Korea vs China

Wah malem-malem masih ngalong nih saya 😀

Berhubung tidak bisa tidur, saya ingin memposting sesuatu yang saya alami di kehidupan nyata.

Ini tentang kewarganegaraan dari dua negara yang berbeda.

Kalian tau? Saya begitu menggilai Korea.
Awalnya, tertarik karena drama-drama yang di tayangkan di Indonesia (Contoh, Full House)
Dan mulai tertarik dengan soundtrack dari drama tersebut.
Penasaran dan mencari tau siapa pemilik suara indah itu.
Dan mulailah saya mengenal Kpop.
Dari pecinta drama, kemudian merambah mencintai dunia musik korea.
Terlebih penyanyinya bukan hanya memiliki tampang yang di atas penyanyi indonesia, namun juga bakat luar biasa yang di miliki mereka. Mulai dari menyanyi, menari, masa trainee yang bertahun-tahun sebelum debut menjadi idol, penulis lagu,hingga sang pembuat koreografi.
Semua hal tentang Korea begitu unik, mulai dari makanan hingga tradisi. Dan saya akui,
SAYA MENGGILAI KOREA

Dan hal luar biasa ketika saya bekerja dengan orang korea.
Kalian tau apa yang ada di pikiran saya saat itu?
Saya berharap bisa di pindah tugaskan langsung di negara sang pemilik perusahaan.

Terlalu berlebihan memang, tapi itu hanya keinginan. Toh keinginan itu gratis. Nyata atau tidaknya tetap Tuhanlah yang mengaturnya.

Saya merasa senang bisa bekerja dengan mereka.
Wah, udah mikir kemana-mana lah pokoknya.
Ngobrol langsung pake bahasa Korea dan segala tetek bengek tentang mereka.

Dan hal yang tidak saya fikirkan sebelumnya,
BAHWA TIDAK SEMUA ORANG KOREA SESUAI DENGAN APA YANG ADA DI PIKIRAN SAYA

Yah, memang tergantung masing-masing individu. Dan itu hal yang saya lewatkan.
Salah satu pimpinan saya, istri dari sang manager begitu keras orangnya. Setiap hari dia marah-marah.
Saya tidak menyalahkan atau membenci beliau, toh yang ia salahkan karena karyawannya yang memang bersalah meski karyawan itu bukanlah saya.
Hanya saja, tau kan pribumi indonesia sangat menjunjung tinggi KEKELUARGAAN.
Yang membentak dan memarahi adalah orang asing, meski bukan orang asing pun jika saudara kita mendapatkan perlakuan tidak baik tentu kita juga merasa tidak suka melihatnya.

Oke, untuk masalah itu saya tak ambil pusing. Saya berusaha secuek mungkin meski saya ingin sekali ikut campur. Pasalnya yang di marahi habis-habisan adalah anak baru di perusahaan.

Apa yang anda pikirkan tentang anak baru?
Anak yang benar-benar masih ambigu di perusahaan.
Yang masih membutuhkan bimbingan.

Sampai yang paling membuat saya hilang kesabaran, saya mendapat kabar bahwa ada salah satu dari karyawan yang di lempari barang karena kesalahannya.
Oke, saya tidak berada di TKP saat itu. Tapi hanya mendengarnya saja saya langsung naik darah.
Saat itu saya tidak bekerja karena dalam keadaan sakit. Dan esoknya saya mendapatkan Surat Peringatan padahal saya menyertakan surat dokter.

Hey! Memangnya manusia tau akan sakit atau terus sehat!

Oke, keadaan makin kacau. Setiap hari saya bekerja bersama rekan-rekan saya melebihi waktu kerja, itu terjadi sejak saya ikut bergabung di perusahaan. Dan istri manager yang asli Korea itu setiap hari membentak hingga tubuhnya bergetar, itu di tunjukan pada saya dan juga rekan-rekan saya.
Oke, saya memaklumi hal itu.
Saya menggilai Korea jadi di mata saya semua orang korea itu istimewa. Kalian boleh mengatakan saya gila, ya, memang, karena mata saya tertutup hanya karena beliau orang Korea. Cih, saya menyesal. Karena ketika saya melihat gaji, gaji saya tidak sesuai dengan tenaga dan jam kerja saya.
Saya menyerah.
Saya tidak butuh uang yang besar, asalkan tenaga dan jam kerja sesuai dengan gaji, saya sudah cukup dengan hal itu.
Namun ini, tenaga di forsir, jam kerja melebihi dari seharusnya dan gaji yang tak sesuai.

Yang membuat saya kesal adalah, sistem di perusahaan tersebut salah sejak awal. Saya pernah mengusulkan pada pimpinan saya agar anak baru jangan langsung di suruh terjun ke lapangan tapi di trainee dulu, namun omongan saya nampaknya tak berlaku bagi mereka. Mereka hanya membutuhkan orang dan tenaga untuk segera menghasilkan sesuatu, tanpa berfikir bahwa anak baru tersebut belum bisa apa-apa, dan akhirnya hanya akan mendapat makian dari atasan setiap hari.

