yang baru! Ini permintaanku untuk
pertama dan yang terakhir kalinya!”

“Geurae, aku akan memberikannya padamu. Entah apa maksud kau memintanya, namun aku tidak akan
menanyakannya lebih jauh!” Jawab Jaejoong.

~FlashBack Off~

Shinhye, ia sebenarnya mengetahui perasaan diantara Jiyeon dan juga Chanyeol. Ia
sengaja meminta Jaejoong
melakukannya untuk membuat
Chanyeol maupun Jiyeon saling
melupakan satu sama lain.
Hari dimana Chanyeol hendak pergi, Jaejoong berpura-pura meminjam handphone milik Chanyeol dan kemudian memberikannya pada Shinhye.

Chanyeol, bahkan saat pesawat
hendak takeoff pun ia tidak
ingat mengenai handphonenya.
Sementara Shinhye, ia langsung
mengubah sandi email milik
Chanyeol sehingga membuat namja itu tidak bisa membuka emailnya sendiri.

“Mianhae, Jiyeon-ah! Eomma tidak ingin kehilanganmu! Eomma tidak ingin kau meninggalkan eomma seperti Chanyeol!” Batinnya.

“Wae?” Tanya Jiyeon yang melihat eommanya terdiam.

“Eoh? Eomma merasa sedikit lelah. Kau bisa membereskan ini semua, bukan?”

“Eoh, ne. Aku akan membereskannya. Eomma beristirahatlah!” Jawab Jiyeon.

Shinhye hanya tersenyum. Kemudian ia bangkit dan mengelus serta mencium puncak kepala putrinya itu
lembut.

“Kalau begitu eomma kekamar dulu, ne!”

“Eum!”

Shinhyepun melangkah masuk kedalam kamarnya.
Ia langsung melangkah menuju laci meja yang ada disamping
ranjangnya. Terlihat beberapa surat didalam laci sana. Ia kemudian mengambil salah satu surat yang ada dan membukanya.

Kyuto, Japan 2014

KYA! KENAPA TAK PERNAH MEMBALAS SURATKU, EOH?
Apa kau marah, Jiyeon-ah?
Oppa benar-benar tidak bisa
membuka email oppa.
Handphone oppa sungguh benar-
benar hilang.
Percayalah!
Oppa hanya mengingat alamat
rumah.
Setidaknya kau harus membalasnya, Park Jiyeon.
Apa kau tidak merindukanku, eoh?
Kau tau?
Aku hampir gila karena kau tak
pernah membalas suratku.
Kau harus membalasnya.
HARUS!

Itulah isi surat yang Chanyeol kirimkan tertuju untuk seorang Park Jiyeon.
Shinhye langsung kembali melipat dan meletakkannya. Matanya tertuju pada android putih yang tergeletak disamping surat-surat yang ada didalam laci.
Android milik Chanyeol.
Ia langsung menutup kembali laci itu.
Ia melanglah kearah jendela kamarnya dan kemudian membuka sedikit tirainya.

“Aku……Aku sangat takut
ditinggalkan. 3 orang sudah
meninggalkanku dan aku tidak ingin ditinggalkan lagi. Mianhae, Jiyeon- ah!” Gumamnya.

***

@Joil Technical High School

“KYA! OH SEHUN! BERHENTI KAU!” Teriak Jiyeon saat melihat Sehun melangkah didepannya.
Dengan malas Sehunpun
menghentikan langkahnya tanpa
sedikitpun ingin menoleh ke arah Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan, eoh? Kalau kau tidak berniat sekolah, kau tidak perlu datang! Bagaimana bisa kau datang ke sekolah dan belum saatnya pulang kau sudah hendak
pulang!”

“Lalu apa urusanmu? Apa ini
merugikan untukmu?” Tanya Sehun dingin.

Jiyeon mengeraskan rahangnya
menahan emosi.

“Mwo? Mworago? Merugikan? Tentu saja. Kau tau? Karena kau yang terus menerus membolos ditiap pelajaran, aku sebagai ketua kelas yang dimarahi habis-habisan oleh kepala sekolah! Kalau kau tidak satu kelas
denganku, tentu ini tidak akan
menjadi urusanku!” Jawab Jiyeon
kesal.

“Kalau begitu, bersabarlah! Tidak
lama lagi kau bisa tenang. Karena
tidak lama lagi kau tidak akan
bertemu denganku baik disekolah maupun didalam kelas!” Jawabnya yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jiyeon yang terlihat begitu terkejut mendengar jawaban Sehun.

“Apa yang dia katakan?” Gumam
Jiyeon.

“KYA! ITU LEBIH BAGUS! AKU TIDAK PERLU BERTEMU DENGAN MAKHLUK MENYEBALKAN SEPERTIMU LAGI!” Teriaknya dan Sehun yang mendengarnya hanya melanjutkan langkahnya.

***

@Suseonggyo Restaurant

“Apa kau sering membolos?” Tanya Heechul pada Sehun. Keduanya kini tengah berada didepan Suseonggyo Restaurant.

“Bukankah aku kesini bukan untuk sekolah!” Jawabnya.
Mereka berduapun masuk kedalam restorant dan langsung disambut oleh sang pelayan yang ada disana. Mereka duduk
disalah satu kursi yang ada.
Kemudian merekapun mulai
memesan makanan.

“Kau yakin ini tempatnya?”

“Eum. Menurut perawat yang ada di Hyeonpoong Hospital, disinilah tempat yeoja bernama Park Shinhye itu bekerja!” Jawab Sehun.

Heechul, sebenarnya maksud kedatangannya mencari Park Shinhye adalah untuk bertemu
dengan puterinya. Lebih tepatnya adalah adik dari Kim Hyuna.
17 tahun lalu saat ia dan istrinya
yang bernama Kim Tae Hee tengah berlibur di Daegu, terjadilah sebuah kecelakaan.
Mobil yang ia kendarai menabrak
tubuh Shinhye yang saat itu tengah mengandung. Shinhye yang tengah melangkah menyeberangi jalan ditabrak oleh mobil yang Heechul kendarai padahal lampu rambu-
rambu sudah menunjukkan warna merah. Karena keadaan tengah sepi, Heechul langsung bergegas membawa Shinhye ke Hyeonpoong Hospital dan dokter mengatakan bahwa Shinhye mengalami pendarahan
yang hebat sehingga anak yang ada didalam kandungannya tidak bisa diselamatkan. Dokter juga
mengatakan bahwa Shinhye tidak akan bisa mengandung lagi karena rahimnya yang harus diangkat untuk menyelamatkan nyawanya. Shinhye yang  pada saat itu sangat marah karena kehilangan anaknyapun tidak
bisa mengendalikan dirinya. Meski Heechul meminta jalan perdamaian, namun Shinhye menolaknya. Baginya,
Heechul adalah pembunuh.
Pembunuh anaknya. Bahkan sebelum ia melihat anak itu terlahir, ia sudah kehilangannya. Apalagi mengingat itu adalah kehamilan pertamanya dan juga yang terakhir kalinya karena rahimnya yang sudah diangkat oleh dokter untuk menyelamatkan nyawanya.
Kemudian ide gila itu muncul saat melihat Tae Hee yang juga tengah mengandung. Ia akan menganggap masalah ini usai
jika Heechul mau menyerahkan
anaknya saat terlahir nanti.
Sebagai ganti anaknya yang sudah meninggal karena kecerobohan Heechul.
Dan tanpa sepengetahuan Tae Hee, Heechul pun menerimanya.
Saat Tae Hee melahirkan, Heechul langsung menyerahkan bayi itu pada Shinhye dan mengatakan pada Tae Hee bahwa anak yang ia lahirkan
tidak selamat. Yunho sebagai suami Shinhye hanya terdiam.
Meski dikeluarga mereka sudah ada Chanyeol, putra dari Park Bom dan juga Kim Jae Joong yang mereka rawat, namun Shinhye terlihat lebih bahagia saat melihat putri dari pasangan Kim Heechul dan Kim Tae Hee. Ia kemudian menganggap bahwa putri mereka adalah putrinya. Dan itulah Jiyeon. Park Jiyeon.

“Chogi, apakah disini ada pelayan
yang bernama Park Shinhye?” Tanya Heechul pada pelayan yang mengantarkan makanan pada mereka.

“Park Shinhye?”

“Ne!” Jawab Sehun.

“Mungkinkah yang kalian maksud
Shinhye Ahjumma? Beliau adalah seorang koki disini.”

“Jeongmal? Syukurlah! Bisakah kami bertemu dengannya?” Tanya Heechul begitu berantusias.

“Sayang sekali, Shinhye Ahjumma sudah berhenti dua bulan yang lalu.”

“Apakah kau bisa memberikan
alamat rumahnya pada kami?” Tanya Sehun.

Sang pelayan muda itu terlihat ragu.

“Kami adalah keluarga jauhnya!”
Tambah Heechul bebohong.
Lalu sang pelayanpun
memberitahukan alamat tersebut pada mereka berdua.

Sebenarnya, selama dua bulan
berada di Daegu, Sehun berusaha mencari tau perihal kelahiran di Hyeonpoong Hospital 17 tahun silam.
Tidaklah mudah baginya mencari
data-data tersebut, apalagi mengingat itu terjadi pada 17 tahun yang lalu.
Ia selalu bermain basket, menari, bahkan menyalakan musik dengan volume yang sangat keras adalah sebagai bentuk rasa untuk menghilangkan kekesalannya.
Kesal karena hingga dua bulan ia
masih belum mendapatkan kabar apapun mengenai dongsaeng Hyuna.

Sehun, ia sangat dekat dengan
Hyuna. Baginya, Hyuna adalah orang yang berhasil mengisi kekosongannya pasca meninggalnya sang appa diusianya yang baru menginjak 3 tahun. Kemudian masuklah Hyuna dan Heechul dalam
kehidupan keluarganya.

***

“Kau yakin ini alamat yang benar?” Tanya Heechul saat tiba didepan rumah keluarga Park.

“Ne, appa? Ini sudah sesuai dengan alamat yang diberikan pelayan itu.”

Mereka berduapun turun dari dalam mobil dan mulai memasuki pagar rumah keluarga Park. Sehun pun
mulai mengetuk pintu rumah.

~Tok Tok Tok~

~Ceklek~

Matanya melebar saat mendapati sosok yeoja yang membukakan pintu.

“Neo?”

“Oh Sehun? Kya! Untuk apa kau
datang kesini, eoh? Belum puas kau membuat hidupku menderita selama di sekolah? Dan sekarang kau juga
ingin membuat hidupku lebih
menderita dengan datang kesini?
Neo micheosseo?” Sembur Jiyeon saat melihat sosok Sehun di depan rumahnya.

Heechul, matanya tak henti
memandang Jiyeon. Wajah yeoja
muda yang ada dihadapannya saat ini benar-benar sangat mirip dengan Tae Hee, istrinya dulu.

“Nugu, Jiyeon-ah?” Tanya Shinhye dan matanya langsung melebar saat melihat sosok Heechul disana.

“Neo?” Gumamnya.

“Hanya orang gila yang suka
mengganggu kehidupan orang lain, eomma!” Jawab Jiyeon asal.

“Kajja! Kita masuk!” Tarik Shinhye.

“Eoh?” Jiyeon terlihat bingung
melihat ekspresi sang eomma.

Heechul langsung menahan pintu
yang hendak ditutup Shinhye
menggunakan tangannya.

Jiyeon yang melihatnya menjadi
semakin terlihat bingung.
Apa eommanya mengenal mereka?

“Dimana puteriku?” Tanya Heechul menahan emosi.

Shinhye langsung membuka kembali pintu rumahnya.

“Masuklah, Jiyeon-ah!” Perintahnya pada Jiyeon.

“Ne?”

“MASUK!” Teriaknya.

Jiyeonpun melangkah lebih dalam memasuki rumahnya.

“Dia? Diakah puteriku?” Tanya
Heechul dan sukses membuat Jiyeon yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya.

“NEO MICHEOSSEO?” Teriak Shinhye.

“Eomma?” Tanyanya kembali berbalik meminta penjelasan.
Apa maksud namja paruh baya itu?
Siapa yang dia maksud puterinya?

“Puteriku? Kaukah puteriku?” Ucap Heechul menahan tangis.

“Jangan dengarkan dia! Cepat
masuk!” Perintah Shinhye. Tubuhnya bergetar hebat.

“Cukup! Kau sudah memisahkan
kami selama 17 tahun, Park Shinhye-ssi! Ini sudah cukup!”

Jiyeon mematung.
Apa yang baru saja ia dengar?
Apa ia sedang bermimpi?

Shinhye terdiam. Ia berusaha
menahan air matanya.

“Eomma, ige mwoya? Apa maksud semua ini? Hiks…” Tanyanya terisak.

Heechul langsung merengkuh tubuh Jiyeon kedalam pelukannya. Ia tak sanggup
lagi menahan tangisnya.
Ialah penyebab Jiyeon pergi. Ialah yang menyebabkan Jiyeon terpisah dari keluarga.
Ialah yang menyebabkan
eomma Jiyeon meninggal dunia.

“Puteriku! Kau puteriku! Ini appa, nak! Ini appa! Hiks…” Tangisnya dalam pelukan Jiyeon.

Jiyeon mematung.
Perasaan apa ini?
Apa benar namja paruh baya yang tengah memeluknya saat ini adalah appa kandungnya?
Lalu bagaimana dengan
Shinhye dan juga Yunho?
Siapa mereka?
Jiyeon langsung melepaskan pelukan Heechul.

“Kau! Kau bukanlah appaku! Kau
bukan appaku!” Ucapnya lalu berlari meninggalkan ketiga orang yang ada disana.

“JIYEON-AH!” Teriak Shinhye.

Sehun langsung mengejar Jiyeon.
Ia dapat menarik tangan Jiyeon dan membuat yeoja itu berhenti berlari.

“Jangan ganggu aku! Apa kau juga
ingin mengatakan bahwa kau adalah keluargaku? Jebal! Ini sama sekali tidak lucu! Hiks…” Tangisnya.

“Apa kau fikir ini hanya sebuah
lelucon? Untuk apa namja itu datang sejauh ini? Dia sudah mencari puterinya kemana-mana!”

“Lalu kemana saja dia selama 17
tahun ini? Apa kau fikir aku ini
sebuah barang yang bisa dibuang
dan dimiliki kapanpun sesuka hati?Hiks… Apa kau fikir aku ini tidak mempunyai hati?”

Sehun langsung merengkuh tubuh Jiyeon kedalam pelukannya. Ia mengerti
betul bagaimana perasaan yeoja itu saat ini. Ini pasti sangat berat
untuknya.

“Hiks…” Jiyeon terisak didalam pelukan Sehun. Ia sudah tak memikirkan betapa kesalnya ia selama ini pada namja itu, yang ada difikirannya saat ini adalah mengenai kelahirannya. Ia
butuh tempat untuk bersandar saat ini.

Jadi, setelah Chanyeol bukan anak kandung sang eomma, apa ia juga bukanlah anak kandungnya?
Geundae, wae?
Kenapa eommanya tidak pernah menceritakan itu semua sebelumnya?
Lalu apa alasan orang tua
kandungnya meninggalkannya?
Siapa sebenarnya orangtua
kandungnya?

“Ji….Jiyeon-ah?” Ucap namja tinggi yang saat ini tengah menyaksikan adegan yang ada dihadapannya.

Jiyeon langsung melepaskan pelukan Sehun dan menoleh ke arah suara yang begitu sangat tidak asing di pendengarannya itu.

“Chanyeol oppa?”

“A…..Apa yang kalian berdua
lakukan?”

***

Bagaimana ending dari story ini?
Nantikan part endingnya!
Coment jusaeyo!  😀

FF Chanyeol Jiyeon (Park Couple) I Like You The Best (part 3)

         

image

          I LIKE YOU THE BEST
                               (part 3)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Kim Jae Joong ( JYJ )
Park Shinhye
Luna ( Fx )
Amber ( Fx )

Songfict :
EXO My Turn To Cry

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : Part 3 realise. Pernah author publish di tanggal 18 Mei 2014 silam. Semoga part
inipun tidak mengecewakan.
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING!

***

Luna, ia masih memandang kedua orang yang ada dihadapannya saat ini. Menanti jawaban mengenai hal yang ia lihat.
Bagaimana bisa mereka melakukannya?
Mereka bersaudara!

“Luna-ah!” Ucap Jiyeon menunduk.

Luna masih menanti kata-kata Jiyeon selanjutnya.

Chanyeol nampak terlihat menghembuskan nafasnya
lelah.

“Kya! Luna-ssi! Kau perlu tau ini!
Kami bukanlah saudara kandung!” Ucap Chanyeol akhirnya.

Jiyeon menoleh kearah Chanyeol. Memicingkan sebelah matanya.
Chanyeolpun ikut menoleh
kearahnya, namun Jiyeon langsung kembali menunduk.

“Apa kalian bercanda? Aku sudah
mengenal kalian lebih dari 10 tahun dan kalian mengatakan bahwa kalian bukanlah saudara kandung? Hahaha….. Lelucon kalian sama sekali tidak lucu.” Balas Luna kesal.

“Terserah! Yang jelas itulah
kenyataannya!” Jawab Chanyeol
bangkit dari atas ranjang Jiyeon.

“Kau tau Luna-ssi? Kau itu
mengganggu sekali!” Bisik Chanyeol pada Luna.

“M……Mwo? KYA!”

~BRAK~

Chanyeol menutup pintu kamar
Jiyeon dengan kasar. Sepertinya namja itu benar-benar kesal karena Luna mengganggu
moment ciuman pertamanya itu.
Luna langsung berhambur duduk
disamping Jiyeon yang masih
menunduk.