Memarahi orang karena kesalahannya memanglah tidak salah, tapi tinjau dulu, harusnya pemilik perusahaan mengkordinasikan agar seseorang tersebut tidak melakukan kesalahan ketika bekerja hingga ia tak perlu repot-repot memarahinya setiap hari mengingat ia adalah anak baru.

Saya pun akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Saya tidak bisa melihat masa depan di sana ketika sebuah perusahaan hanya membutuhkan tenaga bukan skill.

Sempat galau karena harus berpisah dengan bapak manager yang menarik hati. Meski beliau bukanlah pemuda korea karena tentu mereka sama tua nya dengan bapak saya haha tapi saya menyukai beliau. Cara dia mengajarkan berbeda dengan sang istri yang kerap menggunakan kata-kata kotor seperti mengatai bodoh dan semacamnya.

Saya hanya bertahan selama sebulan lebih di sana.
Proses pengambilan gaji setengahnya pun membutuhkan waktu yang lama dan itu membuat saya benar-benar mengutuk mereka haha abaikan.

Beralih ke China.

Astaga, oke, sangat sulit bergabung dengan perusahaan tersebut. Saya hampir sebulan lebih proses agar dapat bekerja sama dengan perusahaan China tersebut. Dan alhamdulillah hasilnya saya dapat bergabung di sana.
Subhanallah, saya suka sekali dengan sistem yang ada di perusahaan China tersebut.
Semuanya benar-benar membutuhkan skill.
Dan itu membuat saya kagum akan perusahaan tersebut.
Bahkan segala hal kecilpun di perhatikan.

Memang belum genap sebulan saya bekerja di sana, tapi saya mendapatkan kenyamanan luar biasa. Seluruh pegawai dari China baik dan bertutur kata lembut meski mereka tak sefasih orang korea dalam berbahasa indonesia. Orang china tak bisa menggunakan huruf ‘r’ . Tak seperti korea yang sedikitnya mampu menyebutkan satu huruf itu.
Masalah gaji, gaji di sana alhamdulillah lebih besar dari yang seharusnya. Jam kerja pun sesuai dengan standard kerja. Kalaupun melebihi, akan me.dapatkan gaji lebih juga.
Anggapan saya tentang orang China yang ‘pelit’ pupus ketika saya benar-benar mengenal mereka.

Sedikit cerita, saya dulu pernah bekerja di Airport bagian international, saya bertemu banyak orang asing disana. Dan yah, orang china yang di kabarkan pelit itu memang saya merasakannya. Tapi itu warga campuran antara indonesia dan china, ya, mereka sebenarnya bukan pelit, mungkin lebih ke menghemat karena 500 perak pun mereka memintanya.
Dan berbanding terbalik dengan pribumi asli china.
Mereka benar-benar baik.
Saya bahkan sangat mengidolakan CEO saya.
Beliau perempuan, namanya Miss Mei.
Saya memang tidak terlalu akrab dengan beliau, tapi beliau orang yang tegas. Beliau mau mengajari anak baru dengan sangat lembut. Fashion nya trendi. Saya suka. Beliau ramah dan murah senyum, kontras sekali dengan wajah juteknya.

Dan sebenarnya maksud dan inti postingan ini adalah,
Orang dari negara manapun sebenarnya baik, tergantung pribadi masing-masing.
Apa yang kita lihat begitu special belum tentu benar-benar special, sama hal nya dengan yang kita anggap buruk belum tentu benar-benar buruk.

Banyak yang menjudge ini dan itu tentang seseorang, tapi jangan terlalu mempercayai hal itu, kita harus merasakannya sendiri dan baru bisa menilainya.
Tampilan tidak menjamin apakah seseorang baik atau tidak.

Dan sedikit cerita kecil, istri manager di perusahaan saya yang dulu (korea) kabarnya di penjara setelah di laporkan salah satu karyawan karena telah memukul karyawan lain.
Terakhir yang saya dengar, beliau kembali ke negaranya dan meninggalkan indonesia. Konon sang suami alias manager yang saya idolakan pun beberapa bulan setelahnya ikut menyusul ke korea dan perusahaan sekarang di pindah tangankan pada warga asli korea lain yang menurut karyawan yang masih bekerja di sana orangnya sangat baik.
Ya, semoga rekan-rekan saya jadi betah di sana setelah mendapatkan pemimpin yang baru.

Apa yang bisa kalian petik dari cerita saya ini?
Adakah hal positif yang kalian dapatkan?

Jangan melihat cover dari buku yang kalian beli, tapi lihatlah isi yang ada di dalam buku tersebut.

Salam sejahtera untuk semuanya 😀

image