“Kya! Cepat katakan yang
sebenarnya!” Perintah Luna.
Jiyeon masih enggan membuka
suaranya.

“Aigoo, aku yang gila atau kalian
berdua yang sudah tidak waras eoh? Apa jangan-jangan ini sebabnya kau tidak mau pulang kerumah selama 2 hari
ini, eoh? Apa Park Chanyeol
menyukaimu? Apa kau juga
menyukainya? Aigoo, kalian benar-benar sudah gila! Kya! Park Jiyeon! Kalian itu bersaudara! Kau harus ingat itu!
Aigoo….” Ucap Luna prustasi.

Jiyeon memandang sahabatnya itu. Ia kemudian membuka suara dan menceritakan semuanya pada Luna.

“MWO? M…..MWORAGO? KYA! PARK JIYEON! KAU TIDAK SEDANG BERCANDA, BUKAN? ATAU AKU YANG SALAH DENGAR?”

Jiyeon hanya menganggukkan
kepalanya mengiyakan bahwa yang ia katakan itu benar nyata adanya.

“Geundae, meski kalian bukan
saudara kandung, tapi kalian masih saudara sepupu! Kau sepupunya, Jiyeon-ah!” Ucap Luna mengingatkan membuat Jiyeon kembali tertunduk.

“Kau harus melupakannya! Kau tidak boleh jatuh cinta padanya! Dia itu sepupumu! Kalian masih ada ikatan persaudaraan! Kau dengar itu?” Sembur Luna lagi.

Jiyeon tak menjawab. Ia merasa
sedih. Bagaimana caranya agar ia tak menyukai Park Chanyeol, sedangkan perasaan itu sudah tumbuh dihatinya.

“Ige!” Luna menyerahkan android putih milik Jiyeon yang tertinggal dikamarnya tempo hari.

“Aku sudah memperbaikinya! Lain kali jangan membanting
handphonemu itu sembarangan! Dia tak melakukan kesalahan apapun padamu!” Tambah Luna.

Jiyeonpun menerima dan memandang layar androidnya yang masih terpasang wallpaper dirinya bersama Park Chanyeol.

“Dan segera ganti wallpapermu itu!” Perintah Luna saat melihat Jiyeon yang tengah memandang android putihnya.

***

@Joil Technical High School

“Ige mwoya?” Tanya Chanyeol pada Shin songsaenim.

“Untuk festival perpisahan kelas 3, kau ditunjuk sebagai pemeran
utama namja yang akan bermain
dalam drama Cinderella.” Jawab
Shin songsaenim.
Keduanya tengah berada diruang
guru saat ini. Beberapa menit lalu, Chanyeol diminta untuk menghadap Shin songsaemnim selaku guru kesenian di
Joil Technical High School.

“Shirreo!” Tolak Chanyeol seraya
meletakkan kembali buku naskah
yang diberikan Shin songsaenim
padanya.

“Geundae wae?”

“Aku sama sekali tidak tertarik!” Jawab Chanyeol acuh.

“Kya! Anggap ini sebagai tugas
akhirmu, Park Chanyeol.”

“Mianhae, saem!” Jawabnya lalu
menunduk dan bangkit
meninggalkan Shin songsaemnim.

“Aisah, anak itu benar-benar…..”
Gerutunya kesal.

***

Luna menatap horor Jiyeon.
Keduanya tengah berada didalam
kelas menunggu kedatangan Shin
songsaemnim saat ini.

“Wae?” Tanya Jiyeon yang merasa risih dipandang aneh seperti itu oleh Luna, sahabatnya.

“Setelah aku pulang, apa kalian
melakukan sesuatu yang aneh lagi?” Luna memulai interogasi.

“Mwo?”

Luna kembali duduk dengan tenang disamping Jiyeon saat Shin songsaemnim mulai memasuki kelas.
Kini kelas terlihat lebih tenang dibandingkan sebelum Shin saem datang.

~BRUK~

Semua hagsaeg nampak tegang saat dengan kasar Shin songsaemnim membanting bukunya diatas meja.
Semua hagsaeg nampak takut melihatnya.

“Park Jiyeon!” Panggilnya.

“Eoh! Ne?”

“Kemari!” Perintahnya mengerikan.

Jiyeon dan Luna saling melempar pandangan.
Ada apa dengan yeoja paruh baya itu?
Kenapa ia harus memanggil Jiyeon?
Apa Jiyeon telah melakukan
kesalahan?
Bukankah tugas mereka sudah
selesai mereka kerjakan?

“PALLI!” Bentak Shin songsaemnim.

Jiyeon nampak takut melangkah
menghadap Shin songsaemnim.

“Ne, saem!”

“Igo!” Ucapnya menunjuk buku tebal yang baru sajaia banting.

“Ne?” Tanya Jiyeon bingung.

“Itu buku naskah drama untuk
festival perpisahan kelas 3. Aku
tidak mau tau bagaimanapun
caranya, kau harus membuat
oppamu itu mau menjadi pemeran utamanya!”

“Ne?”

“Dia harus membacanya! Lalu
memainkan peran itu! Neo arasseo?”

“Geundae saem…..”

“Ini akan masuk dalam nilai tugas akhirmu!”

***

“Aissh, kenapa yeoja tua itu
melakukannya padamu? Benar-benar menyebalkan!” Gerutu Luna seraya melahap snack yang ia pesan. Saat ini mereka tengah berada dikantin sekolah.

“Memangnya ada apa?” Tanya Amber yang berbeda kelas dengan keduanya.

“Si yeoja tua itu meminta Jiyeon
untuk membuat Chanyeol oppa mau memerankan peran dalam dramanya untuk festival perpisahan kelas 3 nanti.” Jawab Luna.

“Memangnya kenapa? Bukankah itu bagus. Dengan begitu, kita bisa melihat Chanyeol oppa kembali pentas diatas panggung. Bukan hanya bernyanyi dan memetikkan gitarnya, melainkan melihat ia yang
akan berakting. Bukankah itu
bagus!” Komentar Amber.

“Ne. Tapi bagaimana kalau Chanyeol oppa menolaknya? Sebelumnyakan dia belum pernah melakukannya! Dan kemungkinan si yeoja tua itu
sudah memintanya namun ditolak. Pada akhirnya Jiyeonlah yang menjadi korban. Kau tau? Dia bilang ini sebagai nilai tugas akhirnya! Dasar yeoja tua gila!” Gerutu Luna kesal.

Jiyeon, ia hanya terdiam. Bagaimana caranya ia meminta sang oppa untuk melakukannya? Bahkan ia sangat canggung hanya dengan bertemu
dengannya setelah kejadian ciuman semalam.
Eotteokhae? Jiyeon membatin

“Jiyeon-ah! Apa yang akan kau
lakukan sekarang?” Tanya Luna.

“Tentu saja meminta Chanyeol oppa untuk memainkan drama itu!” Jawab Amber yang langsung mendapat tatapan horor dari Luna.

“W….Wae? Memangnya kenapa?
Bukankah itu yang memang harus ia lakukan!” Timpal Amber.

“Aisssh!” Luna nampak prustasi.
Ia tau dengan jelas perasaan Jiyeon maupun Chanyeol. Dan itu tidak boleh terjadi. Meski keduanya bukanlah saudara kandung, namun mereka masih bersaudara karena kedua eomma mereka masih kakak
beradik. Mereka adalah saudara
sepupu. Dan mereka tidak boleh
menjalin hubungan terlarang itu.

Jiyeon hanya menghembuskan
nafasnya. Ia bingung dengan apa
yang akan ia lakukan selanjutnya.

***

@Home Park Family

~ I’d like to be everything you want
Hey girl , let me talk to you
If I was your boyfriend
never let you go
Keep you on my arm girl
you ‘d never be alone
I can be a gentleman
anything you want
If I was your boyfriend
I’ d never let you go
I ‘d never let you go~

Jiyeon mematung didepan pintu
kamar Chanyeol yang terbuka. Ia
mendengarkan Chanyeol yang tengah bernyanyi seraya memetikkan gitar merahnya. Lagu milik Justin Bieber
berjudul Boyfriend, apakah lirik lagu tersebut di persembahkan untuknya?

“Masuklah!” Perintah Chanyeol yang menyadari kehadiran Jiyeon.

Jiyeon langsung tersadar dan
melangkah perlahan mendekat kearah Chanyeol yang tengah menyenderkan kepalanya seraya memeluk gitar
merahnya diatas ranjang.

“Wae?” Tanyanya pada Jiyeon seraya meletakkan gitarnya disamping ranjang.
Chanyeol melihat ada sesuatu yang disembunyikan dibalik punggung Jiyeon.

“Igo! Mwoya?” Tanyanya.
Jiyeon hanya menundukkan
kepalanya.

“Kya!”

Jiyeon lalu mengangkat kembali
kepalanya.

~DEG~

Lagi-lagi mata keduanya beradu.

“Park Jiyeon! Sadarlah! Kau tidak
boleh melakukannya! Kau tidak boleh jatuh cinta pada sepupumu!” Batinnya.

Seolah berhasil lolos dari sihir mata Park Chanyeol. Jiyeon mengerjapkan matanya dan perlahan menelan salivanya.

“Oppa!”

“W…..Wae” Tanya Chanyeol yang
masih terlihat gugup karena
pandangan keduanya yang kembali beradu.

Jiyeon langsung menyerahkan benda yang ada dibalik punggungnya pada Chanyeol.

“Ige mwoya?” Tanyanya saat
menerima buku tebal itu.

“Itu naskah untuk peranmu nanti, oppa! Kau harus menghapalnya!”

“Mwo? Kya! Apa maksudmu? Naskah? Eoh, apa Shin songsaemnim yang menyuruhmu? Lupakan! Aku tidak akan melakukannya!” Balas Chanyeol seraya meletakkan buku besar itu tepat diatas meja samping ranjangnya.

“Oppa!” Rengek Jiyeon.

“Shirreo!” Tolak Chanyeol.

“Jebal, oppa! Ini menjadi nilai tugas akhirku!” Jiyeon mulai memasang wajah sendunya.

“Mwo?”

“Shin saem mengatakan ini sebagai nilai tugas akhirku. Jebal, oppa! Bermainlah dalam drama itu!” Pinta Jiyeon.

“Aissh, nenek sihir itu berani sekali melakukannya padamu!” Gerutu Chanyeol kesal.

“Oppa!”

“Geurae, oppa akan melakukannya. Lalu apa yang akan kau berikan pada oppa, eoh?” Chanyeol memasang tampang nakalnya.

“Ne?”

Chanyeol bangkit dan melangkah
mendekat kearah Jiyeon.
Jiyeon mengerjapkan matanya. Apa yang akan namja itu lakukan
padanya?
Chanyeol mendekatkan wajahnya dan Jiyeon mulai memejamkan kedua matanya.

“Buatkan oppa makanan. Oppa
sangaaaaaat lapar!” Bisiknya tepat ditelinga Jiyeon.

Jiyeon kembali membukakan
matanya.

“PALLI!” Teriak Chanyeol.

“Eoh, ne!” Jiyeon langsung bergegas pergi menuju dapur. Ia merutuki tindakannya.
Apa yang ia fikirkan?
Benar-benar memalukan. Sedangkan Chanyeol, ia tertawa melihat respond Jiyeon. Ia merasa Jiyeonpun memiliki
perasaan yang sama dengannya.
Terlepas dari status ia yang sebagai oppa atau sebagai seorang sepupu, yang jelas
ia mencintai Jiyeon. Bukan sebagai siapapun, melainkan sebagai seorang namja yang jatuh cinta pada seorang yeoja.

“Apa kau belum makan?” Tanya
Shinhye saat melihat Jiyeon yang
tengah memasak didapur.

“Eoh, eomma sudah pulang?”

“Eum.”

“Oppa bilang dia lapar. Jadi aku
membuatkan ramen untuknya!”

“Eoh.” Shinhye kemudian mengambil segelas air minum lalu meminumnya.

“Jiyeon-ah! Apa oppamu sudah
memberitahukan padamu bahwa
setelah lulus ia akan ikut bersama appa kandungnya?”

Jiyeon menghentikan aktifitasnya
saat mendengar pernyataan sang
eomma.

“Ne?”

“Mereka akan pergi ke Jepang.
Disanalah keluarga besar oppamu tinggal. Ia juga akan melanjutkan study disana dan menemani appanya hingga waktunya tiba.” Lanjut Shinhye.

Jiyeon, kenapa hatinya terasa sakit mendengar itu semua?
Apa Chanyeol akan meninggalkannya?
Setelah terungkapnya kebenaran
bahwa Chanyeol bukanlah oppa
kandungnya,
setelah tau bahwa ternyata Chanyeol adalah sepupunya,
setelah menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada namja tinggi itu,
kini ia harus menerima kembali kenyataan bahwa Chanyeol akan pergi meninggalkannya dan tinggal di Jepang.
Ini benar-benar sebuah kejutan yang luar biasa untuknya.

“Kya! Kau akan membuat ramennya lembek!” Sembur Chanyeol yang sudah
berada disampingnya.
Chanyeol mulai mengangkat ramen itu dari atas kompor.
Ia langsung duduk dan menyantap ramen panas itu. Sepertinya namja itu benar-benar kelaparan.

Jiyeon, yeoja itu hanya
memandangnya.
Sang eommapun ikut memandang Jiyeon yang terus menatap Chanyeol yang tengah menyantap ramennya.
Terlihat raut kesedihan diwajah
putrinya itu. Namun, ada apa
dengan mata itu? Ini pertama
kalinya Shinhye melihat itu. Bahkan saat Chanyeol kecelakaanpun ia tak
mendapati tatapan itu. Shinhye
menggelengkan kepalanya berusaha untuk tidak memikirkan hal buruk itu.

Jiyeon lalu berjalan menaiki tangga.

“KYA! NEO EODIGA? KAU HARUS
MENCUCI INI!” Teriak Chanyeol saat melihat kepergian Jiyeon. Namun tak ditanggapi Jiyeon. Yeoja itu tetap berjalan menuju kamarnya.

“Ada apa dengannya?” Gumam
Chanyeol seraya memasukkan ramen kedalam mulutnya.
Sang eomma kemudian memandang Chanyeol yang masih mengunyah ramennya.

“Chanyeol-ah!” Ucap sang eomma yang kemudian duduk tepat dihadapan Chanyeol.

“Ne?”

“Apa kau belum memberitahukan perihal kepergianmu ke Jepang pada
Jiyeon?”

Chanyeol menghentikan aksi
makannya. Ia hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian menyantap kembali ramennya.
Sang eomma memandang aneh
Chanyeol.
Entah mengapa ada sesuatu yang
aneh diantara Chanyeol dan juga
Jiyeon belakangan ini. Namun ia
berusaha untuk tidak berfikiran
buruk.

Sementara itu, Jiyeon hanya
memandang langit tak berbintang dari jendela kamarnya.

“Kenapa rasanya hambar sekali!”
Gumamnya.
Baik cuaca maupun suasana hatinya, sepertinya memang benar-benar hambar bagi Jiyeon.

***

@Joil Technical High School

“Oppa!” Ucapnya saat lagi-lagi
melihat sosok Park Chanyeol yang tengah duduk didalam kelasnya.

Luna yang datang bersama Jiyeon lebih memilih untuk kabur dan keluar kelas, membiarkan dua makhluk itu menyelesaikan masalah
mereka.

“Dari mana saja kau? Bukankah kau lebih dulu berangkat ke sekolah!” Selidik Chanyeol.

“Aku menunggu Luna dihalte. Kami berangkat bersama. Hari ini supirnya tidak bisa mengantarkannya!” Jawabnya asal.

~BRAK~

Chanyeol membanting buku naskah yang tempo hari Jiyeon berikan padanya diatas meja.

“Waegeurae?” Tanya Jiyeon bingung.

“Bukalah! Dan baca halaman
terakhir!” Perintah Chanyeol kemudian Jiyeon melangkahkan kakinya mendekat dan mulai membuka halaman terakhir buku naskah tersebut.
Matanya melebar saat mendapati ternyata ada scene kissing dibagian ending.

“Apa kau ingin aku melakukannya?” Tanya Chanyeol tajam.

“O….Oppa!”

“Kau benar-benar ingin aku
melakukannya?” Tanyanya lagi seraya bangkit dan melangkah mendekat.

Jiyeon terlihat begitu bingung.
Apakah ia akan merelakan Chanyeol beradegan ciuman dengan yeoja lain?

“Jadi benar kau ingin aku
melakukannya, Park Jiyeon-ssi?”
Bisiknya.

Jiyeon hanya menelan salivanya
bingung akan jawaban apa yang harus ia berikan.

“KYA! LUNA-SSI! KENAPA KAU HOBI SEKALI MENGINTIP, EOH?” Teriaknya saat menyadari kehadiran Luna dibalik pintu.
Luna terlihat panik.
Chanyeol langsung mengambil
kembali buku naskah itu dan
membiarkan Jiyeon tetap mematung.

“Kau selalu saja mengganggu!”
Bisiknya tajam pada Luna lalu pergi meninggalkan kelas Jiyeon.

Luna langsung bergegas
menghampiri Jiyeon.

“Kya! Kau tidak boleh goyah! Ingat, Park Jiyeon! Dia itu sepupumu! Kau dilarang keras jatuh cinta padanya!” Ucap Luna pada Jiyeon yang masih
mematung.

***

“Aku tidak bisa melakukannya.
Mianhae!” Ucap Chanyeol pada Shin songsaemnim seraya menyerahkan buku naskah itu.

“Kya! Wae? Hanya kau yang pantas memerankannya, Park Chanyeol!”

“Geundae, aku tidak mau
melakukannya. Apalagi harus
beradegan ciuman. Itu benar-benar menjijikan. Dan satu hal lagi, jangan pernah menyuruh Jiyeon untuk melakukannya lagi. Kau boleh memberi nilai buruk padaku, tapi jangan padanya!” Ucapnya seraya bergegas keluar dari ruang guru.

“Park Chanyeol, jebal! Pertunjukkan ini akan hancur jika kau tidak ikut serta! Kau boleh memilih siapapun
yeoja yang akan mendampingimu bermain drama nantinya!” Shin saem mulai bernegosiasi.

Mendengar hal itu, Chanyeolpun
menghentikan langkahnya. Seolah mendapatkan sebuah ide bagus, ia kembali berbalik.

“Kalau begitu, aku ingin Park
Jiyeonlah yang menjadi
pasanganku!”

“Ne?”

“Kurasa aku bisa melakukannya jika bermain bersama dongsaengku!”

Shin songsaemnim nampak terlihat tengah berfikir.
Apakah tidak apa-apa Park
bersaudara yang menjadi pemeran utamanya?
Apakah nanti para penonton akan mendapatkan feel dari drama yang diperankan kedua kakak beradik itu?
Namun tidak ada pilihan lain lagi.
Hanya Park Chanyeollah yang pantas memerankannya.

“Baiklah kalau begitu!” Jawab Shin songsaemnin pada akhirnya yang langsung mendapatkan senyum kemenangan dari Park Chanyeol.

***

Jiyeon, setelah diberitahukan Shin songsaemnim bahwa ia yang menjadi pemeran yeoja yang akan mendampingi Chanyeol, ia menjadi terlihat begitu gelisah. Ia tidak mungkin menolaknya karena Shin songsaemnim menjadikan itu
sebagai nilai akhirnya. Namun iapun tidak mungkin melakukannya apalagi dalam drama tersebut akan ada adegan ciuman.
Apa yang akan dikatakan orang-orang nanti saat melihat dua orang yang diketahui kakak beradik itu berciuman?
Meski mereka belum mengetahui bahwa Chanyeol dan Jiyeon bukanlah saudara kandung, namun tetap saja
mereka adalah saudara sepupu.

“Kau harus menolaknya, Park Jiyeon!” Ucap Luna.

“Tapi bagaimana caranya?”

“Aku tidak tau. Yang jelas kau tidak boleh melakukannya. Eommamu pasti akan menonton pertunjukkan kalian. Bagaimana nanti respondnya saat melihat kalian berdua berciuman? Belum lagi reaksi para hagsaeg dan juga songsaemnim yang
hanya mengetahui bahwa kalian ini saudara kandung.”

“Jangan jadi profokator, Luna-ssi!” Sembur Chanyeol yang tiba-tiba hadir diantara mereka.
Luna begitu terkejut melihat
kehadiran Chanyeol disana.

“Kajja! Kita harus berlatih!” Ajak
Chanyeol yang langsung menarik
tangan Jiyeon.

***

Baik Jiyeon maupun Chanyeol,
mereka berdua berlatih setiap hari. Entah itu dirumah maupun
disekolah dan membuat siapapun berfikir mereka tidak terlihat seperti seorang kakak beradik. Mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih.

“Setelah drama ini, kita akan
disibukkan dengan ujian!” Ucap
Chanyeol.
Keduanya kini tengah berada
ditaman belakang sekolah.

“Kalau aku sih tidak masalah. Kau
yang akan lulus, oppa! Kau harus
bisa mendapatkan nilai yang
sempurna!” Balas Jiyeon.
Kemudian Jiyeon teringat ucapan
eommanya beberapa hari lalu
mengenai Chanyeol yang hendak
pergi ke Jepang bersama dengan
appa kandungnya dan akan
melanjutkan study dinegeri sakura sana.

Hingga detik ini, Chanyeol belum
memberitahukan perihal
kepergiannya ke Jepang pada Jiyeon. Jiyeonpun tidak berani untuk menanyakan hal itu. Ia lebih memilih menunggu sang oppa sendirilah yang memberitahukan padanya.

“Apa yang kau fikirkan?” Tanya
Chanyeol saat melihat Jiyeon yang terdiam.

“Ne?”

“Apa kau memikirkan drama ini?” Tanya Chanyeol kembali.

“Eum!” Jawabnya berbohong.

“Apa kau memikirkan adegan
terakhirnya?” Goda Chanyeol.

“KYA!” Teriaknya yang sudah tersipu malu oleh pertanyaan Chanyeol.

Adegan terakhir?
Apa ia dan Chanyeol benar-benar akan melakukannya?

“Jiyeon-ah!” Ucap Chanyeol seraya menggenggam erat tangan Jiyeon.

“Eoh?”

“Kajja! kita lakukan yang terbaik
untuk drama ini!”

Jiyeon hanya tersenyum memandang oppanya itu.

***

Hari yang dinantipun tiba. Semua
penonton sudah hadir didalam
ruangan yang memang dikhususkan untuk pertunjukkan seni teater yang dimiliki pihak sekolah. Baik para tamu undangan maupun para hagsaeg serta songsaemnim, mereka terlihat begitu berantusias
dengan pertunjukkan itu.

Chanyeol melebarkan matanya saat melihat sosok Jiyeon yang sudah mengenakan kostumnya. Ia terlihat bak seorang putri dari negeri dongeng. Dengan rambut yang sengaja diluruskan mengingat rambut aslinya itu ikal berubah menjadi lurus tergerai dengan indahnya, membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona tak terkecuali dengan sosok tinggi Park Chanyeol.

“Wae?” Tanya Jiyeon malu saat
mendapati tatapan aneh dari
Chanyeol.

“Neomu yeoppo!” Jawab Chanyeol yang berhasil membuat semburat merah dipipi Jiyeon.

Acarapun dimulai. Semua pemeran dalam drama tersebut bermain dengan sangat baik. Hingga tiba pada akhir adegan yang mengharuskan Chanyeol untuk mencium Jiyeon.
Dengan jantung yang sudah
bergemuruh, Chanyeol memeluk
pinggang Jiyeon. Menatap dalam
mata yeoja itu, hingga akhirnya ia memiringkan kepalanya.

~CUP~

Bibir Chanyeol tepat mendarat
dibibir Jiyeon. Semua penonton nampak melebarkan mata mereka tak terkecuali dengan eomma Jiyeon dan juga appa Chanyeol yang hadir.
Hingga suara gemuruh tepuk
tangan membuat Chanyeol
menghentikan aksinya.
Ia tersenyum memandang yeoja yang ada dihadapannya itu. Jiyeonpun membalas senyuman manis Chanyeol. Keduanya kemudian menghadap
kearah penonton lalu menunduk.
Suara teriakan penyemangat semakin terdengar seiring dengan suara tepukan tangan yang masih bergemuruh
menandakan bahwa drama yang
mereka mainkan benar-benar
memuaskan para penonton.

***

@Home Park Family

Saat ini Jiyeon, Shinhye, Chanyeol dan juga Jaejoong tengah berada dirumah Park Family. Mereka tengah makan bersama merayakan keberhasilan drama yang Chanyeol dan Jiyeon perankan.

“Kalian terlihat seperti sepasang
kekasih!” Komentar Jaejoong membuat Chanyeol dan Jiyeon hanya dapat menelan saliva mereka masing-masing.
Sedangkan Shinhye, ia hanya terdiam. Ia menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh antara Jiyeon dan juga Chanyeol.

“Apa kau sudah mempersiapkan
segala sesuatu untuk
keberangkatanmu bersama Chanyeol ke Jepang nanti?”
Pertanyaan Shinhye sukses membuat Jiyeon terdiam.
Chanyeol yang memang belum
memberitahukan hal itu pada Jiyeon langsung menoleh kearahnya.

“Aku sudah menyiapkan tiket untuk keberangkatan kami 3 minggu yang akan datang!” Jawab Jaejoong.

***

Baik Chanyeol maupun Jiyeon,
keduanya hanya terdiam dan tak
saling menyapa setelah peristiwa
makan malam itu.
Jiyeonpun enggan untuk
menanyakannya pada Chanyeol,
begitu pula dengan Chanyeol yang masih belum siap mengatakan perpisahannya pada Jiyeon. Keduanyapun tengah disibukkan dengan ujian sekolah mereka masing-masing.
Hingga ujian berakhir dan
keberangkatan Chanyeol ke Jepang tinggal menghitung jam.

“Jiyeon-ah!” Ucapnya saat memasuki kamar Jiyeon.
Yeoja itu terlihat tengah duduk
dilantai kamarnya, menyandarkan kepalanya diranjang seraya menyalakan MP3 yang sudah bertengger earphone dikedua telinganya. Matanya terlihat terpejam.

Menyadari itu, Chanyeol langsung melangkahkan kakinya mendekat dan duduk disamping Jiyeon. Ia mengambil sebelah earphone Jiyeon, membuat yeoja itu membukakan matanya dan menoleh kearah Chanyeol.
Akhirnya yeoja itu menyadari
kehadiran Chanyeol disana.

Skyskraper. Itulah lagu yang tengah didengarkan Jiyeon. Chanyeol mengetahuinya setelah memasang earphone itu disebelah telinganya. Lagu milik Demi Lovato. Lagu yang
pernah mereka berdua nyanyikan sebelum Chanyeol mengalami kecelakaan.

Jiyeon hanya memandang oppanya itu. Ia menyadari maksud kedatangan sang oppa.
Besok. Besok adalah hari dimana
Chanyeol dan appa kandungnya akan pergi ke Jepang. Jiyeon tak
menyadari bahwa air matanya telah sukses meluncur dikedua pipinya hingga Chanyeol menghapus air mata itu dengan kedua jari tangannya.

“Kau sudah mengetahuinya?” Tanya Chanyeol.

Jiyeon hanya menganggukkan
kepalanya seraya terisak. Sungguh ia tak sanggup berpisah dengan namja yang selama 17 tahun menemaninya itu.

Chanyeol langsung merengkuh tubuh Jiyeon kedalam pelukannya. Keduanyapun
menangis bersama.

“Hiks…”

“Oppa akan segera kembali!”
Bisiknya dan semakin membuat
Jiyeon terisak. Chanyeol semakin erat memeluk tubuh Jiyeon, begitu pula dengan Jiyeon yang mulai membalas
pelukannya.

***

Sudah hampir sebulan sejak
kepergian Chanyeol ke Jepang.
Jiyeonpun kini sudah menjadi
hagsaeg kelas 3.

“Kudengar akan ada hagsaeng baru!” Bisik Amber yang kini satu kelas dengan Jiyeon, sedangkan kini giliran Lunalah yang berbeda kelas dengan keduanya.

Jiyeon nampak tak menghiraukan ucapan Amber. Hingga muncullah sosok Kang songsaemnim bersama
dengan seorang namja muda, lebih tepatnya hagsaeg namja. Mungkin inilah hagsaeg baru yang Amber ceritakan pada Jiyeon barusan.

Dengan postur tubuh yang cukup
tinggi, berkulit putih bersih dan
berparas tampan, mampu membuat para hagsaeg yeoja disana menatap kagum hagsaeg baru itu.

“Perkenalkan dirimu!” Perintah Kang songsaenim pada namja tinggi putih itu.

Namja itu berjalan selangkah lebih maju. Ia memandang sekelilingnya. Memandang para hagsaeg yang akan menjadi rekannya dikelas nanti. Matanya menangkap sosok Jiyeon yang hanya menunduk. Kemudian ia kembali menatap lurus
ke depan.

“Annyeonghasaeyo! Naneun, Oh
Sehun imnida. Mannaseo
bangabseumnida!” Ucap Namja yang diketahui bernama Oh Sehun itu kemudian membungkukkan tubuhnya.

***

Bagaimana dengan Jiyeon setelah kepergian Chanyeol dan kehadiran Sehun?
Mampukah Sehun merebut hati
Jiyeon?
Ataukah Sehun yang berhasil
memenangkan hati Jiyeon?
Bagaimana dengan Chanyeol?
Tunggu next part nya ne!
Jangan Lupa kritik dan sarannya!
Coment jusaeyo!

FF Chanyeol Jiyeon (Park Couple) I Like You The Best (part 2)

       

image

        I LIKE YOU THE BEST
                             (part 2)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Kim Jae Joong ( JYJ )
Park Shinhye
Luna ( Fx )
Amber ( Fx )

Songfict :
EXO Moonlight

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : Part 2 Hadir. Pernah autjor publish di tanggal 11 Mei 2014. Semoga part ini
tidak mengecewakan.
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING!

***

“KYA! PALLIWA!” Perintah Chanyeol pada Jiyeon.

Sejak seminggu dirawat dirumah
sakit karena kecelakaan yang
menimpanya, Chanyeol kini
diperbolehkan untuk pulang
kerumah.

“Ne, oppa!” Jawab Jiyeon yang
tengah mengupas sebuah apel untuk oppanya itu.

“Kau ini lelet sekali!” Ejeknya.

“KYA! TANGANKU HANYA DUA. KAU FIKIR AKU PUNYA BANYAK TANGAN, EOH?” Teriak Jiyeon kesal. Sejak kembali kerumah, Chanyeol menjadi sosok namja yang manja dan suka memerintahnya. Untung sang
pengendara mobil membanting setir sesaat sebelum mobilnya
menghempaskan tubuh Chanyeol, sehingga Chanyeol hanya terserempet dan luka ringan. Sang pengendarapun meminta maaf karena ia
baru pertama kali mengendarai
mobil dan mereka menyelesaikan masalah itu dengan cara kekeluargaan.

“Aku kan sedang sakit!” Jawab
Chanyeol mempoutkan bibirnya
mengikuti kebiasaan dongsaengnya seraya menurunkan volume suaranya.
Begitu terdengar menyedihkan.
Namun bagi Jiyeon, itu sangat
menyebalkan. Ia hanya menghela nafasnya malas. Menutup rapat kedua bibirnya menahan amarah.

“Kya! Kau harus memotongnya kecil-kecil!” Tambah Chanyeol.

Jiyeon menautkan kedua alisnya. Menatap horor kearah oppanya itu.
Dia benar-benar sangat cerewet. Batinnya.

***

@Joil Technical High School

“Bagaimana keadaan oppamu?”
Tanya Amber yang tengah berada didalam kelas Jiyeon dan Luna. Amber memang berbeda kelas dengan keduanya.

“Untuk apa kau menanyakannya,
eoh? Kenapa kau tidak menanyakan keadaanku?” Protes Jiyeon kesal.

“Ck, memangnya kau sakit?” Luna terkekeh mendengar pernyataan Jiyeon.

“Tentu saja. Nan jeongmal aphayo. Penyakitku bahkan sangat parah. Huft…” Jawab Jiyeon seraya menghembuskan
nafasnya kesal.

“Wae? Wae? Wae?” Tanya Amber
yang ikut terkekeh merasa lucu
dengan yang diucapkan Jiyeon.
Oppanya yang baru saja mengalami kecelakaan, kenapa malah dongsaengnya yang merasa sakit? Ck.

“Bagaimana aku tidak sakit, si
monster itu menyuruhku ini dan itu setiap waktu. Aku benar-benar merasa sakit. Neomu Aphayo!” Jawabnya sedih, namun malah terdengar sangat lucu bagi Amber dan juga Luna.

“KYA!” Teriak Jiyeon saat Amber dan Luna menertawakannya.

***

@Suseonggyo Restaurant

“Untuk apa kau datang kesini?”
Tanya Shinhye, eomma Chanyeol, pada namja yang ada dihadapannya saat ini.

“Kudengar Chanyeol kecelakaan!” Jawab sang namja yang memiliki suara lembut.

“Dia baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya!” Jawab Shinhye sinis.

“Aku akan membawanya ke Seoul!”

“MWO? NEO MICHEOSSEO! SETELAH KAU MENINGGALKANNYA DAN JUGA
EONNIE, KAU INGIN MEMBAWANYA? CK, KAU BENAR-BENAR SANGAT LUCU KIM JAEJOONG-SSI!” Ucap Shinhye
kesal.

“Aku tidak pernah meninggalkan
Park Bom. Dialah yang ingin aku
meninggalkannya!” Jawab namja yang ternyata adalah appa dari Park Chanyeol.

“Kau benar-benar memuakkan.
Bagaimana bisa seorang yeoja dapat dengan mudah menerima kenyataan bahwa namja yang selama ini menjadi kekasihnya, namja yang sudah menghamilinya, ternyata sudah mempunyai seorang anae. Kau
benar-benar seorang penipu!”
Tambah Shinhye pada namja yang ada dihadapannya yang diketahui bernama Kim Jaejoong itu.

Jaejoong hanya terdiam. Mungkin benar ini adalah kesalahannya.
Saat ia yang seorang dosen muda
jurusan musik dipindahtugaskan di Daegu National University Of
Education, ia tertarik pada salah
satu mahasiswi yang bernama Park Bom. Tak ada yang tau mengenai hubungan keduanya. Hingga akhirnya Park Bom hamil dan lebih buruk lagi saat ia mengetahui bahwa Kim Jaejoong ternyata sudah
mempunyai seorang anae. Meski
Jaejoong meminta maaf padanya dan berjanji akan bertanggung jawab, namun Park Bom menolaknya dan lebih memilih untuk ditinggalkan
Jaejoong yang akan kembali ke Seoul karena masa tugasnya di Daegu sudah selesai.

“Mianhae!” Lirih Jaejoong seraya
menunduk.

“Jangan pernah datang lagi kemari! Dan jangan pernah sekali-kali menampakkan wajahmu itu dihadapanku maupun Chanyeol.” Ucap Shinhye bergegas pergi
meninggalkan Jaejoong.

Park Bom, setelah melewati masa-masa sulit kehamilan, ia tinggal bersama Shinhye, dongsaengnya yang sudah menikah dengan seorang
mekanis bernama Jung Yoon Ho.
Kehidupan Shinhyepun tidaklah
mulus, ia diusir oleh Park Family
karena menjalin hubungan dengan seorang mekanis. Meski gaji Yoon Ho pas-pas an, namun Shinhye merasa bahagia bersamanya. Merekapun
memutuskan untuk menikah.
Sekarang giliran Park Bom yang
diusir karena hamil diluar nikah.
Park Bom tidak punya tempat lain untuk bersandar selain kepada Shinhye, dongsaengnya. Sayang, saat Park Bom
melahirkan Chanyeol, ia harus
meninggalkan dunia ini. Shinhye yang saat itu tengah mengandung Jiyeonpun
merawat Chanyeol dan menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri.

Bagaimana dengan Jaejoong?
Ia tak pernah berhenti mencari
informasi tentang Park Bom, hingga kematian yeoja itupun ia tak mengetahuinya. Ia datang berkunjung kemakam yeoja
itu sehari setelah dilakukannya
pemakaman, dan iapun baru mengetahui perihal anak yang dilahirkan Park Bom yang
diberi nama Park Chanyeol itu.

***

@Home Park Family

“Waegeuraeseo, eomma? Apa yang sedang kau fikirkan, eoh?” Tanya Jiyeon yang melihat sang eomma tengah melamun didapur rumahnya.

“Eoh, Jiyeon-ah! Kau sudah pulang? Bagaimana dengan sekolahmu?” Balas Shinhye saat menyadari kedatangan puterinya itu.

Jiyeon menautkan kedua keningnya heran. Tidak biasa-biasanya sang eomma menanyakan perihal sekolahnya.

“Kya, eomma! Apa kau sedang ada masalah? Apa terjadi sesuatu? Apa manager restaurant itu membuat ulah padamu? Atau ada yang
mengganggumu? Katakan padaku, eomma! Aku akan menghajar siapapun yang membuatmu bersedih seperti ini!” Cerocos Jiyeon mengepalkan tangannya ke udara.

Shinhye malah tertawa mendengar ucapan Jiyeon. Ia tersenyum seraya mengelus lembut puncak kepala
putrinya itu.

“Aigoo, bagaimana bisa eomma
mempunyai putri secerewet dirimu eoh?”

“KYA!”

Keduanya tertawa bersama saat
mendengar teriakan Jiyeon.

“Eoh, apa oppa sudah tidur?” Tanya Jiyeon.

“Eum. Seharian ini dia ditemani
teman yeojanya. Dia sangat cantik, Jiyeon-ah!”

“MWO? YEOJA?” Teriak Jiyeon
terkejut. Setaunya, oppanya itu
tidak pernah tertarik pada yeoja
manapun. Dia juga akan langsung
mengusir yeoja yang berkunjung
kerumahnya.

“Ne. Neomu yeoppo. Apa mungkin itu yeojachinguya?” Pikir Shinhye.

“MWO? YEOJACHINGU?” Jiyeon kembali berteriak karena terkejut.

“Kya! Kya! Kya! Tidak perlu berteriak seperti itu! Kau bisa membangunkan oppamu nanti!” Shinhye mengingatkan.

“Aisshh!” Jiyeon terlihat kesal dan meninggalkan sang eomma.

“Kya! Neo eodiga? Apa kau sudah
makan, eoh?”

“Sudah!” Jawabnya singkat menaiki tangga menuju kamarnya yang ada dilantai dua rumahnya.

Kini, ia tepat berada didepan kamar Park Chanyeol sang oppa.

“Apa kau sudah mempunyai seorang yeojachingu, oppa? Geundae wae? Kenapa kau tidak pernah memberitahukannya padaku? Apa yeoja itu lebih
cantik dan lebih manis dariku? Awas kau Park Chanyeol!” Geramnya lalu membuka pintu kamar Chanyeol.

“KYA! DARI MANA SAJA KAU, EOH?” Sembur Chanyeol saat melihat Jiyeon memasuki kamarnya. Ternyata dia
belum tidur.

Yeoja itu mengerutkan keningnya dan melangkah mendekat kearahnya.
Jiyeon berkacak pinggang tepat
disamping ranjang Chanyeol.
Chanyeol terlihat heran sekaligus
merasa takut melihat tingkah aneh dongsaengnya itu.

“W…Wae? Wae? Wae? Wae?”

Jiyeon tak menjawab. Ia justru
memandang horor oppanya itu.
Chanyeol menelan salivanya secara perlahan. Sepertinya ia akan mendapatkan masalah LAGI dari dongsaeng tercintanya itu.

“Oppa!” Ucap Jiyeon menekankan kata yang keluar dari mulutnya.

“W….Wae? Waeyo?”

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” Jiyeon memulai interogasi.

“MWO?”

Jiyeon langsung berhambur kearah Chanyeol dan memukuli oppanya itu dengan bantal.

“KYA! KYA! KYA! APA YANG KAU
LAKUKAN?”

Jiyeon masih memukuli tubuh
Chanyeol, hingga Chanyeol berhasil menangkap kedua tangannya.

~DEG~

Mata mereka berdua beradu. Seolah ada aliran entah itu apa yang tiba-tiba mengalir dengan begitu saja.
Ada apa dengan mata itu? Kenapa keduanya seolah enggan berpaling dari mata itu?
Park Jiyeon?
Park Chanyeol?
Sadarlah!
Kalian berdua bersaudara!

~Wae sseulegicheoleom nal
beolyeoseo
Daeche wae nan amugeosdo hal sueobseo
Daeche wae wae wae nan maeil
Neowaui cheogdeuleul da
jibeodeonjyeo~

Jiyeon langsung tersadar dan
menghempaskan tangan Chanyeol dan langsung mengangkat android putihnya yang berdering.

Sedangkan Chanyeol, ia terlihat
kesal karena mendengar ringtone handphone Jiyeon adalah lagu B.A.P yang
berjudul Coma, apalagi ringtone tersebut berdering tepat di part idola Jiyeon yakni Bang Yongguk.

“Yeoboseyo!”

“MWO? KYA! NEO MICHEOSSEO?”

“Aish, aku akan segera kesana!”

Jiyeon pun menutup kembali
sambungan teleponnya dengan
sangat kesal.
Chanyeol yang melihatnyapun begitu khawatir.

“Waegeurae?” Tanyanya penasaran.

“Karya ilmiah yang baru saja kubuat bersama dengan Luna untuk tugas akhir semester tidak sengaja dibuang Ahn Ahjumma.” Jawab Jiyeon.

“Chinjja?”

“Aku akan menginterogasimu lain kali, oppa!” Ucap Jiyeon seraya meninggalkan Chanyeol.

“KYA! NEO EODIGA?”

“Aku akan mencari makalah itu.
Malam ini aku akan menginap
dirumah Luna. Jaljayo, oppa!”
Jawabnya menutup pintu kamar
Chanyeol.

Ternyata Jiyeon terlambat pulang karena harus mengerjakan tugas akhir semester bersama Luna.

Chanyeol, ia langsung menyentuh dadanya. Masih terasa jantungnya yang berdetak abnormal.

“Ige mwoya? Aisshh, kurasa aku
sudah gila karena kecelakaan
kemarin.” Gumamnya.

***

@Home Luna Family

“Tidurlah! Bukankah kita sudah
menemukan makalah kita. Yaaaaa walaupun harus mencarinya ke tempat sampah!” Ucap Luna yang terlihat begitu mengantuk.

Sedangkan Jiyeon, ia tak
menjawabnya. Pikirannya masih
tertuju pada peristiwa yang terjadi dikamar Park Chanyeol sang oppa.
Perasaan apa ini?
Kenapa jantungnya terus berdetak seperti ini?
Ada apa dengannya?
Yeoja itu terlihat membuang nafas lemas. Ia kemudian memandang langit-langit kamar
Luna. Berharap kemudian ia akan tertidur dan melupakan semuanya.

***

@Joil Technical High School

“KYA! JIYEON-AH!” Sembur Amber yang datang ke kelas Jiyeon. Ia nampak terlihat terengah dan berusaha mengatur nafasnya.

“Kya! Waegeurae?” Tanya Jiyeon.

“Ada apa, Amber-ah?” Tambah Luna yang duduk disamping Jiyeon.

“Kya, apa oppamu berpacaran
dengan Victoria eonnie?”

“MWO?” Teriak Jiyeon terkejut.

“Mwoya? Dari mana kau
mendapatkan gosip itu?” Tambah
Luna.

“Tadi pagi mereka berdua datang
kesekolah bersama. Ingat insiden keluarnya Chanyeol oppa dari kepengurusan OSIS? Bagaimana bisa mereka seakrab seperti sekarang setelah insiden itu!” Amber mengungkapkan pemikirannya.

“Ne. Apa mereka benar-benar
berpacaran?” Tambah Luna.

Jiyeon hanya terdiam. Entah
perasaan apa yang saat ini ia
rasakan. Yang jelas seperti ada
sesuatu yang menohok dadanya.

“Jiyeon-ah! Jiyeon-ah!” Panggil
Amber saat melihat Jiyeon yang
hanya terdiam.

“E….Eoh? Wae?”

“Mworago? Wae? Kya! Bagaimana
dengan oppamu? Benarkah kau tidak mengetahui hubungannya dengan Victoria eonnie, eoh?” Tanya Luna kesal.

Jiyeon bangkit dan memilih keluar dari dalam kelasnya tanpa menjawab pertanyaan dua orang sahabatnya itu.

“KYA!” Teriak Luna dan Amber kesal.

“Oppa? Benarkah kau berpacaran
dengan yeoja itu? Apakah mungkin yeoja yang eomma ceritakan itu.adalah Victoria eonnie? Geundae, wae? Kenapa harus yeoja yang menyebarkan foto-foto memalukan itu?” Batinnya.

Kini ia tepat berada didepan kelas Chanyeol. Victoria yang memang satu kelas dengan Chanyeol terlihat tengah
berusaha memberikan potongan apel kecil pada Chanyeol.

Chanyeol, namja itu memang sangat menyukai buah Apel. Namun ia terlihat enggan menerima potongan Apel itu
dari tangan Victoria, apalagi
mengingat bahwa keduanya tengah berada didalam kelas. Semua hagsaeg disana terlihat
memandang keduanya dengan
perasaan penuh tanda tanya.
Apa keduanya berpacaran?

“JIYEON-AH!” Teriak Chanyeol saat melihat kedatangan Jiyeon yang berada diambang pintu kelasnya.

Victoriapun ikut menoleh dan
mendapati Jiyeon yang tengah
menghapus air mata yang mengalir dipipinya.
Mwo?
Park Jiyeon menangis?
Chanyeol yang ikut menyadari hal itu langsung bangkit dan melangkah mendekat kearah Jiyeon.

“Nan gwaenchana!” Ucap Chanyeol pada Victoria yang hendak membantunya berjalan.
Dengan terpincang karena kakinya yang masih terasa sakit akibat kecelakaan yang menimpanya tempo hari, Chanyeol berjalan mendekat kearah Jiyeon.

“Kya! Waegeurae?” Tanya Chanyeol khawatir.

Jiyeon hanya terdiam. Entah iapun tak tau bagaimana bisa air mata itu mengalir begitu saja.

“Kya!”

Jiyeon hanya menundukkan
kepalanya. Air matanya seolah
enggan untuk berhenti mengalir.
Ada apa dengannya?
Kenapa rasanya begitu sakit?

“Jiyeon-ah! Apa ada yang
mengganggumu? Apa ada yang
menyakitimu? Cepat katakan pada oppa!” Perintah Chanyeol semakin panik saat Jiyeon makin terisak.

Semua hagsaeg yang melihatpun
begitu bertanda tanya, begitupula dengan Victoria. Ia merasa iri karena Chanyeol begitu mengkhawatirkan keadaan Jiyeon. Meski keduanya bersaudara, itu membuat semua orang yang melihatnya merasa iri karena perhatian yang diberikan Chanyeol
yang hanya ia berikan pada
dongsaengnya itu.

“Op….Oppa! Hiks…” Lirih Jiyeon.

Chanyeol langsung memeluknya. Ia merasa sedih jika melihat dongsaengnya seperti itu.

“Katakanlah! Siapa yang
mengganggumu, eoh?” Bisik
Chanyeol.

Jiyeon merasa nyaman berada dalam pelukan Chanyeol.
Selalu seperti itu. Oppanya itu
selalu memberikannya rasa aman dan nyaman.
Jiyeonpun mulai tenang dan
berhenti terisak. Iapun melepaskan tubuhnya dari pelukan Chanyeol.

“Oppa!”

“Eum? Waegeurae? Beritahu oppa!”

“Naega…..”

Chanyeol masih setia menunggu
kata-kata yang hendak diucapkan
dongsaengnya itu.

“Naega….. paegophaya!”

“MWO? M…..MWORAGO?” Teriak
Chanyeol terkejut.

“Kau tau bukan, semalam aku
menginap dirumah Luna. Aku tidak membawa uang dan aku sangat lapar. Luna tidak mau miminjamkan uangnya padaku!” Bohong Jiyeon terlihat merajuk.

“KYA! NEO MICHEOSSEO!” Teriak
Chanyeol kesal.
Kenapa dongsaengnya itu selalu
membuatnya khawatir dan kesal
disaat yang bersamaan?
Jadi dia datang kekelasnya dengan menangis hanya karena dia lapar?

“NAE PAEGOPHAYA!” Rengek Jiyeon yang langsung mendapati pukulan ringan dikepalanya dari Chanyeol.

~PLAK~

“KYA!” Ringisnya.

“Kau benar-benar mau membuat
oppamu ini mati karena jantungan, eoh? Untuk apa kau menangis datang kesini hanya karena lapar? Aisshhh!” Ucap Chanyeol kesal.

Jiyeon hanya menghapus kasar air matanya kemudian mempoutkan bibirnya kesal. Kesal karena sang oppa
memukul kepalanya.
Entahlah, Jiyeonpun tak tau mengapa ia mengatakan hal itu. Hanya itu yang terlintas difikirannya. Saat ini ia
belum bisa memastikan perasaan apa yang ia rasakan terhadap Park Chanyeol, oppanya. Ia harus menemukan jawabannya sendiri.

“Pakai ini, Park Jiyeon-ssi! Dan
belilah apapun yang kau inginkan!” Ucap Chanyeol seraya memberikan beberapa lembar won pada dongsaengnya itu.

Jiyeon terlihat senang menerimanya.

“Gomawo, nae oppa!” Balasnya
seraya menampilkan deretan gigi putihnya.

“Eoh!” Jawab Chanyeol kesal.

“Geureom, neo dongsaeng pamit! Gomapta, Park Chanyeol-ssi! Annyeonghasaeyo!” Ucap Jiyeon yang ikut menggunakan bahasa formal pada oppanya itu membuat Chanyeol hanya dapat berdecak karenanya.

“KYA! PERGILAH! BELILAH MAKANAN FAVOURITEMU ITU SEBANYAK-BANYAKNYA!” Teriaknya pada Jiyeon yang sudah berjalan pergi.

Victoria tersenyum melihat
keakraban kedua kakak beradik itu.
Chanyeol, dia sosok namja
penyayang ternyata. Itulah yang
dapat ia simpulkan tentang namja yang selama ini terkenal dengan kepribadiannya yang dingin.

***

@Suseongggyo Restaurant

“Bukankah sudah kukatakan jangan pernah muncul dihadapanku lagi!” Ucap Shinhye saat Jaejoong kembali
datang ke restaurant tempatnya
bekerja.

Jaejoong tak menjawab. Ia hanya
memberikan sebuah amplop
berwarna cokelat pada Shinhye.

“Ige mwoya?”

Jaejoong kembali tak menjawab dan membiarkan Shinhye membuka sendiri isi amplop itu.
Shinhye melebarkan matanya saat mengetahui isi dari amplop tersebut yang ternyata adalah selembar surat hasil pemeriksaan kesehatan tentang Kim Jaejoong.
Namja itu menderita penyakit kanker otak stadium akhir?
Shinhye langsung menatap Jaejoong, meminta penjelasan tentang itu semua.

“Dokter memvonisku penyakit itu 15 tahun yang lalu. Itu sebabnya aku tidak pernah muncul dihadapan kalian selama ini. Aku sibuk memeriksakan kesehatanku. Setelah aku menceritakan perihal aku yang
telah jatuh cinta dan menghamili
yeoja dari Daegu, istriku
menceraikanku. Ini sepertinya
balasan untukku. Yeoja yang kucintai meninggalkanku begitu pula dengan istriku dan tuhanpun memberikanku
penyakit itu. Ini semua pantas aku dapatkan. Dokter mengatakan, waktuku hanya tersisa 1 tahun saja. Maka dari itu aku ingin Chanyeol menemaniku hingga tuhan
mengambil nyawaku. Aku ingin setidaknya ada orang yang
kusayangi berada disisiku sampai
akhir. Jebal, bantulah aku!” Mohon Jaejoong seraya menunduk dan Shinhyepun
mulai merasa iba.

***

@Home Luna Family

“KYA! Wae? Kau hoby sekali
menginap disini, eoh?” Tanya Luna pada Jiyeon yang kembali pulang kerumahnya.

“Apa kau bertengkar dengan
eommamu? Atau jangan-jangan
dengan oppamu? Aigoo, kau terlihat takut untuk pulang kerumah!” Tambah Luna mengejek.

Takut?
Ya, sepertinya itu benar!
Jiyeon takut tidak bisa
mengendalikan perasaannya
terhadap Park Chanyeol.

Ia tak menjawab pertanyaan Luna dan hanya menghembuskan nafasnya kesal.

“Geureom, tidurlah! Anggap ini
rumahmu sendiri, Jiyeon-ssi!”
Sembur Luna yang masih tak
mendapat respond dari Jiyeon.

Keduanya kini tengah terbaring
diatas ranjang yang sama yang ada didalam kamar Luna.

Jiyeon, Imia terus memikirkan jawaban mengenai perasaannya itu. Tidak mungkin ia menanyakannya pada Luna. Ini akan sangat memalukan.
Jiyeon kemudian mengambil android putihnya dan membuka internet. Ia mencari tau perihal jawaban atas perasaan yang ia rasakan. Dan tepat saat ia selesai membaca informasi dari sana, ia langsung melempar android putihnya itu.

~BRAK~

“KYA!” Teriak Luna saat mendengar suara benda terjatuh.

“Apa yang kau lakukan?” Tambahnya.

Jiyeon hanya menutupi semua
tubuhnya dengan selimut.

“Kau benar-benar aneh Park Jiyeon!” Sembur Luna kesal.

Jiyeon, matanya masih melebar.

Jatuh Cinta

Itulah yang ia temukan.
Apa iya dia jatuh cinta?
Dan……..
Tidak!
Dia itu oppamu dan kau itu
dongsaengnya!
Sadarlah Park Jiyeon!
Kau tidak mungkin jatuh cinta pada oppamu sendiri!
Kau sudah gila! Batin Jiyeon meracau.

***

@Joil Technical High School

“Oppa!” Ucap Jiyeon saat melihat
Chanyeol yang tengah duduk
dibangku kelasnya.

“Sedang apa kau disini?” Tanyanya saat tepat berada dihadapan oppanya itu.

“Kenapa semalam tidak pulang?”
Tanya Chanyeol menginterogasi.

“Eoh, bukankah aku sudah
menelepon eomma!” Jawabnya.

“Apa tugasmu belum selesai juga, eoh?”

“Ne?”

Luna yang menyadari ada sesuatu yang disembunyikan Jiyeon hanya terdiam.
Ia berbalik hendak keluar dari dalan kelas sebelum oppa sahabatnya itu ikut menginterogasinya.

“Luna-ssi!” Panggil Chanyeol membuat Luna hanya dapat menghembuskan nafasnya berat.
Ia kembali berbalik.

“Ne, Chanyeol oppa!”

“Neo eodiga?”

“Eoh? Na….Naneun harus
mengambil buku diperpustakaan
sekarang!” Jawabnya asal dan
semakin membuat Chanyeol curiga.

“Apa kau fikir perpustakaan buka
dijam segini? Ini belum jam 7 Luna-ssi!” Tambah Chanyeol yang semakin membuat Luna terasa sulit untuk menelan salivanya sat ini.
Ya, Chanyeol benar. Ini belum jam 7 dan perpustakaan sekolah buka tepat jam 7 pagi.
Sepertinya ia harus menyerah. Luna kembali melangkah mendekat dan iapun hanya dapat menundukan wajahnya.

“Ne, Chanyeol oppa!”

“Apa yang Jiyeon lakukan
dirumahmu? Apa benar kalian
melakukan tugas sekolah? Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku? Atau kalian membuat rencana baru untuk mendapatkan tiket konser idola kalian seperti tempo hari?” Cerocos Chanyeol.

“Ne?”

“Oppa! Geumanhae! Bukankah sudah kukatakan bahwa makalah kami tidak sengaja dibuang Ahn Ahjumma, jadi kami harus membuat ulang!” Jawab
Jiyeon kesal.

“Shincca?” Chanyeol bangkit dan
berjalan mendekat kearah Jiyeon.

“Para hagsaeg disini mengatakan
bahwa semua tugas sudah diberikan pada Shin saem kemarin. Apa itu salah?”

Jiyeon hanya terdiam. Ia tidak
mempunyai alasan lain. Oppanya
sudah mengetahuinya.

“Jadi, apa yang kau rencanakan Park Jiyeon-ssi? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” Tambahnya.

Seolah kembali saat Jiyeon
menanyakan hal yang sama pada
Park Chanyeol beberapa hari lalu
saat didalam kamar. Dan saat itulah perasaan aneh itu muncul.
Mata mereka berdua kembali beradu dan kembali terkunci.

Luna, ia hanya memandang ngeri
keduanya.

~Teeeeeeeetttt~

Hingga bunyi bel terdengar  ditelinga keduanya dan
membangunkan kesadaran mereka.
Baik Chanyeol maupun Jiyeon
terlihat canggung satu sama lain.

“A…..Aku akan menanyakannya lagi!” Ucap Chanyeol terbata dan langsung bergegas meninggalkan kelas Jiyeon.

Jiyeon hanya mengerjapkan matanya.
Menyadari jantungnya yang kembali berdetak abnormal.
Sedangkan Chanyeol, namja itu melangkah menuju kelasnya dengan memegangi dadanya.

“Park Chanyeol! Neo micheosseo!” Gumamnya.

***

@Suseonggyo Restaurant

Terlihat Park Shinhye bersama Kim Jaejoong tengah menanti
kedatangan seseorang.

“Waegeurae, eomma? Tumben sekali memanggilku kesini!” Sembur Chanyeol yang datang dan langsung duduk disamping sang eomma. Ia terlihat bingung saat mendapati seorang namja paruh baya yang duduk dihadapan sang eomma. Ia
hanya melemparkan senyum pada namja itu dan kembali menatap sang eomma.

“Kau mau minum apa?” Tanya
Shinhye.

“Tidak perlu. Aku harus segera
kembali kerumah. Katakanah apa
yang ingin eomma katakan padaku!” Balas Chanyeol.

Shinhye hanya dapat menghembuskan nafasnya berat.

***

“Untuk apa kau menemui eommamu? Bukankah kau sudah mendapatkan uang jajan dari oppamu tempo hari!”
Tanya Luna saat mendengar Jiyeon yang hendak berkunjung ke Suseonggyo Restaurant tempat eommanya bekerja.

“Aku merindukannya! Aku harus tau apakah dia baik-baik saja tanpaku!” Jawabnya.

“Ck, kalau begitu jadilah anak yang baik Jiyeon-ssi!”

“Aissh, shincca! Kau ini menyebalkan, Luna-ssi! Tentu saja aku ini anak yang baik. Bahkan sanggggggat baik!” Balasnya percaya diri.
Keduanyapun tertawa.

“Geureom, hati-hati ne!”

“Ne!” Jiyeonpun turun dari dalam mobil mewah Luna. Ia memang sengaja menumpang pulang bersama Luna untuk berkunjung ketempat eommanya bekerja yang kebetulan satu arah dengan rumah Luna.

Saat hendak membuka pintu
restaurant, matanya melebar saat melihat sosok Chanyeol sang oppa di sana.

“Oppa! Kau disini juga?” Tanyanya dan tak mendapat jawaban dari Chanyeol.

Chanyeol pergi begitu saja
melewatinya.

“KYA! OPPA!” Teriaknya.

“Ada apa dengannya?” Gumamnya. Iapun masuk kedalam restaurant.

***

Hujan turun dengan derasnya,
namun Jiyeon tak menghentikan
langkahnya mencari sang oppa.
Sudah lebih dari 2 jam ia mencari sosok Park Chanyeol.
Setelah ia mengetahui kebenaran mengenai kelahiran Chanyeol, ia langsung bergegas mencari sosok namja tinggi itu. Ia benar-benar mengkhawatirkannya. Ini pasti
sangat sulit bagi Park Chanyeol.

***

@Home Park Family

“Oppa!” Lirihnya saat memasuki
rumah dan mendapati Chanyeol
yang tengah menonton Televisi.

“Jiyeon-ah! Kya! Apa yang kau
lakukan? Kenapa kau basah kuyup seperti ini?” Tanyanya panik dan langsung berhambur kearah Jiyeon yang sudah menggigil kedinginan.

“Oppa!” Ucapnya seraya tersenyum senang. Akhirnya ia menemukan oppanya itu.

~BRUK~

Jiyeon ambruk. Dia pingsan.

“JIYEON-AH!” Teriak Chanyeol dan langsung mengangkat tubuh Jiyeon.

***

” Kau sudah sadar?” Tanya Chanyeol saat melihat Jiyeon mulai membukakan kembali matanya yang sempat terpejam.

“Oppa!”

“Jangan melakukannya lagi! Kau bisa sakit!”

Jiyeon memeriksa tubuhnya yang terasa hangat.
Ia melebarkan matanya saat
mendapati pakaian yang ia kenakan sudah berganti. Ia langsung menatap Chanyeol. Sedangkan Chanyeol, namja itu menelan salivanya gugup menyadari hal itu.

“Aku tidak punya pilihan lain. Kau bisa sakit jika mengenakan pakaian basah itu. Aku tidak melakukan hal apapun selain mengganti pakaianmu!” Ucap Chanyeol.

Keduanya tengah berada didalam
kamar Jiyeon saat ini.
Hening.
Itulah yang terjadi.
Keduanya terlihat begitu canggung satu sama lai.
Apalagi mengingat kini keduanya mengetahui bahwa mereka bukanlah saudara
kandung.

“Oppa!”

“Eum?”

“Gwaenchana?”

“Nan gwaenchanayo.” Jawabnya
singkat. Ia tau, pasti Jiyeon sudah
mengetahui hal itu dan tentu saja yeoja itu pasti sangat
mengkhawatirkannya.

“Eoh, kenapa kau hujan-hujanan?
Apa kau ingin menguji seberapa
hebat dirimu eoh?” Ejek Chanyeol berusaha mencairkan suasana.

“Hiks….” Jiyeon malah menangis. Dan tentu saja itu membuat Chanyeol khawatir.

“Kya! Waegeurae?”

“Aku melakukannya karena sangat mengkhawatirkanmu, oppa! Aku mencarimu kemana-mana! Hiks… ” Isaknya.

Chanyeol semakin merasa bersalah. Ia mendekat dan perlahan menghapus air mata yang mengalir dikedua pipi Jiyeon dengan lembut.

“Geumanhae! Oppa baik-baik saja!” Jawabnya.

~DEG~

Mata keduanya kembali beradu.
Chanyeol, kini matanya tertuju pada bibir mungil milik Jiyeon. Ia mendekatkan wajahnya berusaha meraih bibir itu.

Jiyeon, tubuhnya bahkan tak bekerja dengan normal. Hanya
jantungnyalah yang bekerja dengan sangat cepat.

~CUP~

“A….Apa yang kalian lakukan?”

***

Huwaaa eotteo?
Part 2 Semoga tidak
mengecewakan!
Mungkin ada yang mau nebak part selanjutnya! Jangan
Lupa kasih kritik dan sarannya!
Coment Jusaeyo!  :-*

FF Chanyeol Jiyeon (Park couple) I Like You The Best

image

          I LIKE YOU THE BEST
                   (part 1)

Author:
Erni Eyexs

Twitter:
@ernieyex

Instagram:
@erni_eyexs

Main Cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other Cast :
Bang Yongguk (B.A.P)
Yoo Youngjae (B.A.P)
Park Shinhye
Luna ( Fx )
Amber ( Fx )
Victoria ( Fx )
Sulli ( Fx )
Krystal ( Fx )

Songfict :
B.A.P Shady Lady

Genre :
Bromance, Comedy, School life, Friendship, Family, Sad

Length :
Chaptered

A/N : FF ke 11 hadir. Pernah author posting di tanggal 6 Mei 2014 silam. Untuk yang ke
2 kalinya author pairingin Jiyeon
dengan Chanyeol. Semoga ChanYeon couple or Park couple kali ini pun tidak mengecewakan para readers.
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING!

***

~Siyaeseo beoseonaji marajwo
achimi wado sarajiji marajwo oh
ogeumhan sonjit
naui gaseumen hweoriga chinda
woo hoo hoo woo hoo
hoo woo hoo hoo~

Semua hagsaeg Joil Technical High School bertepuk tangan saat Park Chanyeol seorang siswa kelas 3 Senior High School bertubuh tinggi itu menyelesaikan permainan
gitarnya dalam sebuah festival
disekolahnya didaerah Daegu. Ia menyanyikan sebuah lagu berjudul Don’t Go milik
grup EXO dengan sangat baik.
Semua yang menyaksikan begitu
terpesona dengan suara serta
permainan gitarnya. Ditambah
dengan parasnya yang tampan mampu membuat siapapun enggan untuk berhenti menatapnya. Begitupula
dengan yeoja berambut ikal itu.
Meski wajahnya tampak tak
memberikan ekspresi apapun,
namun matanya seolah enggan
untuk berhenti memandang sosok Park Chanyeol.

“Oppamu benar-benar sangat keren!” Bisik yeoja bername tag Luna.

“Kau beruntung menjadi
dongsaengnya, Jiyeon-ah!”
Tambahnya.

Park Jiyeon, itulah nama yeoja
berambut ikal tersebut. Ia adalah dongsaeng dari seorang casanova di sekolah, Park Chanyeol.

“Kya! Neo eodiga?” Bisik Luna yang melihat Jiyeon bangkit dari kursi penonton.

Jiyeon tak menjawab dan terus pergi meninggalkan festival yang diadakan ditengah lapang sekolahnya itu.

“Aish, kau beruntung punya sahabat penyabar sepertiku Park Jiyeon!” Geram Luna kesal.

Jiyeon, ia melangkahkan kaki menuju kelasnya. Meninggalkan kerumunan dan lebih
memilih untuk duduk diam didalam kelas dengan keheningan. Ia menelungkupkan wajahnya diatas meja.
Matanya terpejam.

“Apa semalam kau tidak tidur, eoh?” Suara berat itu membuat Jiyeon mendongakkan wajahnya. Matanya mengerjap secara perlahan.
Park Chanyeol?
Diakah?
Apakah namja itu mengikutinya? Pikir Jiyeon.

“Wae?” Tanya namja yang ternyata benar adalah Park Chanyeol.

Jiyeon kembali menelungkupkan
wajahnya diatas meja.

“Kya!” Ucap Chanyeol menyentuh kepala Jiyeon. Matanya melebar saat
mendengar suara tangisan. Jiyeon?
Yeoja itu menangis?

“Kya! Waegeurae?” Tanya Chanyeol khawatir namun Jiyeon masih enggan memperlihatkan wajahnya.

“Neo aphayo?” Tanya Chanyeol
semakin panik. Ia melangkah memutari meja dan kemudian duduk disamping Jiyeon.

“Hiks….” Jiyeon, yeoja itu masih terisak. Chanyeol langsung memeluk tubuh Jiyeon.

“Kya! Geumanhae!” Tambah
Chanyeol yang ikut merasa sedih dan tanpa terasa Chanyeolpun ikut meneteskan air matanya.

Menyadari ada sesuatu yang
membasahi seragamnya, Jiyeonpun mendongakkan kembali wajahnya dan membuat Chanyeol melepaskan pelukannya.

Jiyeon, yeoja itu melihat Chanyeol yang ikut mengeluarkan air matanya.

~JEPRET~

“A-Apa yang, kau lakukan?” Tanya
Chanyeol saat melihat Jiyeon yang memotretnya menggunakan android putih yang diambilnya dari saku
seragam sekolahnya.

Jiyeon terlihat merubah kembali ekspresi di wajahnya menjadi sebuah senyuman saat melihat hasil potretannya.

Chanyeol mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Kya!”

Jiyeon bangkit dan kemudian melangkah pergi.

“Kya! Neo eodiga?” Tanya Chanyeol menyadari benar-benar ada yang ganjil dari semuanya.

“Mianhae, oppa! Aku tidak akan
melakukannya lagi. Nan yaksokhae!” Jawab Jiyeon benar-benar menghilang dari pandangan Chanyeol.

Chanyeol, ia semakin khawatir.
Apa yang dilakukan dongsaengnya itu?
Kenapa ia memotretnya dalam
keadaan……….

Chanyeol langsung bangkit dan
melangkah pergi berniat hendak mengejar dongsaeng kurang ajarnya itu.

“KYA! PARK JIYEON!” Teriaknya.

***

“Aigoo, kyeopta!” Ucap yeoja
bername tag Sulli saat melihat foto Chanyeol menangis.

“Omo omo omo, Chanyeol oppa
benar-benar luar biasa. Bahkan saat menangis iapun terlihat sangat tampan!” Tambah yeoja bername tag Krystal.

“Bagaimana kau bisa melakukannya?” Tanya yeoja bername tag Victoria yang terlihat senang.

“Aku ini dongsaengnya. Tentu saja aku bisa melakukannya.” Jawab Jiyeon yang tengah berada disebuah cafe tak jauh dari Joil Technical High
School.

“Kya! Apa kau mempunyai foto
Chanyeol oppa yang lain?” Tanya
Krystal berantusias.

“Tentu saja! Kau harus memberikan bayaran yang tinggi untuk mendapatkannya!” Jawab Jiyeon bangga.

“Aku akan membayar berapapun!” Sembur Sulli bersemangat.

Jiyeon hanya tersenyum menang.
Victoria langsung memberikan dua buah tiket konser pada Jiyeon.

“Senang berbisnis dengan anda,
Victoria eonnie!” Ucap Jiyeon yang langsung mengambil tiket itu dan pergi.

Sementara itu Victoria hanya
tersenyum menanggapi kepergian Jiyeon.

Victoria, sebenarnya ia adalah teman satu kelas Chanyeol dan juga Sulli sahabatnya. Sedangkan Jiyeon dan juga Krystal, mereka satu tahun lebih muda darinya.

“Eonnie, untuk apa kau meminta ini darinya?” Tanya Krystal yang ternyata adalah sepupu Victoria.

“Copy foto itu sebanyak-banyaknya!” Perintah Victoria.

“MWO?” Sulli nampak terlihat terkejut mendengarnya.

“Geundae, untuk apa semua itu
eonnie?” Krystal kembali bertanya. Ia juga penasaran akan keinginan Victoria itu.

“LAKUKAN SAJA!” Bentak Victoria.

***

~BRAAAAKKK~

Chanyeol membanting kasar pintu rumahnya.

“Kya! Waegeurae?” Tanya Park
Shinhye yang tak lain adalah eomma dari Park Chanyeol.

“Jiyeon eodiga, eomma?” Desis Chanyeol bertanya.

“Jiyeon? Bukankah dia sekolah
bersamamu!”

~ Roly poly roly roly poly
Nal mi-reonaedo nan
tashi Ne-gero da-gakaseo ~

Terdengar Android Shinhye
berdering dan ternyata ada
panggilan masuk. Shinhye langsung mengangkatnya.

“Eoh, Jiyeon-ah!” Jawabnya.

“Eomma, malam ini aku tidak bisa pulang. Aku akan pergi bersama Luna ke konser B.A.P. Saranghae, eomma!” Ucap Jiyeon memberitahukan dari seberang sana dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.

“Yeoboseyo? Yeoboseyo?”

“Apa yang dia katakan, eomma?
Jigeum eodiga?” Chanyeol nampak tak sabar ingin mengetahui keberadaan dongsaeng semata wayangnya itu.

“Dia bilang dia tidak bisa pulang malam ini. Dia akan menonton konser B.A.P.” Jawab Shinhye apa adanya.

“MWO?”

***

@Daegu EXCO

“Untung kita tidak terlambat!” Ucap Jiyeon yang mengenakan hoodie hitam bertuliskan SHISHIMATO. Sementara Luna hanya terdiam disampingnya.

“Kya! Waegeurae? Kau tidak senang bisa menonton konser B.A.P, eoh?” Cerocos Jiyeon.

“A……Anio. Perutku sakit. Kurasa
tadi terlalu banyak makan Buldak
saat disekolah.” Jawab Luna seraya memegangi perutnya yang terasa sakit.

“Aigoo, sebentar lagi konsernya akan dimulai. Apa kau tidak ingin
melihatnya, eoh?”

“Ji….Jiyeon-ah! Ini benar-benar
menyakitkan! A….Aku harus mencari toilet!”

“KYA! KYA!” Teriak Jiyeon saat Luna pergi meninggalkannya.

“Aissh, anak itu pasti akan sangat
menyesal!” Gumamnya.

Semua penonton yang hadir di
Daegu Exco mulai berteriak saat
musik mulai terdengar.

“OPPA! BANG OPPA! SARANGHAE!” Teriak Jiyeon histeris.

***

“Awas kau, Park Jiyeon!” Gumam
Chanyeol kesal saat ia telah tiba di dalam kamarnya. Ia langsung mengambil gitar merah kesayangannya dan mulai melantunkan sebuah lagu.
Sepertinya hanya itulah yang mampu mencairkan suasana hatinya karena kenakalan dongsaengnya itu.

***

Jiyeon, ia bangun dari atas ranjang milik Luna. Ya, Saat ini ia tengah  berada didalam kamar Luna. Usai menonton
konser B.A.P, ia tidak kembali
kerumah dan menginap dirumah
Luna.

Jiyeon, ia tak menangkap sosok
Luna saat ia terbangun. Ia langsung bergegas keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan Luna.

“Ahn Ahjumma! Luna eodiga?” Tanya Jiyeon pada pelayan rumah keluarga Luna. Ia sudah sangat akrab dengan
seluruh penghuni dirumah itu.

“Semalam Luna agasshi dibawa tuan dan nyonya kerumah sakit!”

“MWO?”

***

@Hyeonpoong Hospital

“Jiyeon-ah!” Ucap Luna saat melihat kedatangan Jiyeon.

“KYA! KENAPA TIDAK
MEMBANGUNKANKU, EOH?” Teriak Jiyeon kesal.

“Mianhae!”

“Kau baik-baik saja?” Tanya Jiyeon khawatir.

“Eum.”

“Dia baru selesai operasi, Jiyeon-ah!” Tambah eomma Luna.

“MWO?”

“Ne. Dia terkena penyakit usus
buntu!”

“MWO?”

“Kya! Bisakah kau jangan berteriak!” Ucap Luna yang masih terlihat lemas pasca operasi usus buntunya.

“Ahjumma akan berbelanja keluar. Bisakah kau menjaga Luna? Ahjussi sudah pergi kekantor. Jadi……..”

“Ne, arraseo Ahjumma. Aku akan
merawat Luna dengan sangat baik!” Jawab Jiyeon bersemangat.

“Kya! Kau harus sekolah!” Timpal
Luna.

“Anio. Aku akan menjadi perawatmu, Luna-ssi!”

Luna hanya terkekeh mendengarnya.

“Itu maumu. Kau ingin membolos, bukan!” Balas Luna kemudian.

“Geumanhae! Gwaenchanayo! Hanya sekali ini saja, ne!” Timpal eomma Luna.

Jiyeon tersenyum senang mendapat dukungan dari eomma Luna. Ia juga sebenarnya malas untuk pergi ke sekolah. Energinya terkuras habis hanya untuk berteriak saat menonton konser B.A.P semalam. Ia juga takut bertemu
dengan sang oppa, Park Chanyeol.

“Ahjumma akan memberitahukannya pada eommamu, ne.”

“Ne, ahjumma!”

***

@Joil Technical High School

Semua hagsaeg tersenyum aneh saat melihat Chanyeol yang mulai memasuki gerbang sekolah. Mereka terlihat banyak yang berbisik saat melihat kedatangan Chanyeol.

Sedangkan Chanyeol, ia hanya
terdiam dan terus melangkah meskipun ia juga merasa heran dengan tingkah para hagsaeg yang melihatnya.
Hingga akhirnya ia terhenti tepat didepan sebuah mading sekolah yang sudah dikerumuni para hagsaeg. Ia kemudian melangkah menembus kerumunan itu dan matanya melebar saat melihat foto-foto yang terpampang dimading.
Foto saat dirinya menangis didalam kelas Jiyeon tempo hari. Ia langsung mengambil foto-foto itu dan merobeknya.

“Park Jiyeon!” Geramnya kesal.

“Eotteokhae, Park Chanyeol? Ternyata sosok kharismatik sepertimu bisa berubah menjadi melankolis juga, ne!” Sindir Victoria yang datang menghampiri Chanyeol bersama dengan Sulli dan juga Krystal
dibelakangnya.

“Oppa, you’re so cute!” Sembur
Krystal.

“Kau sangat tampan, Park Chanyeol!” Tambah Sulli.

Namun bagi Park Chanyeol, itu
terdengar seperti sebuah ejekan.

“KYA!” Teriak Victoria kesal pada
Krystal dan juga Sulli karena telah memuji Chanyeol.

Chanyeol langsung membalikkan
tubuhnya dan memandang Victoria.

“Apa kau yang melakukannya?” Desis Chanyeol menahan amarahnya.

“Eum. Ini balasan karena kau berani menggeser posisiku sebagai ketua OSIS disini. Dongsaengmu itu, ternyata sangat mudah dirayu. Dia
sangat cocok menjadi seorang
babu.”

Chanyeol geram. Dengan kasar ia
menarik kerah seragam milik Victoria dengan kedua tangannya. Semua hagsaeg yang melihat begitu terkejut dengan perlakuan Chanyeol pada Victoria, mengingat Victoria
adalah seorang yeoja.

“Jadi kau memanfaatkan Jiyeon
untuk ini?”

Victoria terlihat begitu takut. Ia
merasa sulit untuk menelan salivanya sendiri. Ini pertamakalinya ia melihat sosok Chanyeol yang begitu menyeramkan. Semua hagsaegpun sama terkejut dengan dirinya. Tak ada yang berani bergerak dari sana.

“KYA! APA YANG KAU LAKUKAN, PARK CHANYEOL?” Teriak Jang Songsaenim yang datang dan melihat kejadian itu.

Chanyeol langsung melepaskan
tangannya dari kerah seragam
Victoria. Kini Victoria dapat bernafas dengan lega.

“Kalau kau sampai melakukan hal itu lagi pada dongsaengku, aku akan membunuhmu!”

Victoria tampak melebarkan matanya saat mendengar perkataan yang lebih tepat sebagai ancaman keluar dari mulut Chanyeol sebelum namja itu pergi.

***

@Hyeonpoong Hospital

“Aku akan keluar sebentar!” Ucap Jiyeon pada Luna.

Jiyeon berjalan dikoridor rumah
sakit. Dan,

~Bruk~

“KYA! APA KAU TIDAK PUNYA MATA, EOH?” Teriak Jiyeon saat seseorang menabrak tubuhnya.

“Joeseonghamnida!” Ucap sang
namja bersuara berat yang
mengenakan sebuah masker
penutup wajah meminta maaf. Namja itu membungkuk berkali-kali.

“Aisshh, menyebalkan!” Umpat Jiyeon kesal.

“Joeseonghamnida!”

jiyeon, ia memandang namja itu.
Park Chanyeol?
Apa itu Park Chanyeol?
Suaranya mirip dengan
Chanyeol oppa?
Postur tubuhnya yang tinggipun sama seperti oppanya. Pikir Jiyeon.

“Chanyeol oppa?” Tanyanya.

“Ne?”

“KYA? SEDANG APA KAU DISINI,
EOH?”

“Mwo?”

“Yongguk, hyung! Mianhae aku
terlambat. Apa kau sudah selesai
menemui dokter?” Tanya namja
berkulit putih pada namja tinggi
yang diketahui bernama Yongguk
itu.

“Yoo Youngjae?” Gumam Jiyeon saat melihat Youngjae yang ternyata adalah salah satu member B.A.P. Ia tak mengenakan masker seperti yang digunakan Yongguk.

“Kya! Jaga bicaramu Yoo Youngjae! Mana maskermu? Cepat gunakan!” Bisik Yongguk.

“Ne?”

“YAK! NEO! YOO YOUNGJAE?
YOUNGJAE B.A.P?” Teriak Jiyeon
histeris.

Youngjae yang baru menyadari
kehadiran Jiyeon langsung menoleh kearahnya seraya tersenyum manis.

“Annyeong!” Sapanya ramah dan
langsung mendapatkan pukulan dari Yongguk.

~PLAK~

“Yak!”

“Kau lupa siapa dirimu, eoh?”

Youngjae yang menyadari
kebodohannya langsung menarik
tangan Yongguk dan berlari.

“KYA!” Teriak Yongguk yang ditarik paksa oleh Youngjae.

“Kya! Kya! Kya! Apa jangan-jangan……….. YAK! BANG YONGGUK! BANG OPPA!” Teriak Jiyeon saat menyadari bahwa keduanya adalah idolanya kemudian mengejar
Yongguk dan juga Youngjae.

***

“Apa kau sakit, oppa? Bagian mana yang sakit? Apa sangat parah?” Tanya Jiyeon pada Yongguk.

Jiyeon, ia adalah fans fanatik dari grup bernama B.A.P terutama Bang Yongguk sang leader. Ia sangat mengidolakannya.

“Yeoja ini kenapa begitu cepat sekali larinya!” Gumam Yongguk.

Saat ini ketiganya tengah berada
dikantin rumah sakit.
Jiyeon yang memang selalu menjadi juara maraton disekolahnya dapat dengan mudah mengejar Yongguk
dan juga Youngjae yang sudah
mengenakan topi sebagai alat
penyamarannya.

“Yongguk hyung hanya alergi udang. Saat sarapan tadi, ia tidak menyadari bahwa yang ia makan adalah udang.” Jawab Youngjae bersahabat.

“Eoh, jeongmalyo? Oppa, kau harus berhati-hati dengan makananmu!”

“Ne!” Jawab Yongguk malas. Ia kesal karena Jiyeon mengancam akan memberitahukan pada para netizen bahwa mereka berdua datang kerumah sakit dengan penyakitnya yang kritis. Mau tidak mau Yongguk dan
Youngjae menerima permintaan
Jiyeon untuk menemaninya makan dikantin rumah sakit.

Jiyeon, tentu saja ia tidak akan
melewatkan kesempatan itu.
Bertemu dengan idola yang sangat ia idam-idamkan tentu bukanlah hal yang mudah, bukan.

“Apa kau menonton konser kami
semalam?” Tanya Youngjae.

“Tentu saja!” Jawab Jiyeon seraya
memasukkan mie instan yang ia beli kedalam mulutnya.

“KYA? JAGA BICARAMU! AKU LEBIH TUA SATU TAHUN DARIMU, YOO YOUNGJAE! JADI, PANGGIL AKU NUNA. JIYEON NUNA!” Sembur Jiyeon.

“Ne?”

“NUNA!” Protes Jiyeon.

“Ne, ne, nuna!” Jawab Youngjae
sedikit ketakutan. Ternyata Jiyeon begitu menyeramkan. Batinnya.

Sedangkan Yongguk, rupanya ia
merasa terhibur dengan adanya
Jiyeon. Rasa kesalnya berubah
menjadi rasa senang. Menurutnya, Jiyeon itu lumayan lucu dan juga manis.

***

“Dari mana saja kau, eoh?” Sembur Luna pada Jiyeon saat yeoja itu memasuki kamar rawatnya.

“Kau ini! Bagaimana bisa kau
meninggalkan pasienmu seorang
diri, eoh?” Tambah Amber yang
datang menjenguk.

“Mianhae!” Jawab Jiyeon seraya
menunjukkan deretan gigi putihnya.

“Eoh, aku baru saja makan bersama Bang oppa dan juga Yoo Youngjae!” Lanjut Jiyeon dengan riangnya.

“Nugu?” Tanya Amber.

“KYA! MEREKA ITU MEMBER B.A.P!” Teriak Jiyeon kesal.

“Geumanhae! Kau ini berisik sekali. Lalu apakah kau mendapatkan foto mereka?” Tanya Luna.

“Anio. Bang oppa sedang sakit,  jadi kami tidak dapat berfoto bersama. Geundae, sebelum B.A.P kembali ke Seoul, Bang Oppa berjanji akan menemuiku minggu pagi ini.” Jawab Jiyeon riang.

Luna dan Amber saling menatap tidak percaya.

“KYA! INI BENAR-BENAR NYATA! AKU SAMA SEKALI TIDAK BERBOHONG!”

“Ne.” Jawab singkat Luna dan
Amber yang malas berdebat dengan Jiyeon.

“Eoh, apa Oppamu sudah
menghubungimu?” Tanya Luna.

“Ani. Wae?”

“Dia berhenti jadi ketua OSIS.”
Jawab Amber.

“MWO?” Jiyeon nampak terkejut.

“Dia hampir menghajar Victoria
eonnie!”

“MWO?” Suara Jiyeon naik 1 oktaf di banding sebelumnya.

“Kudengar Chanyeol oppa sendirilah yang keluar dari kepengurusan OSIS.”

“MWO?” Lagi-lagi Jiyeon berteriak dan lebih dahsyat dari suara sebelum sebelumnya.

“Kya! Kya! Kya! Apa hanya kata MWO yang bisa kau ucapkan, eoh?” Protes Luna.

“Kudengar Chanyeol oppa sangat
marah karena Victoria eonnie
menyebarkan foto-fotonya yang
sedang menangis!” Tambah Amber.

“Mworago? Foto-fotony saat
menangis disebarluaskan?”

“Ne. Bahkan dipajang di mading
sekolah.”

“Kau harus bertanggungjawab, Park Jiyeon!” Luna yang
mengetahui perjanjian yang dibuat Jiyeon bersama Victoria ikut berkomentar.

Seminggu yang lalu, Jiyeon merasa kesal karena tiket konser B.A.P sudah ludes terjual. Ia belum sempat mendapatkannya. Ini hal
langka karena pertama kalinya B.A.P berkunjung dan mengadakan konser di Daegu.
Victoria yang tak sengaja mendengar itu dari Krystal sepupunya yang satu kelas dengan Jiyeon langsung
menemui Jiyeon dan menjanjikan 2 buah tiket konser B.A.P sekaligus untuknya dengan syarat ia meminta foto-foto Chanyeol saat namja itu tengah menangis dan Jiyeonpun menyetujuinya.

Chanyeol, namja itu dikenal sangat dingin dan tegas. Ia berhasil menggeser posisi Victoria yang sudah 2 tahun berturut-turut menjadi ketua OSIS. Sepertinya itu membuat Victoria kesal dan juga dendam padanya.

Jiyeon, ia fikir itu hal yang wajar karena banyak yeoja yang menyukai oppanya itu. Ia tak pernah berfikir sama sekali bahwa permintaan Victoria itu adalah untuk menjatuhkan oppanya.

***

@Home Park Family

Jiyeon memasuki rumahnya dengan tergesa. Menaiki tangga menuju lantai dua rumahnya. Ia langsung bergegas menuju kamar Park Chanyeol sang
oppa.

“Oppa, kuharap kau bisa
memaafkanku!” Gumamnya saat tiba didepan kamar Chanyeol.
Dengan perlahan yeoja itu membuka pintu yang ada dihadapannya.

~ Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper
Like a skyscraper
Like a skyscraper ~

Chanyeol menghentikan lantunan suara serta petikan gitarnya saat menyadari kehadiran Jiyeon dikamarnya.

“Wae?” Tanyanya.

Jiyeon secara perlahan mendekat kearah Chanyeol yang tengah bersandar dipunggung ranjangnya seraya memeluk gitar merah kesayangannya.

“Oppa!”

“Eum.”

“Mianhae!” Jiyeon menunduk.

“Mendekatlah!” Pinta Chanyeol lembut.

Jiyeonpun duduk disamping
Chanyeol. Ia benar-benar merasa bersalah pada oppanya itu. Chanyeol langsung merangkul leher Jiyeon membuat yeoja itu meringis
karena sulit untuk bernapas.

“Oppa! Kya!”

“Beraninya kau melakukan hal itu pada oppamu ini, eoh!”

“Mianhae, oppa! Mianhae!”

Chanyeol kemudian melepaskan
tangannya dari leher Jiyeon.
Akhirnya yeoja itu dapat bernapas kembali.

“KYA!” Teriak Jiyeon kesal.

“WAE?” Tanya Chanyeol yang ikut
berteriak.

“Appo!” Jawab Jiyeon yang akhirnya menurunkan volume suaranya seraya mempoutkan
bibirnya kesal dan Chanyeol tak
menanggapinya.

“Kau sudah tidak marah lagi kan?”

“Apa aku pernah bilang kalau aku
ini marah padamu, eoh?”

“Jadi kau tidak marah?” Wajah Jiyeon nampak sumringah.

“Aku hanya kesal.”

“Mianhae!”

“Bagaimana dengan konsernya?”
Tanya Chanyeol yang mulai
mencairkan suasana.

“Eoh, benar-benar menakjubkan
oppa. Mereka benar-benar luar
biasa!” Jawab Jiyeon dengan
semangatnya. Sedangkan Chanyeol hanya menatapnya horor.

“Ini semua berkatmu, oppa!”
Tambah Jiyeon seraya menunjukkan sederet gigi putihnya.

“Berhenti melakukannya!” Perintah Chanyeol menyeramkan.

Jiyeon langsung menutup kembali mulutnya kesal.

“Jangan pernah melakukan hal
bodoh itu lagi! Kau ini bukan
seorang budak. Jadi jangan pernah membiarkan siapapun
memanfaatkanmu. Arraseo?”

“Ne. Arraseoyo, oppa! Kau benar-benar oppa terbaik didunia!” Balasnya yang langsung memeluk erat
tubuh Chanyeol. Chanyeol mengelus lembut rambut Jiyeon. Ia tersenyum senang melihat dongsaengnya itu. Ia
benar-benar menyayangi dongsaeng satu-satunya itu. Semenjak kematian sang appa, eommanyalah yang bertanggung
jawab seorang diri merawat 2 putra putrinya itu. Park Chanyeol, ia juga suka bernyanyi dijalanan dan menghasilkan uang meskipun tidak terlalu.banyak.

“Oppa, lagu apa yang tadi kau
nyanyikan eoh? ” Tanya Jiyeon
melepaskan pelukannya.

“Wae? Kau menyukainya?”

“Eum. Aku menyukai suara oppa dan juga petikan gitar oppa!”

“Apa kau ingin mendengarkannya lagi?” Tawar Chanyeol berbaik hati.

“Eum!”

Chanyeol pun kembali menyanyikan lagu milik Demi Lovato yang bejudul Skyscraper itu.

***

“Apa Jiyeon belum bangun, eomma?” Tanya Chanyeol yang datang menemui sang eomma yang sedang memasak.

“Eoh, pagi-pagi sekali dia pergi. Apa dia sudah mempunyai
namjachingu?”

“Namjachingu?” Chanyeol nampak terkejut mendengarnya.

“Ini hari minggu dan tidak biasa-
biasanya dia bangun sepagi ini. Dia juga berpakaian sangat rapih dan cantik. Seperti mau kencan.”

Chanyeol langsung meninggalkan
eommanya begitu saja.
Namjachingu?
Jiyeon mempunyai namjachingu?
Apa itu benar?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang terus berputar diotak Chanyeol.

***

@Hyeonpoong Hospital

“Eoh, Chanyeol oppa!” Ucap Luna
saat melihat kedatangan Chanyeol.

“Jiyeon eodiga?” Tanyanya tak sabaran.

“Jiyeon? Eoh, bukankah ia sedang
menemui Yongguk oppa!”

“Yongguk? Nuguseyo?” Tanya Chanyeol yang memang tak mengetahuinya.

“Leader B.A.P. Apa kau tidak
mengetahuinya, oppa?”

“Eodiseo?”

***

@Duryu Park

Jiyeon begitu bersemangat
menyaksikan penampilan outdoor B.A.P. Ia ikut menyanyikan lagu-lagu yang B.A.P bawakan, sesekali ia ikut
berjingkrak saat mereka menyanyikan lagu dengan musik yang keras.

“Kau menyukai penampilanku?”
Tanya Yongguk yang menghampiri Jiyeon. Seperti biasa ia mengenakan masker penutup di wajahnya.
Jiyeon langsung menaikkan kedua jempolnya keudara.

“Kalian luar biasa!” Jawabnya
dengan senyum yang terus
menghiasi wajahnya.

“Ck. Aku menanyakan penampilanku, bukan penampilan kami!” Ucap
Yongguk kesal. Entahlah, ia merasa nyaman bersama Jiyeon dan juga bisa melihatnya.
Jiyeon langsung mempoutkan
bibirnya.

“Oppa!”

“Wae?” Tanya Yongguk acuh.

“Neo! Daebak! Neomu neomu
daebak!” Bisik Jiyeon dan berhasil membuat Yongguk tersenyum senang.

Hari ini adalah hari terakhir B.A.P berada di Daegu. Beberapa jam lagi mereka akan kembali ke Seoul.

“Oppa, apa aku boleh meminta
sebuah permintaan padamu?” Tanya Jiyeon pada Yongguk.

“Mwo? Apa permintaanmu?”

Chanyeol, Ia berusaha mencari
keberadaan Jiyeon di Duryu Park. Sampai matanya menangkap sosok Jiyeon yang tengah membalikkan tubuhnya. Tepat dibelakang Jiyeon, terlihat seorang namja tinggi yang mengenakan penutup wajah tengah menggenggam sebuah benda.
Chanyeol langsung berlari kearahnya.

~BUGH~

Jiyeon langsung menoleh saat
mendengar suara pukulan. Matanya melebar saat mendapati Park Chanyeol sang oppalah yang tengah memukul Bang Yongguk sang idola.

“OPPA!”

***

Saat ini ketiganya tengah berada di sebuah coffee shop yang ada
didalam Hotel Inter-Burgo EXCO,
tempat para member B.A.P
menginap selama berada di Daegu.

Jiyeon terlihat tengah menatap Chanyeol sang oppa dengan tatapan ingin membunuh. Ia silangkan keduatangannya didepan dadanya.

“KYA! PALLIWA! MINTA MAAF!” Teriak Jiyeon kesal. Sedangkan Chanyeol, namja itu terlihat cuek
seolah ia tak melakukan kesalahan apapun.

“OPPA!”

“Wae?”

“Geumanhae! Ini hanya
kesalahpahaman, Jiyeon-ah!
Gwaenchanayo!” Ucap Yongguk
menjadi penengah diantara kedua kakak beradik itu.

“Oppa, mianhae!” Ucap Jiyeon meminta maaf pada Yongguk.

“Gwaenchanayo!”

“YONGGUK HYUNG!” Teriak Youngjae yang datang bersama member B.A.P lainnya.

“Kajja! Pesawat kita sebentar lagi
akan berangkat!” Tambah Youngjae.
Para member B.A.P terlihat
menunduk saat melihat Chanyeol dan juga Jiyeon yang tengah bersama leader mereka.

“Kalau begitu saya pamit. Chanyeol-ssi, kuharap kalian berdua bisa selalu akur. Aku titip Jiyeon padamu. Jaga dia baik-baik.” Ucap Yongguk seraya menepuk pelan bahu Chanyeol.

“Tentu saja aku akan menjaganya. Diakan dongsaengku!” Jawabnya dingin.

“KYA! OPPA!”

Semua member B.A.P tertawa
melihat tingkah keduanya.

“Kalau begitu kami pergi dulu. Tetap dukung B.A.P, Ne!”

“Ne, oppa! Tentu saja!”

Akhirnya Jiyeonpun berfoto bersama ke 6 member B.A.P, Sedangkan Chanyeol terlihat kesal karena ia yang diminta untuk memotret.

~Jepret~

“Oppa, kau benar-benar
memalukan!” Ucap Jiyeon saat
keduanya tengah berjalan kaki
menuju rumah.

“Lagipula kau ini apa-apaan?
Meminta tanda tangan dibelakang pakaian. Tentu saja aku berfikir yang tidak-tidak.”

“HANYA MEMINTA TANDA TANGAN DIPUNGGUNG APA SALAHNYA!” Teriak Jiyeon semakin kesal atas ucapan Chanyeol.

“MANA KUTAU KALAU YANG
DIPEGANG NAMJA ITU PENA BUKAN PISAU, EOH!”

“KYA! NAMANYA BANG OPPA. BANG YONGGUK OPPA.”

Chanyeol langsung memasang
earphone dikedua telinganya dan
memutar sebuah lagu dari MP3 yang ia bawa. Ia tidak ingin berdebat lebih jauh dengan dongsaengnya itu.
Sedangkan Jiyeon, ia terlihat
menghentikan langkahnya seraya
berdecak kesal.
Kini ia berjalan dibelakang Chanyeol.
Mata Jiyeon melebar saat Chanyeol yang tengah menyeberangi jalan tidak menyadari adanya sebuah
mobil yang melaju kencang
kearahnya.

“OPPA!” Teriak Jiyeon namun
Chanyeol tak dapat mendengarnya. Ia tak menyadari adanya sebuah
mobil yang hendak menabrak
tubunya.

“OPPA AWAAAAAAAAAASSSS!”

~JEDAAARRRRRRR~

~Tilulit Tilulit Tilulit~

***

Bagaimana nasib Chanyeol?
Berikan komentar para readers entah kritik ataupun saran!
Dan author minta do’a dari para readers semua untuk kesembuhan ayah author yang saat ini tengah terbaring sakit semoga bisa cepat sembuh seperti sedia kala. Aamiin.
Coment jusaeyo! 😀

FF Park Chanyeol Park Jiyeon (Two Park Couple)

            FALLING YOU

Main cast:
Park Jiyeon (T-ara)
Park Chanyeol (EXO)

Other cast:
Kim Jong In/Kai (EXO)
Kim Jaejoong (JYJ)
Park Yoochun (JYJ)

Songfict :
EXO Dont Go

Genre : Romance

Length : One Shoot

A/N : Welcome to Two Park Couple 😀
Pernah author publish pada tanggal 4 Maret 2014 tahun lalu.
Monggo langsung di comot, der!
DON’T PLAGIARISM!
HAPPY READING!

***

“Kya! Eodiga, Yeollie-ah?”
Saat ini Park Chanyeol tengah
menyeret tangan seorang gadis bernama Park Jiyeon.

Para siswa dan siswi Hannyoung High School hanya menatap ngeri seorang Park Chanyeol. Bagaimana tidak, dia adalah putra tunggal keluarga Park yang tidak lain adalah pemilik Hannyoung  High School, Park Yoochun.
Lalu siapakah Park Jiyeon? Marga
merekapun sama.

“Appo!”

Park Chanyeol tetap menyeretnya, tak peduli betapa sakitnya tangan Jiyeon saat ini.

~BRAK~

Park Chanyeol membuka pintu ruang musik dengan kasar. Semua siswa yang ada didalam ruanganpun segera berhambur keluar sebelum mereka mendapat masalah.

Saat dirasa semua sudah pergi, Park Chanyeol langsung menutup kembali
pintu itu dengan kasar. Menarik
tangan Jiyeon dan menghempaskan tubuh Park Jiyeon keras ke tembok.
Pria bertubuh tinggi ini benar-benar sangat kasar, itulah
setidaknya yang ada difikiran siswa-siswi Hannyoung High School.

Park Chanyeol mengunci tubuh
Jiyeon. Menatapnya intens. Kemudian menciumnya.

~CUP~

Jiyeon tak menolak ataupun membalas. Ia hanya diam
menerima perlakuan Park Chanyeol padanya. Hingga  keduanya hampir kehabisan oksigen, barulah Park Chanyeol melepaskan ciumannya. Ia
masih menatap gadis itu.

“Apa kau berniat berselingkuh dariku?”

Jiyeon hanya menggeleng lemah.

“Lalu kenapa kau membiarkan pria itu menyentuhmu?”

Jiyeon hanya terdiam menunduk.

~FLASHBACK ON~

Saat ini Jiyeon tengah dalam kesusahan mengambil buku yang ada dibagian atas rak perpustakaan. Ia tak dapat
menjangkaunya karena tubuhnya
yang tak cukup tinggi. Saat ia
berhasil mendapatkannya, keseimbangan tubuhnya oleng.
Hampir saja ia terjatuh, namun
terlebih dahulu tubuhnya ditahan oleh tangan Kim Jong In, adik kelasnya yang cukup populer dikalangan wanita karena bakat menarinya yang luar biasa.

“Nuna, gwaenchana?” Tanyanya
masih memegang pinggang Jiyeon dan Chanyeol melihatnya.

~BUGH~

Chanyeol memukul Kim Jong hingga berdarah kemudian menarik paksa tangan Jiyeon.

~FLASHBACK OFF~

Park Chanyeol memegang dagu
Jiyeon. Mengangkat wajah yeoja itu agar ia dapat melihatnya.

“Kau menangis?”

Jiyeon, dia menangis dalam diamnya.

“Kau menangisi pria itu?” Tanya
Chanyeol geram.

Jiyeon menggeleng. Ia lalu
memperlihatkan tangannya yang
memar akibat cengkraman Park
Chanyeol.

Chanyeol begitu terkejut dan panik.

“Gwaenchana?”

“Appo!”

Jiyeon menangis tersedu.

@UKS

Park Chanyeol dengan telatennya
mengompres tangan Jiyeon.
Jiyeon tersenyum manis
memandangnya.
Pria yang ada dihadapannya saat ini benar-benar membuatnya gila.
Terkadang ia begitu manis, terkadang pula
begitu menyeramkan.
Tapi dia tetap menyukainya.

“Selesai!” Ucap Chanyeol yang saat ini tengah berjongkok didepan Jiyeon yang duduk
diatas ranjang UKS.

Jiyeon langsung mengecup kilas
bibir Chanyeol.

~CUP~

Tentu saja Chanyeol sangat senang menerima perlakuan
manis dari Jiyeon.

“Apa ini sebuah suapan?”

Jiyeon menggeleng.

“Gomawo.” Ucapnya.

Chanyeol tersenyum manis
mendengarnya.

“Mianhae, aku sudah
menyakitimu.” Sesal Chanyeol
mengelus rambut Jiyeon lembut.

“Tapi kau juga yang
menyembuhkannya!”

Mereka berdua tersenyum bersama.

“Jangan lakukan itu lagi!” Perintah Chanyeol.

“Mwo?” Tanya Jiyeon tak mengerti.

“Kau dan pria dekil itu!” Jawab Chanyeol kesal.

Jiyeon tertawa mendengar Chanyeol mengatai Kim Jong In dengan sebutan dekil.

“Kim Jong In. Namanya Kim Jong In.”

“Aku tak peduli.” Balasnya ketus.

Jiyeon masih saja tersenyum manis.

“Dia hanya menolongku. Kalau bukan karena dia, mungkin saat ini aku sudah patah tulang.” Ucap Jiyeon lembut.

“Jeongmalyo?”

“Eum. Minta maaflah padanya.”

“Shirreo!” Tolak Chanyeol.

~CUP~

Jiyeon kembali mencium singkat bibir Park Chanyeol.

“Geurae, arraseo!”

***

Bagaikan Angel dan Lucifer. Itulah sosok Park Jiyeon dan juga Park Chanyeol.
Park Jiyeon, gadis bersenyum indah itu mampu menaklukkan hati iblis seperti Park Chanyeol.

~FLASHBACK ON~

“Neo gwaenchana?” Tanya Jiyeon
saat melihat Park Chanyeol terluka karena beberapa preman memukulinya.
Preman-preman itu meminta uang pada Park Chanyeol yang kebetulan tengah melewati sebuah taman.

Park Chanyeol, mobilnya tiba-tiba mogok ditengah jalan dan
handphonenya pun mati.
Benar-benar hari yang sial. Ia pun memutuskan untuk berjalan kaki menunggu datangnya taksi. Namun sepertinya hari ini benar-benar naas baginya karena tak ada satupun taksi
yang lewat. Sampai ia memutuskan untuk beristirahat ditaman dan datanglah preman-preman yang memandang Park Chanyeol mangsa empuk mereka.

“Neo? Apa kau pacarnya?” Tanya
seorang preman berkumis.
Jiyeon hanya tersenyum. Senyum malaikatnya itulah yang membuat jantung Park Chanyeol berdetak tak normal untuk pertamakalinya.

“Aniyo, ahjussi. Dia bukan kekasihku. Kau boleh melakukan apapun padanya.” Ucap Jiyeon masih dengan senyum mautnya.

Namun Park Chanyeol, ia begitu
terkejut dengan perkataan Jiyeon.
Bagaimana bisa gadis itu
mengatakannya.

“Aigoo, kau gadis yang cerdas dan sangat manis.” Ucap preman
berambut panjang.

“Eoh, kamsahamnida Ahjussi.
Keureom, aku permisi dulu.
Annyeong.” Pamit Jiyeon
membungkuk dan kemudian pergi meninggalkan taman.

“Sial!” Batin Chanyeol.

“Kya anak muda! Cepat berikan
uangmu! Apa kau ingin mati eoh?” Ancam preman berambut panjang tadi.

Park Chanyeol, dia benar-benar
terjepit sekarang. Iapun menyerah. Ia mulai mengambil dompet dari saku celananya sampai tiba-toba terdengar
suara sirine.

“Polisi, hyung!” Ucap salah seorang preman panik.

Semua preman yang beranggotakan 4 orang itupun mulai panik.
Suara sirine itu kian mendekat.

“Palli!” Ajak sang preman berkumis dan kemudian mereka berempat pun kabur.

Muncullah sosok Jiyeon dari balik pohon besar membawa handphonenya yang ternyata bunyi sirine polisi itu berasal dari sana.

Jiyeon, ia tertawa. Keras sekali.
Park Chanyeol benar-benar terkejut.
Ternyata gadis itu tak
meninggalkannya. Ia benar-benar terpesona. Ia terhipnotis oleh senyum dan tawa gadis itu.

~FLASHBACK OFF~

Saat ini Park Jiyeon tengah
menonton sebuah acara televisi kesukaannya, apalagi
kalau bukan Doraemon.
Tiba-tiba muncullah sosok Park
Chanyeol yang kemudian duduk disamping Jiyeon dan mengambil snack yang sedari
tadi berada di pangkuan Jiyeon.
Gadis itu tak protes. Ia tersenyum manis.

Mungkin inilah kelebihannya.
Disaat semua orang benar-benar
kesal dengan sikap dan tingkah laku Park Chanyeol, dia malah dengan tenang mengatasinya.
Park Jiyeon menatap lekat Park
Chanyeol.
Bahkan pria yang ada disampingnya saat ini lebih menarik untuk ditonton
dibanding Doraemon, kartun
favoritenya.

Merasa diperhatikan, Park
Chanyeol pun menoleh ke arah Jiyeon.

“Wae?” Tanyanya curiga.

Park Jiyeon masih menatapnya
dengan senyum manisnya.

Park Chanyeol, ia mulai salah
tingkah ditatap seperti itu oleh Jiyeon.

“Wae? Wae? Wae?” Tanyanya tak sabaran.

Dan,

~CUP~

Jiyeon mencium singkat bibir Park Chanyeol.
Meski itu bukan pertama kalinya, namun tetap saja mampu membuat jantung
Park Chanyeol berdebar hebat.

“Saranghae.” Ucap Jiyeon masih
setia dengan senyum mautnya.

Park Chanyeol benar-benar mati kutu mendengar pernyataan cinta dari Jiyeon.

“Ara! Arayo! Jangan menggodaku
Park Jiyeon. Aku bisa saja menerkammu saat ini juga.” Ancam Chanyeol.
Kemudian, masih dengan gugupnya, Park Chanyeol masuk kedalam kamarnya.

~BRAK~

Bunyi pintu kamar yang di tutup Chanyeol yang di dengar oleh Jiyeon.

“Gadis itu! Akan kubalas dia!”
Ucapnya memegang dadanya yang terasa berdetak hebat.

Sebenarnya Park Jiyeon dan Park
Chanyeol itu sudah menikah.
Park Chanyeol lah yang memintanya, atau mungkin lebih tepatnya, memaksanya.

~FLASHBACK ON~

Setelah pertemuan pertama dengan Jiyeon ditaman, Park Chanyeol benar- benar tak bisa melupakan sosok Jiyeon. Ia benar-benar berusaha untuk menemui gadis itu lagi
ditaman namun, hasilnya nihil.
Sampai ia melihat sosok Jiyeon
disebuah toko bunga.

“Bukankah itu,,,,,,,”

Tanpa menunggu lama Park
Chanyeol langsung menepikan mobil yang ia kendarai.
Saat ia akan keluar, ia begitu
terkejut saat melihat siapa yang datang menghampirii Jiyeon.

“Ahjussi Kim?”

Pria yang diduga Ahjussi Kim Jaejoong itu mengelus rambut Jiyeon dengan lembut. Kemudian mereka berdua masuk
kedalam mobil.

“Tak salah lagi.”

Park Chanyeol tersenyum penuh arti.

@PARK FAMILY HOME

~TOK TOK TOK~

Terdengar suara pintu kamar Park Chanyeol.

“Masuk!” Perintahnya.

Kemudian muncullah sosok sang pengetuk pintu.

“Tuan muda memanggil saya?”

“Ne, duduklah!”

Sosok sang pengetuk pintu begitu bingung dengan perlakuan Chanyeol yang benar-benar berbeda dari biasanya.

“Apa ia akan memecatku?” Batinnya.

“Santai saja. Saya hanya akan
bertanya sedikit pada anda.”

Kemudian Park Chanyeol terlihat tengah mengutak-atik
androidnya dan menyerahkan
androidnya itu pada sang pengetuk pintu.

“Lihatlah!” Perintahnya.

Dengan ragu sang pengetuk
pintupun mengambil android milik Chanyeol.
Betapa terkejutnya ia saat
mendapati foto dirinya bersama JIyeon.

“Siapa gadis itu Ahjussi Kim?”
Ya, Ahjussi Kim yang memiliki nama lengkap Kim Jaejoong adalah sang pengetuk pintu kamar Chanyeol, yang diperintahkan untuk datang kekamarnya. Ia adalah
supir pribadi keluarga park.

“Apa Jiyeon telah melakukan
kesalahan padanya?” Batin
Kim Jaejoong.

“Wae? Kenapa tak menjawabnya?”

“Ne…. Dia…. Dia adalah putri saya, tuan muda.”

BINGO

Ternyata tebakan Chanyeol
tepat sekali. Terlihat dari wajah
Kim Jaejoong yang memang mirip dengan Jiyeon.

“Geurae. Siapa namaya? Dimana ia tinggal? Dimana ia bersekolan?
Ceritakan semuanya padaku,
Ahjussi!” Perintah Chanyeol tak terbantahkan.

***

Park Yoochun begitu terkejut melihat perubahan Park Chanyeol.
Ia begitu penurut sekarang. Ia pun tak pernah terdengar membolos sekolah lagi.
Keterkejutan Park Yoochun sang ayah bertambah tatkala Chanyeol datang menemuinya
dikantor.

“Wae? Apa kau ada masalah? Apa
terjadi sesuatu yang buruk? Apa kau membuat ulah lagi?” Pikiran-pikiran buruk tentang puteranya mulai berkeliaran di pikiran Park Yoochun.

“Appa, aku bukanlah anak yang suka membuat onar setiap hari.” Protes Chanyeol membela diri.

“Geurae. Lalu ada apa?” Tanya Yoochun kembali, namun dengan suara yang lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

“Aku ingin menikah!”

“Mwo?” Betapa terkejutnya Park Yoochun mendengar keinginan puteranya itu.
Apa dia sudah gila?
Atau mungkin ia telah menghamili seorang gadis? Batin Yoochun.

Park Chanyeol, ia meminta pada
appanya untuk menikahi putri
KIm Jaejoong sang supir dikelurga mereka.
Awalnya Park Yoochun menolak,
mengingat Chanyeol masih sekolah. Namun Park Chanyeol memaksa.

Sebenarnya Park Chanyeol dan Jiyeon itu bersekolah disekolah yang sama.
Keduanya benar-benar tidak pernah bertemu sebelumnya. Tentu saja karena mereka berbeda jurusan.
Jiyeon, ia mengambil jurusan senidan Park Chanyeol dijurusan bisnis dan juga dia selalu saja membolos.

Setelah tau Jiyeon satu sekolah dengannya dan berada dijurusan seni, setiap hari pria itu mengejarnya, namun Jiyeon malah merasa risih. Ia
tak pernah menanggapi Chanyeol
dan itupun membuat Chanyeol
kesal. Maka dari itu ia
merencanakan itu semua. Meminta ayahnya untuk melamar Jiyeon dan
memaksa Kim Jaejoong untuk
menerima lamarannya, kalau tidak, maka ancamannya adalah
pemecatan. Jiyeon tak bisa apa-apa selain menurutinya.

~FLASHBACK OFF~

Chanyeol memasuki kamar Jiyeon.
Ia begitu terkejut karena tak
mendapati sosok gadis itu disana.
Sampai muncullah Jiyeon dari dalam kamar mandi dengan rambut yang setengah basah.
Wangi aroma leci menyeruak
dihidung Chanyeol.
Sepertinya Jiyeon menggunakan
sabun beraroma leci saat mandi
tadi.

Menyadari Chanyeol yang hadir
dikamarnya, Jiyeon pun terlonjak
kaget.

“Eoh, Yeollie-ah. Waegeuraeseo?” Tanyanya gugup.

Chanyeol tak menjawab. Ia malah melangkah mendekat ke arah Jiyeon.
Semakin mendekat, membuat Jiyeon amat sangat gugup saat ini.

“Waegeuraeseo?” Tanya Jiyeon kembali masih di sertai dengan kegugupannya.

Chanyeol langsung memeluk tubuh Jiyeon.
Mencium aroma leci dari rambut
Jiyeon.
Sepertinya gadis ini benar-benar
menyukai leci.

Jiyeon, jantungnya seperti mau keluar saja dari sarangnya saat ini.
Semua perlakuan Park Chanyeol
selalu membuat darahnya berdesir hebat.

Chanyeol, ia menyibakkan rambut Jiyeon.
Mengecupi leher Jiyeon.
Memberikan tanda disana.

~CUP~

Jiyeon hanya memejamkan matanya.
Berusaha menahan desahan yang
mungkin bisa lolos kapan saja.

Chanyeol pun menghentikan aksinya.
Ia kemudian berbisik tepat di telinga Jiyeon.

“Saranghae.” Bisiknya.

Ia kemudian mengecup puncak kepala Jiyeon dan berlalu dari kamar Jiyeon.

“Dia benar-benar seorang
pendendam.” Gumam Jiyeon masih dengan debaran hebat dijantungnya.

~FLASHBACK ON~

Pernikahanpun terjadi.
Hanya dihadiri oleh Appa Jiyeon, Kim Jaejoong dan juga
Appa Chanyeol, Park Yoochun karena Ibu keduanya
sudah meninggal dunia. Juga turut hadir kepala Sekolah dan tentu saja sang pendeta.

Setelah Pernikahan, Park Chanyeol meminta pihak sekolah mengganti marga Jiyeon dari Kim menjadi Park karena sekarang Jiyeon resmi
menjadi istrinya.
Awalnya sang kepala sekolah
menolak karena pasti akan banyak pertanyaan dari siswa maupun para guru.
Namun karena Park Chanyeol yang meminta, tentu saja kepala sekolah tak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.
Jiyeonpun tinggal dirumah keluarga Park sejak pernikahan itu.
Awalnya ia tak terbiasa, namun
lama kelamaan ia mulai terbiasa.
Ia sangat akrab dengan semua
pelayan di kediaman keluarga Park.
Terkadang ia pun ikut membantu
pekerjaan mereka.

Lalu bagaimana hubungannya
dengan Chanyeol?

Meski mereka sudah menikah, namun mereka berdua tak tinggal dalam satu kamar yang sama, apalagi melakukan hubungan layaknya suami isteri pada umumnya.
Tentu saja alasannya adalah karena mereka berdua masih
bersekolah.

Jiyeon, awalnya ia tak menyukai
sosok Chanyeol. Namun seiring
berjalannya waktu dan semua
perhatian yang diberikan
Chanyeol untuknya, akhirnya
membuat benih-benih cinta itu
hadir. Ia mulai menyukai Park
Chanyeol. Atau mungkin sudah Jatuh cinta padanya.

“Bertahanlah, Yeonnie!” Mohon
Chanyeol yang tengah menggendong tubu Jiyeon.

Tubuh gadis itu panas. Diluar hujan benar-benar deras. Saat ini mereka berdua tengah berada di villa keluarga Park
didaerah Samjukmyeon City yang ada di provinsi Gyeonggi-do untuk liburan musim dingin.

“Eotteokhae?” Park Chanyeol benar-benar panik.
Ia hanya ditinggal berdua saja dengan Jiyeon.
Itu memang sengaja ia lakukan karena Chanyeol ingin lebih dekat lagi dengan Jiyeon. Namun
sepertinya rencananya gagal. Jiyeon malah jatuh sakit.
Bahkan mobilpun tak ada.
Ia menurunkan Jiyeon dari lantai atas kamarnya, mendudukkan tubuh Jiyeon diatas sofa.
Kemudian ia mencari jaket yang
lebih tebal lagi. Membungkus tubuh Jiyeon dengan jas hujan kemudian menutupi kepalanya dengan topi berbahan wall dan syal.
Sedangkan ia sendiri lupa menutupi tubuhnya.
Yang ada difikirannya saat ini adalah keselamatan Jiyeon.

“Bertahanlah, Yeonnie! Aku akan
membawamu kedokter.”
Park Chanyeol menggendong Jiyeon yang tubuhnya benar-benar tertutup banyak pakaian tebal untuk menghangatkan tubuhnya, sedangkan ia sendiri hanya mengenakan kaos berlengan pendek serta celana selutut.
Ia menerjang derasnya hujan malam itu.
Menuju pemukiman warga.

Saat tiba didepan klinik, ternyata
klinik tersebut sudah tutup.
Ia menggedor pintu itu dengan
suara bergetar dan tubuh menggigil.
Sungguh ini adalah pertama kali
dalam hidupnya.
Tak lama seseorang berpakaian serba putih khas seorang dokterpum membukakan pintu untuknya.

“Syukurlah!” Ucap Chanyeol lega.

Ia tak dapat bertahan lagi.
Iapun pingsan.
Hampir saja dirinya dan
Jiyeon yang saat ini ia gendong
terjatuh, untung sang dokter
berhasil menahan tubuh mereka
berdua.
Ia lalu membawa keduanya masuk dan memeriksanya.

Keesokan harinya

“Dimana ini?” Tanya Jiyeon saat dirinya sudah mulai tersadar.

Dokter yang kebetulan menunggui merekapun terbangun dari tidurnya.

“Eoh, kau sudah sadar!”

Dokter itu langsung memeriksa
keadaan Jiyeon.

“Syukurlah demammu sudah turun!”

“Demam?”

“Ne. Semalam kau demam. Pria
ini,,,,,,” Dokter menunjuk sosok Park Chanyeol yang tepat berada disamping ranjang Park
Jiyeon dan masih terlelap diatas
ranjang.

“Pria ini yang membawamu kesini! Bodohnya ia lupa pada dirinya sendiri. Dia menyelimuti tubuhmu, sedangkan ia sendiri hanya memakai kaos berlengan pendek dan celana selutut.”

Jiyeon menatap haru Chanyeol yang
masih terlelap.

“Dia juga demam. Semalam dia
menerjang hujan padahal semalam hujannya sangat lebat.”

Jiyeon tersenyum.
Ternyata Park Chanye benar-benar menyukai dirinya.

“Apa dia kekasihmu?” Tanya sang dokter.

“Ani. Dia suamiku.” Jawab Jiyeon jujur.

“Oooo, kupikir kalian masih terlalu muda untuk menikah. Kalau begitu aku akan tinggalkan kalian berdua disini. Aku akan membelikan makan untuk kalian.”

“Kamsahamnida, uisa!” Ucap Jiyeon berterimakasih.

Dokterpun pergi.

Jiyeon kembali menatap sosok
Chanyeol.
Ia mendekat dan berbaring
disamping tubuh Chanyeol, memeluknya dengan erat.

Merasa ada seseorang yang
memeluknya, Chanyeolpun
membukakan mata.

“Yeonnie-ah!” Ucapnya terkejut.

“Tidurlah! Mari kita tidur sebentar lagi!” Jawab Jiyeon masih memeluk tubuh Chanyeol.

Chanyeol, ia langsung membalas pelukan Jiyeon. Keduanya kembali tertidur dalam posisi berpelukan.

~FLASHBACK OFF~

***

“Akhirnya kita lulus juga!” Ucap
Jiyeon dengan senyum indahnya.

“Apa kau senang?” Tanya Chanyeol

“Tentu saja!”

“Wae?”

Jiyeon  nampak terlihat berfikir.

“Apa karena kau ingin cepat-cepat melakukannya denganku?” Goda Chanyeol.

Jiyeon, pipinya memerah. Ia benar-benar merasa malu padahal itu hanyalah
sebuah pertanyaan.

“Ani.” Jawabnya yang kemudian mempercepat langkahnya.

“Kya!” Teriak Chanyeol.

“Kurasa ini sudah waktunya Park
Jiyeon!” Teriak Chanyeol membuat Jiyeon semakin mempercepat langkahnya.

***

Park Yoochun dan Kim Jaejoong merayakan kelulusan putra putri mereka.
Mereka mengadakan pesta kecil
dikediaman Park Yoochun.
Chanyeol dan Jiyeon hanya
memandangi kedua appa mereka yang tengah mabuk itu.

“Apa aku juga harus minum?” Tanya Chanyeol.

“Akan kubunuh kau kalau berani
melakukannya!” Ancam Jiyeon mengerikan.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

Jiyeon terdiam. Ia tak menjawab.
Sampai,

“Kajja!” Chanyeol menarik tangan
Jiyeon.

“Eodie?”

“Membuatkan cucu untuk mereka berdua!”

“MWO?”

Syukuri apa yang anda dapatkan saat ini.
Kekasih?
Tentu saja sayangi dia dengan
sepenuh hati.
Berharap yang lebih baik dari yang sekarang mungkin boleh, tapi belum tentu yang anda dapat dikemudian hari akan lebih menyayangi anda
seperti yang anda dapat saat ini.

Nantikan repost FF selanjutnya 😀
Coment jusaeyo 🙂

image